LP3MZHLP3MZH

KHIDMAH : Jurnal Pengabdian MasyarakatKHIDMAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Abstrak: Kondisi kesehatan mental remaja milenial, terutama yang tinggal di kawasan perkotaan, menunjukkan tren gangguan yang semakin mengkhawatirkan dan menjadi isu penting dalam ranah pendidikan serta keagamaan. Tekanan sosial, tuntutan akademik, dan paparan media digital menjadi faktor yang memperburuk keadaan psikologis mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Al-Washilah, Kembangan, Jakarta Barat. Dalam kegiatan ini, ibadah sholat dan puasa diposisikan sebagai sarana spiritual yang mampu memperkuat daya tahan mental dan memberikan ketenangan jiwa, dengan landasan nilai-nilai ajaran Al-Quran. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan partisipatif, yang mencakup kegiatan sosialisasi, diskusi interaktif, serta kajian pustaka terhadap referensi keislaman dan psikologi. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dalam praktik ibadah harian seperti sholat lima waktu dan puasa—baik yang bersifat wajib maupun sunnah—berkontribusi nyata dalam membentuk stabilitas emosi, kemampuan mengendalikan diri, dan ketenangan batin para santri. Temuan ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai spiritual dalam pembinaan kesehatan mental remaja. Program ini juga direkomendasikan sebagai model alternatif pembinaan karakter dan kesehatan jiwa di lembaga pendidikan Islam lainnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ibadah sholat dan puasa memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental remaja milenial di Pondok Pesantren Al-Washliyyah Jakarta Barat, berfungsi tidak hanya sebagai kewajiban keagamaan tetapi juga sebagai terapi psikospiritual yang efektif.Sholat membantu regulasi emosi, meningkatkan ketenangan batin, dan memperkuat refleksi diri, sementara puasa melatih kesabaran, kedisiplinan, serta mengembangkan empati sosial.Lingkungan pesantren yang mendukung ibadah kolektif memperkuat fungsi protektif terhadap gangguan mental, menjadikannya ruang pembentukan karakter dan ketahanan psikologis.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek jangka panjang ibadah sholat dan puasa terhadap kesehatan mental remaja dengan desain studi longitudinal yang melibatkan pengukuran psikometrik secara periodik, sehingga dapat menilai perubahan kesejahteraan emosional seiring waktu. Selain itu, penting untuk menyelidiki interaksi antara praktik ibadah dan penggunaan media digital pada remaja pesantren, dengan menguji apakah moderasi penggunaan media digital dapat memperkuat manfaat spiritual dalam mengurangi stres dan kecemasan. Selanjutnya, sebuah studi komparatif dapat dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan dampak ibadah terhadap kesehatan mental antara santri laki-laki dan perempuan, serta mengidentifikasi faktor-faktor gender yang mempengaruhi efektivitas sholat dan puasa sebagai intervensi psikospiritual. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang peran ibadah dalam konteks modern dan memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan program intervensi yang terintegrasi di lingkungan pesantren.

  1. #mental remaja#mental remaja
  2. #karakter anak usia#karakter anak usia
Read online
File size2.72 MB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-39l
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test