IAIN BONEIAIN BONE
JURNAL MAPPESONAJURNAL MAPPESONAPenelitian ini mengkaji bagaimana kebijakan reward dan punishment membantu meningkatkan perilaku siswa di SMP Islam Asshiddiq Bone. Perilaku baik memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, dan penggunaan reward dan punishment bertujuan untuk mendorong siswa bertanggung jawab dalam mengikuti aturan sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan tinjauan dokumen. Temuan menunjukkan bahwa reward seperti program Best of Student dan bintang prestasi efektif dalam mendorong siswa berperilaku dengan baik. Punishment diberikan secara bertahap, mulai dari peringatan hingga melibatkan orang tua, dan dirancang untuk mendidik siswa alih-alih menggunakan hukuman fisik. Kebijakan ini secara teratur diperiksa melalui rapat mingguan dan diskusi harian di antara guru. Metode ini terbukti efektif, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan pelanggaran dan pemahaman siswa yang lebih baik tentang dampak tindakan mereka. Masalah seperti perbedaan karakter antara guru dan siswa ditangani melalui kerja sama tim yang erat dan perhatian individu. Sukses sistem reward dan punishment sangat bergantung pada konsistensi penerapannya dan dukungan dari guru, konselor, orang tua, dan komunitas sekolah secara keseluruhan.
Penerapan kebijakan reward dan punishment di SMP Islam Asshiddiq Bone berhasil meningkatkan kedisiplinan siswa.Sistem reward dilakukan melalui program Best of Student serta pemberian bintang kebaikan, yang memberikan dorongan besar bagi siswa untuk menjalani perilaku yang baik.Sementara itu, sistem punishment dirancang agar lebih berupa pembelajaran dan diterapkan secara bertahap sesuai dengan tingkat pelanggarannya, mulai dari teguran lisan hingga melibatkan orang tua.Selain itu, evaluasi berkala dan pemantauan rutin melalui jurnal pelanggaran serta briefing harian membantu menjaga konsistensi kebijakan tersebut.Hasilnya, terjadi penurunan signifikan pada tingkat pelanggaran dan peningkatan kesadaran siswa terhadap dampak dari tindakan mereka.Meski begitu, masih terdapat tantangan dalam menerapkan kebijakan ini, khususnya karena perbedaan cara pengajaran antar guru dan keberagaman karakter siswa.Untuk mengatasinya, sekolah menerapkan beberapa strategi peningkatan, seperti menyamakan pemahaman di antara para pendidik, pendekatan personal dari wali kelas dan Bimbingan Konseling, serta melibatkan orang tua secara aktif.Selain itu, sekolah terus memberikan apresiasi terhadap pencapaian kecil siswa agar dapat membangun motivasi dalam diri mereka.Secara keseluruhan, keberhasilan kebijakan reward dan punishment sangat bergantung pada konsistensi dalam penerapannya, kerja sama antar guru, serta dukungan penuh dari seluruh pihak terkait dalam dunia pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara sekolah-sekolah dengan sistem reward dan punishment yang berbeda, untuk melihat efektivitas dan dampak jangka panjang dari berbagai pendekatan. Selain itu, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif siswa dan guru terhadap sistem reward dan punishment, serta bagaimana hal itu mempengaruhi motivasi dan perilaku mereka. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung sistem reward dan punishment di sekolah, dan bagaimana kolaborasi antara sekolah dan orang tua dapat meningkatkan efektivitas kebijakan tersebut.
- Reward and Punishment dalam Perspektif Pendidikan Islam | AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman.... doi.org/10.53627/jam.v4i2.3171Reward and Punishment dalam Perspektif Pendidikan Islam AL MURABBI Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman doi 10 53627 jam v4i2 3171
- Effectiveness Of Reward And Punishment On Student Learning Discipline | LITERACY : International Scientific... jurnal-stiepari.ac.id/index.php/LITERACY/article/view/1064Effectiveness Of Reward And Punishment On Student Learning Discipline LITERACY International Scientific jurnal stiepari ac index php LITERACY article view 1064
- Tujuan Pendidikan Islam dalam Membentuk Generasi Berakhlak Mulia | Jurnal Pendidikan Nusantara. pendidikan... doi.org/10.55080/jpn.v2i2.88Tujuan Pendidikan Islam dalam Membentuk Generasi Berakhlak Mulia Jurnal Pendidikan Nusantara pendidikan doi 10 55080 jpn v2i2 88
| File size | 334.92 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAUINSA Penelitian menunjukkan paparan radikalisme pada siswa dan mahasiswa, serta ditemukannya muatan radikalisme dalam buku PAI. Artikel ini membahas KurikulumPenelitian menunjukkan paparan radikalisme pada siswa dan mahasiswa, serta ditemukannya muatan radikalisme dalam buku PAI. Artikel ini membahas Kurikulum
LAKASPIALAKASPIA Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan teladan yang krusial dalam proses ini.meski ada tantangan seperti perbedaan kemampuan membaca dan manajemenGuru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan teladan yang krusial dalam proses ini.meski ada tantangan seperti perbedaan kemampuan membaca dan manajemen
MORIAHMORIAH Kendala yang dihadapi dalam pembentukan karakter siswa adalah kurangnya kerjasama antara guru dengan orang tua, serta pengaruh internal dan eksternal.Kendala yang dihadapi dalam pembentukan karakter siswa adalah kurangnya kerjasama antara guru dengan orang tua, serta pengaruh internal dan eksternal.
YCNYCN Sementara penelitian sebelumnya telah menyoroti peran aturan sekolah dan pengawasan guru dalam membentuk perilaku siswa, masih ada kesenjangan mengenaiSementara penelitian sebelumnya telah menyoroti peran aturan sekolah dan pengawasan guru dalam membentuk perilaku siswa, masih ada kesenjangan mengenai
STAIBANISALEHSTAIBANISALEH Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program berkontribusi positif, efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui penguatan sistemik peran orang tua,Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program berkontribusi positif, efektivitasnya dapat ditingkatkan melalui penguatan sistemik peran orang tua,
STAIMTASTAIMTA Namun, tantangan seperti motivasi siswa yang rendah, akses terbatas ke alat pembelajaran digital, dan kurangnya keterlibatan orang tua tetap menjadi isuNamun, tantangan seperti motivasi siswa yang rendah, akses terbatas ke alat pembelajaran digital, dan kurangnya keterlibatan orang tua tetap menjadi isu
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kerja sama ditanamkan guru melalui keteladanan, penguatan pembiasaan, serta pendekatanNilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kerja sama ditanamkan guru melalui keteladanan, penguatan pembiasaan, serta pendekatan
EKASAKTIEKASAKTI Dari hasil analisis data diperoleh (1) tingkat religius siswa terhadap perubahan perilaku masih termasuk cukup baik yaitu sebesar 65,08%, (2) tingkat kejujuranDari hasil analisis data diperoleh (1) tingkat religius siswa terhadap perubahan perilaku masih termasuk cukup baik yaitu sebesar 65,08%, (2) tingkat kejujuran
Useful /
UNRAMUNRAM Penelitian tersebut menganalisis materi dan pendekatan yang digunakan untuk mengajar Bahasa Inggris secara efektif di tengah pentingnya bahasa ini dalamPenelitian tersebut menganalisis materi dan pendekatan yang digunakan untuk mengajar Bahasa Inggris secara efektif di tengah pentingnya bahasa ini dalam
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kurangnya produksi ASI dengan nilai p sebesar 0,000 dimana nilai p < 0,05 dengan pemberianHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kurangnya produksi ASI dengan nilai p sebesar 0,000 dimana nilai p < 0,05 dengan pemberian
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT K3 RS merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit, khususnya dalam hal kesehatan dan keselamatan bagi SDM Rumah Sakit, pasien,K3 RS merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit, khususnya dalam hal kesehatan dan keselamatan bagi SDM Rumah Sakit, pasien,
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang tidak terencana dan terkontrol yang merugikan manusia dan disebabkan oleh faktor manusia,Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang tidak terencana dan terkontrol yang merugikan manusia dan disebabkan oleh faktor manusia,