STIQ WALISONGOSTIQ WALISONGO

ALBAYANALBAYAN

Hadist sebagai sumber pokok ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur`an. Untuk memahaminya secara mendalam dibutuhkan kajian secara komprehensif dengan metode dan pendekatan yang benar agar mampu menangkap maksud dan kandungan dalam sebuah hadist. Sesuai dengan perkembangan zaman, para ulama kontemporer terus mencoba memahami sebuah hadist dengan metode pemahaman mereka masing-masing. Di antara ulama kontemporer tersebut yaitu Muhammad al-Ghazali. Muhammad al-Ghazali menawarkan beberapa metode untuk memahami hadist Nabi Muhammad SAW. Metode pemahaman hadist dan implementasinya yang dikemukakan oleh Muhammad al-Ghazali telah memberi kontribusi yang cukup besar dalam menjawab berbagai persoalan umat Islam saat ini.

(1) Matan hadist harus sesuai dengan al-Qur`an, (2) Matan hadist harus sesuai hadist shahih lainnya, (3) Matan hadist harus sesuai dengan fakta sejarah, dan (4) Matan hadist harus sesuai dengan kebenaran ilmiah.Metode ini telah memberikan kontribusi besar dalam menjawab persoalan umat Islam saat ini.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan metode pemahaman hadist dengan mempertimbangkan konteks sosial-budaya kontemporer. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi lebih dalam mengenai kriteria kebenaran ilmiah dalam penilaian matan hadist, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan modern. Penelitian juga dapat fokus pada studi komparatif antara metode Muhammad al-Ghazali dengan ulama lainnya untuk menemukan titik temu yang dapat memperkaya khazanah ilmu hadist.

  1. #ilmu pengetahuan#ilmu pengetahuan
  2. #konteks sosial budaya#konteks sosial budaya
Read online
File size845.65 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2UH
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test