STPDIANMANDALASTPDIANMANDALA
Jurnal MagistraJurnal MagistraPenulisan skripsi ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan teori belajar behavioristik yang dikemukakan oleh Edward Lee Thorndike dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Thorndike menekankan bahwa proses belajar terjadi melalui keterkaitan antara rangsangan (stimulus) dan tanggapan (respons), yang diperkuat melalui latihan yang dilakukan secara berulang serta pemberian penguatan. Penguatan tersebut bisa berupa penghargaan seperti pujian dan hadiah, maupun hukuman yang berfungsi untuk memperkuat atau melemahkan respons tertentu. Dalam kajian ini, penulis juga menguraikan secara rinci hukum-hukum dasar dalam teori Thorndike yang menjadi fondasi dalam penerapan pendekatan behavioristik dalam kegiatan belajar mengajar. Lebih lanjut, teori ini dapat diterapkan secara praktis dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dengan memberikan stimulus dan penguatan yang tepat kepada siswa melalui kegiatan belajar yang terarah. Stimulus dan penguatan tersebut berpotensi mendorong perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih positif, sesuai dengan nilai-nilai iman Katolik. Oleh karena itu, guru sebagai fasilitator pembelajaran perlu menyusun strategi pembelajaran yang terencana, terstruktur, serta mampu membentuk karakter dan keimanan siswa secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Pendidikan berperan penting dalam membentuk kemampuan akademik dan non-akademik peserta didik, termasuk dalam pengembangan perilaku dan karakter.Pendidikan Agama Katolik memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai moral dan spiritual.Teori belajar behavioristik dari Edward Lee Thorndike menawarkan pendekatan yang relevan untuk membentuk perilaku melalui prinsip stimulus dan respons.Dengan penerapan yang sistematis, teori ini mampu meningkatkan efektivitas pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik secara optimal.
Bagaimana jika penelitian berikutnya menguji apakah penguatan digital berupa aplikasi poin keagamaan bisa memperkuat kebiasaan berdoa dan berbagi siswa secara berkelanjutan? Di samping itu, bisa jadi menarik menelamo apakah kombinasi ceramah pendek, video teladan, dan praktik ngaji secara bergantian lebih efektif daripada satu metode saja dalam menumbuhkan empati kepada sesama. Lalu, untuk menyiasati kelemahan mekanis behavioristik, penelitian mendatang dapat pula mengeksplorasi bagaimana siswa diajak menggali makna moral di balik setiap tindakan yang diulang, sehingga perilaku baik hadir bukan karena hadiah, melainkan karena pemahaman iman yang mendalam.
- Teori Belajar Behavioristik Edward Lee Thorndike dan Penerapannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama... doi.org/10.62200/magistra.v3i3.222Teori Belajar Behavioristik Edward Lee Thorndike dan Penerapannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama doi 10 62200 magistra v3i3 222
- Implikasi Teori Belajar Behavioristik Thorndike dalam Pembelajaran PAI | JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan.... jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/2040Implikasi Teori Belajar Behavioristik Thorndike dalam Pembelajaran PAI JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan jiip stkipyapisdompu ac jiip index php JIIP article view 2040
- PENANAMAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SEKOLAH DASAR | Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik.... doi.org/10.58374/sepakat.v6i2.42PENANAMAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SEKOLAH DASAR Sepakat Jurnal Pastoral Kateketik doi 10 58374 sepakat v6i2 42
- Teori Belajar Behaviorisme: Teori dan Praktiknya dalam Pembelajaran IPS | Sulaswari | Al Hikmah: Journal... ejournal.yphn.ac.id/index.php/Alhikmah/article/view/49Teori Belajar Behaviorisme Teori dan Praktiknya dalam Pembelajaran IPS Sulaswari Al Hikmah Journal ejournal yphn ac index php Alhikmah article view 49
| File size | 511.26 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMBUMB Guru Pai memberikan pemahaman tentang pendidikan agama melalui pelajaran di dalam kelas. Mengadakan kegiatan-kegiatan keberagamaan baik hari besar agamaGuru Pai memberikan pemahaman tentang pendidikan agama melalui pelajaran di dalam kelas. Mengadakan kegiatan-kegiatan keberagamaan baik hari besar agama
STPDIANMANDALASTPDIANMANDALA Penelitian ini membahas pengaruh kebiasaan refleksi harian terhadap pembentukan karakter mahasiswa Katolik, khususnya dalam hal kejujuran, disiplin, empati,Penelitian ini membahas pengaruh kebiasaan refleksi harian terhadap pembentukan karakter mahasiswa Katolik, khususnya dalam hal kejujuran, disiplin, empati,
STFXAMBONSTFXAMBON Penelitian ini menyimpulkan bahwa facebook dapat menjadi sarana karya pastoral efektif apabila OMK Paroki Poka menggunakannya secara etis, dan mengikutiPenelitian ini menyimpulkan bahwa facebook dapat menjadi sarana karya pastoral efektif apabila OMK Paroki Poka menggunakannya secara etis, dan mengikuti
STFXAMBONSTFXAMBON Dialog antar agama ini memungkinkan umat beragama untuk mengenal dan menghargai perbedaan tanpa mengorbankan identitas agama masing-masing. Seorang teologDialog antar agama ini memungkinkan umat beragama untuk mengenal dan menghargai perbedaan tanpa mengorbankan identitas agama masing-masing. Seorang teolog
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Perbedaan perspektif mengenai Maria antara lain: calon Guru Agama Islam mempercayai bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, sehingga berbedaPerbedaan perspektif mengenai Maria antara lain: calon Guru Agama Islam mempercayai bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, sehingga berbeda
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana model rekrutmen dan seleksi berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983 dapat dirancang secara sistematis sebagai kerangkaPenelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana model rekrutmen dan seleksi berbasis Kitab Hukum Kanonik 1983 dapat dirancang secara sistematis sebagai kerangka
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Namun pemanfaatan alat, bahan, media, sumber belajar belum maksimal. (4) Hasil kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Katolik relevan dalam mengembangkanNamun pemanfaatan alat, bahan, media, sumber belajar belum maksimal. (4) Hasil kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Katolik relevan dalam mengembangkan
INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE Hal ini bertujuan bahwa pendidikan Agama Islam bisa dijadikan tolak ukur bagi lembaga-lembaga pendidikan dalam mencetak generasi-generasi berakhlakul karimah.Hal ini bertujuan bahwa pendidikan Agama Islam bisa dijadikan tolak ukur bagi lembaga-lembaga pendidikan dalam mencetak generasi-generasi berakhlakul karimah.
Useful /
JOMPUJOMPU Hasil pengujian program dilakukan oleh 2 (dua) validator yaitu ahli media dan Ahli Website. Pada ahli media mendapatkan persentasi penilaian sebesar 85%Hasil pengujian program dilakukan oleh 2 (dua) validator yaitu ahli media dan Ahli Website. Pada ahli media mendapatkan persentasi penilaian sebesar 85%
UNSAMUNSAM Subjek penelitian sebanyak 23 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 21,7% pada pra siklus menjadi 47,8% pada siklus I, dan meningkatSubjek penelitian sebanyak 23 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 21,7% pada pra siklus menjadi 47,8% pada siklus I, dan meningkat
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Hasil Penelitian menunjukkan bukti bahwa ada pengaruh yang positif antara hoax dan nilai toleransi beragama. Pengaruh hoax terhadap nilai toleransi beragamaHasil Penelitian menunjukkan bukti bahwa ada pengaruh yang positif antara hoax dan nilai toleransi beragama. Pengaruh hoax terhadap nilai toleransi beragama
DIGLOSIA UNMULDIGLOSIA UNMUL Oleh karena itu, tulisan ini menjembatani pemakai bahasa Indonesia untuk memahami konsep idiom bahasa Indonesia yang merupakan internalisasi dari budayaOleh karena itu, tulisan ini menjembatani pemakai bahasa Indonesia untuk memahami konsep idiom bahasa Indonesia yang merupakan internalisasi dari budaya