UBTUBT
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianJ-PEN Borneo : Jurnal Ilmu PertanianSpodoptera frugiperda adalah hama yang menyerang tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) penyebab rendahnya produksi jagung di Indonesia. Pengendalian yang ramah lingkungan dilakukan dengan memanfaatkan senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan rawa berupa galam. Tumbuhan galam mengandung senyawa toksik berupa polifenol, flavonoid, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daun galam sebagai pestisida alami untuk S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Juli 2024 di Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 2 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun galam dengan konsentrasi 4%, 8%, 12%, dan 16% berpengaruh dalam menekan kejadian serangan, intensitas serangan dan kerusakan tongkol. Konsentrasi larutan 16% terbukti efektif menekan kejadian serangan sebesar (13,02%), intensitas serangan sebesar (1,36%) dan kerusakan tongkol (25%).
Pestisida nabati dari daun galam berpengaruh terhadap penurunan persentase kejadian serangan dan intensitas serangan Spodoptera frugiperda.Perlakuan dengan konsentrasi larutan daun galam 16% merupakan perlakuan terbaik yang terbukti mampu menekan kejadian serangan, intensitas serangan, dan kerusakan tongkol.Penelitian ini menunjukkan potensi galam sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan pada tanaman jagung manis.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi dan karakterisasi lebih detail senyawa-senyawa metabolit sekunder spesifik dalam daun galam yang bertanggung jawab atas aktivitas insektisida terhadap S. frugiperda, termasuk mekanisme kerja senyawa tersebut pada tingkat molekuler. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas galam dalam mengendalikan hama lain yang menyerang tanaman jagung, serta interaksinya dengan musuh alami hama untuk memastikan keberlanjutan pengendalian hayati. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengoptimalkan formulasi pestisida nabati dari galam, termasuk penentuan dosis aplikasi yang tepat dan metode aplikasi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi pengendalian hama di lapangan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
| File size | 465.77 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKUUNIKU Pola jati, pepaya dan serai wangi tidak layak karena gagal panen. petani didominasi umur 45–60 tahun dan pendidikan dasar. Peningkatan produksi cabaiPola jati, pepaya dan serai wangi tidak layak karena gagal panen. petani didominasi umur 45–60 tahun dan pendidikan dasar. Peningkatan produksi cabai
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Program pengabdian ini berhasil menerapkan teknologi Forged Carbon Compression Split Moulding (FCCSM) di BPM Carbon Works, yang terbukti efektif dalamProgram pengabdian ini berhasil menerapkan teknologi Forged Carbon Compression Split Moulding (FCCSM) di BPM Carbon Works, yang terbukti efektif dalam
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Berdasarkan hasil penyuluhan melalui webinar, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait keunggulan sediaan sirup dalam terapi gastritisBerdasarkan hasil penyuluhan melalui webinar, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait keunggulan sediaan sirup dalam terapi gastritis
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur Desa Parit Keladi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukungPengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur Desa Parit Keladi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung
UNTAG SMDUNTAG SMD Keanekaragaman semut (Hymenoptera: Formicidae) di Bukit Nenek Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Bangka Selatan. Taman Wisata Alam Gunung Permisan, KabupatenKeanekaragaman semut (Hymenoptera: Formicidae) di Bukit Nenek Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Bangka Selatan. Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten
UNTAG SMDUNTAG SMD Efek tepi dibuktikan dengan kecenderungan Orangutan membuat sarang lebih banyak mengarah ke bagian tepi hutan di wilayah Prevab maupun Sangkima. EstimasiEfek tepi dibuktikan dengan kecenderungan Orangutan membuat sarang lebih banyak mengarah ke bagian tepi hutan di wilayah Prevab maupun Sangkima. Estimasi
UNTAG SMDUNTAG SMD ) Merr. ). Sifat fisik dan kimia tanah gambut penting untuk diketahui terutama saat digunakan untuk budidaya edamame. Penggunaan pupuk organic, seperti) Merr. ). Sifat fisik dan kimia tanah gambut penting untuk diketahui terutama saat digunakan untuk budidaya edamame. Penggunaan pupuk organic, seperti
UNTAG SMDUNTAG SMD Parameter kualitas air diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air menggunakan metode Storet dan metode indeks pencemaran. Hasil menunjukkan bahwa statusParameter kualitas air diuji dan dibandingkan dengan baku mutu air menggunakan metode Storet dan metode indeks pencemaran. Hasil menunjukkan bahwa status
Useful /
UNIKUUNIKU Program PS memerlukan sistem pemantauan yang memastikan bahwa program ini berdampak terhadap meningkatnya kualitas tutupan vegetasi. Pemanfaatan data penginderaanProgram PS memerlukan sistem pemantauan yang memastikan bahwa program ini berdampak terhadap meningkatnya kualitas tutupan vegetasi. Pemanfaatan data penginderaan
UNIKUUNIKU Data sekundar diperoleh dari literature, buku , dan laporan penelitian. Penelitian ini dilakukan selama satu musim produksi pada dua unit penangkaran/budidayaData sekundar diperoleh dari literature, buku , dan laporan penelitian. Penelitian ini dilakukan selama satu musim produksi pada dua unit penangkaran/budidaya
POLITAPPOLITAP Sistem energi hibrida digunakan untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Di era sekarang ini, banyakSistem energi hibrida digunakan untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Di era sekarang ini, banyak
UBTUBT Faktor sosial seperti kepercayaan, komunikasi, norma sosial, dan partisipasi peternak dihipotesiskan berperan penting dalam membentuk dinamika kemitraan.Faktor sosial seperti kepercayaan, komunikasi, norma sosial, dan partisipasi peternak dihipotesiskan berperan penting dalam membentuk dinamika kemitraan.