UIN SUKAUIN SUKA

Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan HadisJurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis

Penelitian ini mengkaji Maṭlab al-Ṭālibīn fī Tafsīr Kalām Rab al-Ālamīn, sebuah karya tafsīr abad ke-16 oleh Yaqūb Ṣarfī, yang merupakan tonggak penting dalam perkembangan literatur tafsīr di Kashmir. Meskipun karya ini memiliki pengaruh besar dalam sejarah intelektual Kashmir, tafsīr Ṣarfī sering diabaikan dalam penelitian akademik karena kualitas manuskrip yang buruk dan keterbatasan sumber yang tersedia. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi struktur tafsīr Ṣarfī yang unik, yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu seperti tafsīr, ḥadīth, fiqh, kalām, dan taṣawwuf, serta bagaimana karya ini terhubung dengan tradisi tafsīr yang lebih luas di dunia Islam. Melalui analisis mendalam terhadap teks dan literatur terkait, artikel ini menunjukkan bagaimana Maṭlab al-Ṭālibīn menggambarkan peran penting cendekiawan Kashmir dalam mengembangkan tafsīr, sekaligus memperkaya wacana intelektual Islam pada abad ke-16. Meskipun karya ini tidak lengkap dan hanya mencakup sebagian kecil dari Al-Quran, kontribusinya sangat berharga dalam memahami tafsīr di wilayah sub-benua India, yang pada masa itu terpengaruh oleh karya-karya tafsīr besar seperti Tafsīr al-Qurtubī dan al-Bayḍhāwī. Penelitian ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pelestarian manuskrip Maṭlab al-Ṭālibīn, yang saat ini hanya ada dalam kondisi yang sangat rapuh. Artikel ini menekankan pentingnya upaya transkripsi dan konservasi untuk memastikan karya ini dapat terus dipelajari dan dianalisis oleh generasi mendatang. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pemahaman tafsīr di Kashmir, tetapi juga memperluas cakupan studi tafsīr yang lebih luas dalam tradisi keilmuan Islam.

Kajian terhadap Maṭlab al-Ṭālibīn menunjukkan peran sentralnya dalam sejarah intelektual dan spiritual Kashmir, serta menjadi bukti kuat atas kedalaman dan dinamika kepakaran keislaman di Kashmir pada abad ke-16.Karya ini, meskipun tidak lengkap, mencerminkan keterlibatan mendalam dengan Al-Quran dan penguasaan metodologis serta keilmuan yang luas dalam bidang-bidang seperti ilmu tafsir, hadis, fiqh, tasawuf, dan kalam.Perlunya upaya pelestarian manuskrip yang sangat rapuh ini sangat mendesak guna memastikan warisan intelektual ini tetap dapat diteliti dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Pertama, perlu dilakukan penelitian komprehensif untuk merekonstruksi keseluruhan teks Maṭlab al-Ṭālibīn melalui digitalisasi dan transkripsi manuskrip yang ada, sambil mengidentifikasi kemungkinan fragmen tambahan di koleksi perpustakaan lain, sebagai upaya menyelamatkan karya yang hampir hilang. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh Maṭlab al-Ṭālibīn terhadap perkembangan tafsir di wilayah Himalaya dan Asia Tengah, khususnya dalam hubungannya dengan penyebaran pemikiran Kubrawiyyah, untuk memahami alur transmisi intelektual lintas wilayah. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi komparatif antara metodologi tafsir Yaqūb Ṣarfī dengan para mufassir kontemporer di India dan Persia, terutama dalam integrasi ilmu rasional dan naqli, untuk mengidentifikasi keunikan kontribusi keilmuan Kashmir dalam tradisi tafsir Islam secara lebih luas. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi upaya konservasi dengan analisis mendalam mengenai konteks, pengaruh, dan signifikansi intelektual karya tersebut. Dengan pendekatan multidisipliner, kita dapat memahami bagaimana karya ini memperkaya khazanah keislaman di wilayah pinggiran dunia Muslim. Fokus pada pelestarian dan analisis karya ini juga dapat menginspirasi dokumentasi serupa terhadap manuskrip-manuskrip penting lainnya di kawasan ini. Membuka akses digital terhadap hasil transkripsi akan memperluas partisipasi akademik global. Studi lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi dampak karya ini terhadap pendidikan keagamaan lokal di Kashmir pada masa itu. Selain itu, penting untuk menyelidiki hubungan antara gagasan tafsir Ṣarfī dengan kebijakan politik Mughal, terutama terkait legitimasi kekuasaan. Penelitian masa depan sebaiknya mengintegrasikan temuan filologi dengan analisis sejarah intelektual untuk membangun narasi yang utuh. Upaya kolektif semacam ini akan mendorong penghargaan yang lebih adil terhadap tradisi keilmuan regional yang kerap terabaikan.

  1. #al adth#al adth
  2. #integrasi ilmu#integrasi ilmu
Read online
File size5.05 MB
Pages24
Short Linkhttps://juris.id/p-2Si
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test