ISI YogyakartaISI Yogyakarta
Resital: Jurnal Seni PertunjukanResital: Jurnal Seni PertunjukanThis study examines the musical enculturation of Banyumasan sinden across three performance genres: wayang kulit, lengger calung, and ebeg. Using Merriams tripartite model – musical concept, behavior, and sound – as the analytical framework, this research explores how different learning trajectories and social contexts shape the formation of musical identity. Using an ethnographic approach, this study analyzes field data gathered through interviews, observations, and documentation of sinden practices in rural and semi-urban areas of Banyumas. Findings reveal that wayang sindens develop their skills through vertical cultural transmission within artist families, reinforcing ethical and aesthetic ideals. In contrast, lengger sindens engage in horizontal, community-based learning characterized by participatory interaction and vocal expressiveness. Meanwhile, ebeg sindens follow a situational, adaptive learning model shaped by informal performance settings and pragmatic vocal function. The study concludes that each sinden tradition reflects a distinct pattern of enculturation rooted in its socio-performative context and offers insight into the preservation of local musical knowledge through lived community practice. The findings provide implications for integrating community-based pedagogy into traditional music education curricula in Indonesia.
The study demonstrates that the musical enculturation of Banyumasan sinden occurs through interconnected processes across various performance contexts.Learning progresses through active participation, embodied practice, and continuous social engagement, rather than solely through formal instruction.This research highlights the importance of family, community, and stage experience in shaping musical behavior, concepts, and sound output, contributing to the preservation of Banyumasan vocal traditions.
Further research should investigate the integration of asah–asih–asuh principles into arts education to enhance community-based learning. Comparative studies across different regions of Indonesia, such as Surakarta, Banyuwangi, and Cirebon, could reveal variations in enculturation processes and reinforce the importance of performance in shaping local musical identity. Additionally, exploring the impact of digital platforms on the transmission of Banyumasan sinden traditions and the adaptation of learning methods to accommodate these new technologies is crucial. These investigations will ensure the preservation and evolution of the Banyumasan sinden tradition while maintaining its relevance as a contemporary form of cultural expression, fostering a deeper understanding of how traditional vocal arts adapt to modern socio-cultural influences and contribute to the sustainability of Indonesian musical heritage. This requires a collaborative effort between municipal authorities, educational institutions, and cultural organizations to develop intergenerational workshops, context-specific vocal training curricula, and digital archiving projects aimed at revitalizing the practice among younger generations.
- Exploring the Tripartite Performance in the Musical Enculturation: An Ethnographic Study of Banyumasan... journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/view/15664Exploring the Tripartite Performance in the Musical Enculturation An Ethnographic Study of Banyumasan journal isi ac index php resital article view 15664
- Community music and territorial experiences in Colombia: Communitas, buen vivir and sustainability |... doi.org/10.1386/ijcm_00110_1Community music and territorial experiences in Colombia Communitas buen vivir and sustainability doi 10 1386 ijcm 00110 1
- Social Inclusion in Jamasan Pusaka as a Strategy to Preserve Cultural Heritage: A Study in Kalibening,... ijssr.net/index.php/ijssr/article/view/245Social Inclusion in Jamasan Pusaka as a Strategy to Preserve Cultural Heritage A Study in Kalibening ijssr index php ijssr article view 245
- Community music interventions, popular music education and eudaimonia | Intellect. community music education... intellectdiscover.com/content/journals/10.1386/ijcm_00031_1Community music interventions popular music education and eudaimonia Intellect community music education intellectdiscover content journals 10 1386 ijcm 00031 1
| File size | 1.09 MB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
ISI SURAKARTAISI SURAKARTA Tujuannya adalah untuk mengembalikan konfigurasi (penampilan) musik Jawatimuran, bukan hanya sekadar mendeskripsikannya kembali, tetapi sebagai upaya untukTujuannya adalah untuk mengembalikan konfigurasi (penampilan) musik Jawatimuran, bukan hanya sekadar mendeskripsikannya kembali, tetapi sebagai upaya untuk
BALIACADEMICPUBLISHINGBALIACADEMICPUBLISHING Sementara itu, dari aspek estetika, siswa menunjukkan sensitivitas terhadap simbol visual, ekspresi tubuh, dan emosi dramatik yang tercermin melalui gestur,Sementara itu, dari aspek estetika, siswa menunjukkan sensitivitas terhadap simbol visual, ekspresi tubuh, dan emosi dramatik yang tercermin melalui gestur,
FIB UNMULFIB UNMUL Pertunjukan Saluang sering diiringi syair-syair yang sarat makna filosofis, menambah dimensi estetika yang mendalam. Pembahasan menyoroti interaksi antaraPertunjukan Saluang sering diiringi syair-syair yang sarat makna filosofis, menambah dimensi estetika yang mendalam. Pembahasan menyoroti interaksi antara
UNTARUNTAR Penelitian ini dianalisis menggunakan metode penelitian regresi berganda yang diolah menggunakan SPSS 25. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalahPenelitian ini dianalisis menggunakan metode penelitian regresi berganda yang diolah menggunakan SPSS 25. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL Amerika Serikat memanfaatkan kontribusi finansial dan dukungan logistik untuk membentuk tujuan misi PBB serta meningkatkan reputasi dan pengaruh internasionalnya,Amerika Serikat memanfaatkan kontribusi finansial dan dukungan logistik untuk membentuk tujuan misi PBB serta meningkatkan reputasi dan pengaruh internasionalnya,
UMPOUMPO Penggunaan model ini harus disesuaikan dengan materi, sintaks, dan prinsip pembelajaran untuk menghasilkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, pendidikPenggunaan model ini harus disesuaikan dengan materi, sintaks, dan prinsip pembelajaran untuk menghasilkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, pendidik
ISI DPSISI DPS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan studi pustaka,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan studi pustaka,
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Dalam transmisi kelentangan, pihak pengirim adalah guru atau para musisi senior, sementara pihak penerima adalah murid atau calon musisi, atau juga penonton.Dalam transmisi kelentangan, pihak pengirim adalah guru atau para musisi senior, sementara pihak penerima adalah murid atau calon musisi, atau juga penonton.
Useful /
UncenUncen Di antara 19 isolat tersebut, 3 isolat memiliki tingkat toksisitas masing-masing 80%, 85%, dan 90%. Penelitian ini mengidentifikasi 290 isolat BacillusDi antara 19 isolat tersebut, 3 isolat memiliki tingkat toksisitas masing-masing 80%, 85%, dan 90%. Penelitian ini mengidentifikasi 290 isolat Bacillus
ISI DPSISI DPS Penelitian ini bertujuan menganalisis takeh serta teknik, gaya, dan rasa dalam Tari Condong Legong Saba dengan metode deskriptif kualitatif, mengumpulkanPenelitian ini bertujuan menganalisis takeh serta teknik, gaya, dan rasa dalam Tari Condong Legong Saba dengan metode deskriptif kualitatif, mengumpulkan
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Musik gamat merupakan bentuk genre seni pertunjukan musik Melayu yang tumbuh dan berkembang sebagai seni budaya masyarakat di Pesisir Minangkabau SumateraMusik gamat merupakan bentuk genre seni pertunjukan musik Melayu yang tumbuh dan berkembang sebagai seni budaya masyarakat di Pesisir Minangkabau Sumatera
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Penelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran kesenian rapai dan langkah-langkah strategis yang ditempuh oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerahPenelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran kesenian rapai dan langkah-langkah strategis yang ditempuh oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerah