ISQIISQI

Raqib: Jurnal Studi IslamRaqib: Jurnal Studi Islam

Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Hal ini sesuai dengan misi ajaran Islam, yakni membebaskan manusia dari berbagai bentuk anarki dan ketidakadilan. Pada tataran nilai, Islam sejak awal mengajarkan kebaikan dan moralitas luhur, dan pada saat yang sama melarang segala perilaku jahat. Cita‑cita moral ideal Islam adalah membangun dunia yang didalamnya orang Islam maupun non‑Islam hidup bersama menikmati keadilan, kedamaian, kasih sayang, dan keharmonisan. Cita‑cita moral merupakan tugas semua elemen masyarakat, terutama para pemimpin agama dan para intelektual untuk menangkap pesan‑pesan moral agama yang dapat membawa kepada kehidupan harmonis di tengah pluralitas. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kerangka kerja untuk mewujudkan Indonesia rahmatan lil alamin. Pada tataran ini pula, pendidikan karakter memiliki peran strategis dalam menggapai cita‑cita Islam agar para penganutnya memiliki mindset yang pluralistik, tidak sektarian apalagi mendiskreditkan golongan lain. Dengan demikian, umat Islam mengerti akan pengertian, karakteristik, dan misi Islam sehingga orang tidak lagi mengatasnamakan Islam untuk kepentingan pribadi, kelompok, dan partai. Bahkan, tidak ada lagi paham ekstrem yang mengatasnamakan Islam sebagai kedok dengan tujuan untuk melakukan aksi terorisme.

Visi Indonesia sebagai rahmat bagi semesta menuntut penyelesaian masalah internal seperti ketimpangan dan kemiskinan serta peningkatan peran internasional secara damai dan adil.Sejarah panjang kolonialisme dan struktur ekonomi eksploitatif yang berlanjut hingga era modern menciptakan kolaborasi antara elite militer, birokrasi, dan kapitalis, memperkuat ketidakadilan sosial.Untuk mewujudkan Indonesia rahmatan lil alamin, diperlukan transformasi struktural ekonomi serta penguatan solidaritas antara pemerintah dan rakyat.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana platform digital dapat dimanfaatkan untuk memobilisasi dan mengorganisir lapisan ekonomi bawah dalam aksi kolektif melawan struktur eksploitatif, sehingga memperkuat kemampuan koordinasi dan solidaritas di tingkat komunitas. Selanjutnya, penting untuk mengkaji dampak kurikulum pendidikan inklusif yang mengintegrasikan nilai‑nilai Islam pluralistik terhadap pengurangan sikap sektarian di kalangan pemuda, khususnya di daerah pedesaan, guna menumbuhkan toleransi dan rasa kebersamaan. Selain itu, analisis terhadap model mikro‑keuangan berbasis komunitas yang terhubung dengan jaringan koperasi dapat memberikan wawasan tentang efektivitasnya dalam mengurangi kemiskinan dan mengurangi ketergantungan pada kapital elite, sehingga membuka peluang ekonomi yang lebih adil bagi masyarakat luas.

  1. #ilmu pengetahuan alam#ilmu pengetahuan alam
  2. #pendidikan inklusif#pendidikan inklusif
Read online
File size1.08 MB
Pages28
Short Linkhttps://juris.id/p-35l
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test