IPM2KPEIPM2KPE
Journal of Elementary School (JOES)Journal of Elementary School (JOES)Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran IPA kelas V SDN 98 Rejang Lebong dengan menerapkan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase, serta meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas V SDN 98 Rejang Lebong dengan model yang sama. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari 2 siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 98 Rejang Lebong pada tahun pelajaran 2017/2018. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan lembar tes. Tes digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Pada siklus I, hasil belajar siswa diperoleh rata-rata 6,75 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal 50%. Pada siklus II, hasil belajar meningkat dengan rata-rata 8,21 dan persentase ketuntasan belajar klasikal 87,5%. Hal ini memenuhi kriteria ketuntasan, yaitu 85% siswa memperoleh nilai ≥7,0 dan proses pembelajaran dikatakan tuntas secara individu apabila siswa memperoleh nilai ≥7.
Penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 fase pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.Pada siklus I, hasil belajar siswa masih tergolong sedang dengan rata-rata 6,75 dan persentase ketuntasan belajar klasikal 50%.Namun, pada siklus II, hasil belajar mengalami peningkatan signifikan dengan rata-rata 8,21 dan persentase ketuntasan belajar klasikal 87,5%.Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle 5 fase efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar pada pembelajaran IPA.
Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran Learning Cycle 5 fase terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas model ini pada kelas-kelas yang lebih tinggi atau dengan materi yang lebih kompleks. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan model pembelajaran ini terhadap prestasi akademik siswa.
| File size | 424.79 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIALHIKMAHPARIANGANSTAIALHIKMAHPARIANGAN Jenis penelitian ini adalah Penelitian & Pengembangan (R&D), yang menggunakan model pengembangan PIE. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembarJenis penelitian ini adalah Penelitian & Pengembangan (R&D), yang menggunakan model pengembangan PIE. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Penelitian ini bertujuan untuk meng. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaranPenelitian ini bertujuan untuk meng. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran
AFEKSIAFEKSI Rendahnya capaian hasil belajar siswa pada materi Wujud Zat dan Perubahannya disebabkan oleh penggunaan pembelajaran konvensional yang kurang sesuai denganRendahnya capaian hasil belajar siswa pada materi Wujud Zat dan Perubahannya disebabkan oleh penggunaan pembelajaran konvensional yang kurang sesuai dengan
UNCMUNCM Penelitian ini membuktikan bahwa media konkret mampu mendorong keaktifan belajar siswa secara konsisten, terutama dalam aspek partisipasi aktif, interaksiPenelitian ini membuktikan bahwa media konkret mampu mendorong keaktifan belajar siswa secara konsisten, terutama dalam aspek partisipasi aktif, interaksi
UNIRAYAUNIRAYA Hasil melalui Metode Mnemonic menunjukkan bahwa penerapan metode ini mendapat respons positif dari siswa dalam proses belajar mengajar kosa kata. OlehHasil melalui Metode Mnemonic menunjukkan bahwa penerapan metode ini mendapat respons positif dari siswa dalam proses belajar mengajar kosa kata. Oleh
UNISSULAUNISSULA Research and Development (penelitian pengembangan) digunakan sebagai jenis penelitiannya, dengan model 4D yang memuat tahap Define, Design, Develop, danResearch and Development (penelitian pengembangan) digunakan sebagai jenis penelitiannya, dengan model 4D yang memuat tahap Define, Design, Develop, dan
STKIP JBSTKIP JB Hasil penelitian siklus I dengan persentase rata-rata aktivitas siswa klasikal yaitu 66% dan siklus II sebesar 77%. Persentase hasil belajar pada siklusHasil penelitian siklus I dengan persentase rata-rata aktivitas siswa klasikal yaitu 66% dan siklus II sebesar 77%. Persentase hasil belajar pada siklus
UNDIKMAUNDIKMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) n-gain siswa terhadap hasil belajar dan keterampilan komunikasi verbal untuk kelompok kontrol adalah 0,12 dan 0,07,Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) n-gain siswa terhadap hasil belajar dan keterampilan komunikasi verbal untuk kelompok kontrol adalah 0,12 dan 0,07,
Useful /
STIKES BHMSTIKES BHM Murjani Kota Sampit, memiliki peran penting dalam pengelolaan hipertensi melalui penyediaan berbagai jenis obat antihipertensi, seperti diuretik, beta-blocker,Murjani Kota Sampit, memiliki peran penting dalam pengelolaan hipertensi melalui penyediaan berbagai jenis obat antihipertensi, seperti diuretik, beta-blocker,
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Kedua, dalam dimensi teologis, terdapat perbedaan penekanan antara akal dan wahyu, seperti tampak dalam aliran Mutazilah yang lebih mengedepankan akal,Kedua, dalam dimensi teologis, terdapat perbedaan penekanan antara akal dan wahyu, seperti tampak dalam aliran Mutazilah yang lebih mengedepankan akal,
IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK Pertama, dekonstruksi radikal terhadap konsep kepemilikan privat melalui prinsip amanah ilahiah (QS 33. Kedua, formulasi etika khalīfah sebagai penjagaPertama, dekonstruksi radikal terhadap konsep kepemilikan privat melalui prinsip amanah ilahiah (QS 33. Kedua, formulasi etika khalīfah sebagai penjaga
IPM2KPEIPM2KPE Pada perbaikan siklus II rata-rata nilai tes formatif siswa meningkat 11,56 dari siklus I. Siswa yang mendapat nilai di atas batas nilai yang ditentukanPada perbaikan siklus II rata-rata nilai tes formatif siswa meningkat 11,56 dari siklus I. Siswa yang mendapat nilai di atas batas nilai yang ditentukan