UntikaUntika
Jurnal Media HukumJurnal Media HukumTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penyelesaian sengketa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dapat membedakan isu Hak Cipta dengan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT), serta menjelaskan secara kontekstual unsur copying dan plagiarism dalam konflik yang melibatkan budaya lokal. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem HKI modern yang berlandaskan prinsip individualistik belum mampu mengakomodasi sifat kolektif dan spiritualitas EBT. Diperlukan reformasi sistem hukum berbasis komunitas, penguatan doktrin idea-expression dichotomy, serta mekanisme dokumentasi berbasis partisipasi komunitas. Sengketa yang menyangkut copying dan plagiarism harus dipahami tidak hanya sebagai pelanggaran hukum, tetapi juga sebagai persoalan etika dan keadilan budaya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara Hak Cipta dan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT).Hak Cipta berorientasi pada kepemilikan individu yang lahir dari prinsip orisinalitas personal, sedangkan EBT bersifat komunal, diwariskan lintas generasi, dan melekat pada identitas budaya masyarakat adat.Penyelesaian sengketa HKI harus mampu membedakan antara ciptaan individual yang layak mendapat perlindungan hak cipta dan ekspresi budaya yang tidak dapat diklaim secara eksklusif.Unsur copying dan plagiarism harus dipahami secara kontekstual, yaitu copying berkaitan dengan pelanggaran hukum atas reproduksi ekspresi yang konkret, sedangkan plagiarism menyangkut dimensi etik dan integritas intelektual.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan repositori nasional Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) yang terintegrasi dengan sistem perlindungan hukum komunitas, sehingga memastikan akses dan partisipasi masyarakat adat dalam menegakkan klaim budaya mereka. Selain itu, dibutuhkan studi tentang reformasi doktrin idea-expression dichotomy dalam konteks hukum positif Indonesia untuk menjembatani perbedaan antara kepemilikan individual dan hak kolektif. Terakhir, penelitian bisa menguji efektivitas lembaga penyelesaian sengketa berbasis dialog antar komunitas sebagai alternatif hukum formal dalam memecahkan konflik budaya dan etika.
| File size | 334 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Kepala Distrik Wanggar lebih menonjol dalam aspek sosial seperti kerukunan masyarakat dan penanganan konflik, dibandingkanPenelitian ini menyimpulkan bahwa peran Kepala Distrik Wanggar lebih menonjol dalam aspek sosial seperti kerukunan masyarakat dan penanganan konflik, dibandingkan
UntikaUntika Temuan studi menunjukkan bahwa ketentuan mengenai Hak Pengelolaan atas tanah negara dalam UUPA tidak diformulasikan secara eksplisit, dan posisi hukumnyaTemuan studi menunjukkan bahwa ketentuan mengenai Hak Pengelolaan atas tanah negara dalam UUPA tidak diformulasikan secara eksplisit, dan posisi hukumnya
UntikaUntika Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga aspek penting yaitu tipe-tipe kejahatan siber yang didorong AI dengan perhatian pada perempuan sebagai korban;Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga aspek penting yaitu tipe-tipe kejahatan siber yang didorong AI dengan perhatian pada perempuan sebagai korban;
UntikaUntika Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji terkait masa depan Pemilihan Umum dalam refleksi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 terkait pemisahanTujuan penelitian ini yaitu mengkaji terkait masa depan Pemilihan Umum dalam refleksi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 terkait pemisahan
UMMUMM Sebagai negara berkembang, Indonesia seharusnya memanfaatkan ketentuan pengecualian dalam Perjanjian WTO untuk membatasi penerapan prinsip non-diskriminasiSebagai negara berkembang, Indonesia seharusnya memanfaatkan ketentuan pengecualian dalam Perjanjian WTO untuk membatasi penerapan prinsip non-diskriminasi
PENCERAHPENCERAH 6/2023 memperkuat pengawasan yudisial atas tindakan diskresif dengan memungkinkan tantangan baik atas dasar prosedural maupun substantif, menetapkan batas6/2023 memperkuat pengawasan yudisial atas tindakan diskresif dengan memungkinkan tantangan baik atas dasar prosedural maupun substantif, menetapkan batas
IUSIUS Dari aspek struktur hukum, peran hakim, jaksa, dan aparat penegak hukum lainnya juga diprioritaskan untuk memberikan esensi keadilan dalam menerapkan KUHPDari aspek struktur hukum, peran hakim, jaksa, dan aparat penegak hukum lainnya juga diprioritaskan untuk memberikan esensi keadilan dalam menerapkan KUHP
UBBGUBBG Dari ketiga strategi tersebut, evaluasi moral—yakni legitimasi yang dibangun dengan merujuk pada berbagai nilai moral—digunakan secara dominan. PenelitianDari ketiga strategi tersebut, evaluasi moral—yakni legitimasi yang dibangun dengan merujuk pada berbagai nilai moral—digunakan secara dominan. Penelitian
Useful /
NEWINERANEWINERA Kepemimpinan secara negatif dan signifikan memengaruhi kinerja karyawan. Kinerja karyawan muncul sebagai variabel mediator kunci yang secara signifikanKepemimpinan secara negatif dan signifikan memengaruhi kinerja karyawan. Kinerja karyawan muncul sebagai variabel mediator kunci yang secara signifikan
NEWINERANEWINERA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterikatan kerja di kalangan staf Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Tengah, sebuah lembaga publikPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterikatan kerja di kalangan staf Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Tengah, sebuah lembaga publik
UMMUMM Keadilan adat Indonesia membuktikan bahwa keadilan pidana restoratif adalah yurisprudensi yang hidup, bukan ideal yang diimpor, dengan menempatkan rekonsiliasi,Keadilan adat Indonesia membuktikan bahwa keadilan pidana restoratif adalah yurisprudensi yang hidup, bukan ideal yang diimpor, dengan menempatkan rekonsiliasi,
ULUMUNAULUMUNA Kecenderungan ini dapat dikaitkan dengan interpretasi kitab suci yang harfiah, penghinaan terhadap tradisi teknokratik dan mistik, serta gagasan geografiKecenderungan ini dapat dikaitkan dengan interpretasi kitab suci yang harfiah, penghinaan terhadap tradisi teknokratik dan mistik, serta gagasan geografi