JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamFIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen IslamEra revolusi industri 4.0 atau era generasi keempat memberikan dampak terhadap dunia pendidikan termasuk di pesantren baik positif maupun negatif, hal ini terlihat dengan mudahnya informasi diperoleh dan diakses individu tanpa mengetahui asal usul informasi tersebut yang nantinya bisa menimbulkan fitnah dan kepanikan kepada orang lain. Mudahnya mengakses informasi tanpa mengetahui kebenarannya akan memunculkan berita palsu (hoax) yang mana perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan perselisihan antar masyarakat baik di dunia maya maupun dunia nyata. Hal ini bukan hanya sekadar bagaimana mengurangi akses informasi tetapi hal yang lebih esensial yakni menyadarkan individu akan pentingnya pemberian bimbingan dengan pendekatan sufistik. Dunia pendidikan dipesantren sebagai lini terdepan dalam peningkatan karakter sufistik santri sehingga mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan potensi pada abad 21 ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk merekonstruksi model bimbingan konseling Islam dalam membentuk karakter sufistik santri di era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian teoritis-deskriptif berbasis library research. Adapun hasil penelitian ini yakni model bimbingan konseling Islam dapat membentuk karakter sufistik santri dengan memberikan bantuan kepada konseli atau santri agar dapat mengembangkan segala fithrah‑nya untuk menghadapi masalahnya sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, dalam artian konseli atau santri mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT, yaitu; a) selaras dengan kodratnya yang ditentukan Allah, selaras dengan sunnatullah, selaras dengan hakikatnya sebagai makhluk Allah; b) selaras dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Allah melalui Rasul‑Nya; c) menyadari eksistensinya sebagai makhluk Allah yang diciptakan untuk menyembah atau mengabdi kepada Allah dalam arti seluas‑luasnya.
Penutup Berdasarkan uraian pembahasan tentang model bimbingan konseling Islam dalam membentuk karakter sufistik santri diketahui bahwa pemberian bantuan kepada konseli atau santri dikembangkan sesuai fithrah‑nya sehingga dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, dalam artian santri dapat hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT, yaitu.a) selaras dengan kodratnya yang ditentukan Allah, selaras dengan sunnatullah, selaras dengan hakikatnya sebagai makhluk Allah.b) selaras dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Allah melalui Rasul‑Nya.c) menyadari eksistensinya sebagai makhluk Allah yang diciptakan untuk menyembah atau mengabdi kepada Allah dalam arti seluas‑luasnya.
Penelitian selanjutnya dapat menguji keefektifan model bimbingan konseling Islam yang diusulkan dengan mengadakan studi kuantitatif yang mengukur perubahan karakter sufistik santri melalui instrumen yang valid, sehingga dapat memberikan bukti empiris mengenai dampak model tersebut pada perkembangan moral dan spiritual para santri; selanjutnya, mengingat pergeseran teknologi dan kebutuhan aksesibilitas, diperlukan eksplorasi penerapan model bimbingan konseling Islam secara daring atau hybrid, yang meneliti bagaimana platform digital dapat mempertahankan kualitas sufistik sekaligus menjangkau santri di wilayah terpencil, serta mengidentifikasi tantangan teknis dan pedagogis yang muncul; terakhir, penting untuk melakukan perbandingan antara pendekatan sufistik dengan pendekatan konseling konvensional dalam konteks pesantren, dengan fokus pada outcome kesehatan mental, prestasi akademik, dan kepuasan hidup santri, sehingga dapat menilai keunggulan relatif masing‑masing pendekatan dan memberikan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif.
| File size | 250.42 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
JELEJELE Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan tiga guru di Kabupaten Kudus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen,Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan tiga guru di Kabupaten Kudus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen,
UNZAHUNZAH After running for one school year, the government found that using the emergency curriculum got better results than the previous curriculum. Moreover,After running for one school year, the government found that using the emergency curriculum got better results than the previous curriculum. Moreover,
STAIMTASTAIMTA Gagasan-gagasannya relevan dalam mengatasi krisis pendidikan yang ditandai dengan materialisme, penurunan moral, dan nilai-nilai yang terpecah-belah. KerangkaGagasan-gagasannya relevan dalam mengatasi krisis pendidikan yang ditandai dengan materialisme, penurunan moral, dan nilai-nilai yang terpecah-belah. Kerangka
STAIMTASTAIMTA Tantangan yang diidentifikasi meliputi waktu pengajaran yang terbatas dan fasilitas yang kurang memadai, motivasi dan disiplin siswa yang tidak konsisten,Tantangan yang diidentifikasi meliputi waktu pengajaran yang terbatas dan fasilitas yang kurang memadai, motivasi dan disiplin siswa yang tidak konsisten,
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Perbedaan skor rata-rata antara santri yang mengikuti musabaqah tilawatil quran dengan yang tidak mengikuti yaitu selisih rata-ratanya antara 0,563 –Perbedaan skor rata-rata antara santri yang mengikuti musabaqah tilawatil quran dengan yang tidak mengikuti yaitu selisih rata-ratanya antara 0,563 –
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu menciptakan suasana kelas yang inklusif, memperkuat rasa empati, serta membentuk karakter siswaHasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran ini mampu menciptakan suasana kelas yang inklusif, memperkuat rasa empati, serta membentuk karakter siswa
JURNALP4IJURNALP4I Hasilnya menunjukkan bahwa pelaksanaan madrasah aliyah di Kota Bima berkomitmen pada pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru melalui pelatihanHasilnya menunjukkan bahwa pelaksanaan madrasah aliyah di Kota Bima berkomitmen pada pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru melalui pelatihan
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Pembelajaran Agama Islam yang komprehensif perlu ditekankan agar mampu menanamkan nilai tentang pentignya zakat, melalui pendidikan formal maupun non-formal,Pembelajaran Agama Islam yang komprehensif perlu ditekankan agar mampu menanamkan nilai tentang pentignya zakat, melalui pendidikan formal maupun non-formal,
Useful /
JELEJELE Metode kuantitatif dengan model konstelasi digunakan dengan sampel 161 guru menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesionerMetode kuantitatif dengan model konstelasi digunakan dengan sampel 161 guru menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner
STIMSUKMAMEDANSTIMSUKMAMEDAN ISS Indonesia Cabang Medan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (3,952 > 2,052). Sedangkan variabelISS Indonesia Cabang Medan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai t hitung > t tabel (3,952 > 2,052). Sedangkan variabel
STIMSUKMAMEDANSTIMSUKMAMEDAN Variabel penghargaan (X1) dan sanksi (X2) memberikan kontribusi pengaruh sebesar 57,1% terhadap kinerja karyawan tetap (Y), sementara sisanya sebesar 42,9%Variabel penghargaan (X1) dan sanksi (X2) memberikan kontribusi pengaruh sebesar 57,1% terhadap kinerja karyawan tetap (Y), sementara sisanya sebesar 42,9%
STIMSUKMAMEDANSTIMSUKMAMEDAN Secara parsial, integritas dan employee engagement berpengaruh signifikan terhadap kinerja Satpol PP Deli Serdang. Secara simultan, kedua variabel tersebutSecara parsial, integritas dan employee engagement berpengaruh signifikan terhadap kinerja Satpol PP Deli Serdang. Secara simultan, kedua variabel tersebut