STIQ WALISONGOSTIQ WALISONGO

ALBAYANALBAYAN

Islam merupakan penyempurna dari agama samawi lainnya. Syariatnya berpedoman pada al quran dan hadits sebagai tolak ukur utama dalam menentukan baik buruknya suatu pekerjaan baik bersifat individual maupun sosial. kebenaran ajarannya bersifat absolut tak pernah terlekang oleh zaman dan waktu. Dalam hal tradisi, islam sangat menjunjung tradisi baik yang berkembang dengan dimasyarakat. Tidak sedikit tradisi ataupun adat istiadat yang mayoritas dianut oleh umat muslim sesuai dengan ajaran islam. sebagai contoh dalam jurnal ini adalah tradisi maulid nabi Muhammad saw. Artikel ini mengangkat tentang tradisi praktek maulid nabi Muhammad saw berdasarkan kajian sosiologi makna maulid di sini adalah lebih kepada peringatan kelahiran nabi Muhammad Saw yang telah menjadi tradisi dalam suatu masyarakat, daerah dan negara tertentu, Dengan demikian perayaan maulid nabi Muhammad saw yang dilakukan oleh masyarakat muslim sangat terkait dengan dimensi keagamaan sehingga Nampak tidak bisa dipisahkan dengan pranata-pranata social yang meliputi nilai dan norma agama.

Ajaran Islam mencakup kemaslahatan dalam semua aspek kehidupan dan memudahkan pemeluknya tanpa mengurangi tanggung jawab.Islam menjunjung tradisi atau budaya baik yang tidak mengandung unsur kesyirikan dan sesuai syariat, yang dapat membawa kebaikan, amal ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah.Oleh karena itu, penting menjaga tradisi yang baik dan tidak bertentangan dengan Islam, seperti perayaan Maulid Nabi.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana tradisi Maulid Nabi mempengaruhi kohesi sosial di berbagai wilayah Indonesia, dengan membandingkan tingkat partisipasi dan persepsi masyarakat terhadap nilai kebersamaan. Selanjutnya, diperlukan studi mengenai pengaruh media modern, khususnya media sosial, terhadap cara generasi muda menerima, memodifikasi, atau menolak praktik Maulid tradisional, sehingga dapat dipetakan dinamika perubahan budaya. Selain itu, analisis komparatif terhadap perspektif teologis Sunni dan Syiah mengenai Maulid dapat mengungkap perbedaan interpretasi yang memengaruhi bentuk praktik lokal, memberikan wawasan tentang bagaimana kerangka keagamaan membentuk adaptasi budaya dalam perayaan Maulid.

  1. #persepsi masyarakat#persepsi masyarakat
  2. #ibnu qayyim#ibnu qayyim
Read online
File size1.07 MB
Pages22
Short Linkhttps://juris.id/p-2UJ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test