STAIBSLLGSTAIBSLLG

Prodising ISIDProdising ISID

Artikel ini membahas integrasi ajaran Islam ke dalam kurikulum sebagai penguatan karakter. Karakter adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena karakter dapat menentukan apakah sebuah bangsa memiliki peradaban atau tidak. Karakter dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika dimulai dengan menginternalisasi nilai-nilai Islam. Melalui integrasi ajaran Islam ke dalam kurikulum, secara tidak langsung telah mengajarkan kepada siswa bahwa Islam adalah ajaran yang mengandung teladan hidup dan moral yang dapat digunakan sebagai panduan dalam kehidupan manusia dalam berperilaku dan bertindak. Oleh karena itu, ajaran Islam adalah universal yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah bangsa yang mengalami krisis karakter. Tentu saja integrasi ajaran Islam ke dalam kurikulum yang akan dilakukan oleh pendidik sebagai upaya penguatan karakter. Hal ini seimbang dengan kemampuan guru untuk memahami ajaran Islam itu sendiri berdasarkan Al-Quran dan Hadish, kurangnya pemahaman pendidik tentang ajaran Islam itu sendiri, sehingga upaya penguatan karakter tidak dapat tercapai.

Konsep pendidikan karakter sebenarnya telah ada sejak zaman Rasulullah SAW.Hal ini terbukti dari perintah Allah bahwa tugas pertama dan utama Rasulullah adalah sebagai penyempurna akhlak bagi umatnya.Pembahasan substansi makna karakter yang sama dengan konsep moralitas dalam Islam, keduanya membahas tentang perilaku manusia.Al-Ghazali menjelaskan jika moral adalah sikap yang berakar di jiwa dari mana berbagai tindakan lahir dengan mudah dan tanpa perlu pemikiran dan pertimbangan.Sedangkan makna karakter adalah nilai-nilai khas (mengetahui nilai kebaikan, ingin berbuat baik, hidup baik yang sesungguhnya, dan dampak baik pada lingkungan) yang tertanam dan tercermin dalam perilaku.Karakter secara koheren memancarkan dari hasil pemikiran, jika hati, olahraga, serta jika rasa dan niat seseorang atau kelompok orang.Moral atau karakter dalam Islam adalah target utama dalam pendidikan.Hal ini dapat dilihat dari beberapa hadis Rasul yang menjelaskan tentang kebaikan pendidikan moral salah satunya hadis berikut.ajarkan anak-anakmu yang baik, dan didiklah mereka.Islam selalu memosisikan pembentukan karakter anak-anak sebagai pilar utama tujuan pendidikan yang sejalan dengan latar belakang kebutuhan penerapan pendidikan karakter di sekolah.untuk menciptakan bangsa yang besar, bermartabat dan dihormati oleh dunia, dibutuhkan masyarakat yang baik dimulai dari pembinaan karakter.Salah satu cara untuk mengembangkan karakter atau karakter adalah melalui proses pendidikan di sekolah dengan menerapkan nilai-nilai moral dalam setiap materi pelajaran.

Untuk memperkuat karakter melalui integrasi ajaran Islam ke dalam kurikulum, pendidik perlu memanfaatkan momen tertentu selama proses pembelajaran untuk menyisipkan pesan terkait penguatan nilai-nilai karakter nasional. Pendidik diharapkan selalu memiliki kesadaran berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam materi pengajaran dengan mempersiapkan siswa secara fisik dan mental sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di kelas. Selain itu, pendidik juga perlu memahami ajaran Islam itu sendiri berdasarkan Al-Quran dan Hadish agar upaya penguatan karakter dapat tercapai. Pendidikan karakter berbasis budaya lokal dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas bangsa dan menanamkan nilai-nilai Islam secara lebih mendalam. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi konkret dalam mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kurikulum dan mengukur efektivitasnya dalam memperkuat karakter siswa.

  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #nilai moral#nilai moral
Read online
File size151.36 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-33q
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test