SUNANBONANGSUNANBONANG

Miftah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis IslamMiftah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penerapan Break Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS) sebagai alat perencanaan laba pada Usaha Tahu Sumber Mulya di Kota Bengkulu. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara tidak terstruktur serta dokumentasi, dengan analisis kualitatif dan kuantitatif menggunakan pendekatan Break Even Point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022 kontribusi laba per unit tahu sebesar 41 Catatan dengan tingkat profit usaha 35,3% serta margin of safety 86,1%, sementara pada tahun 2023 kontribusi laba per unit meningkat menjadi 49,2% dengan profit 44,1% dan margin of safety 89,8%. Penggunaan perhitungan BEP dan safety stock memberikan gambaran menyeluruh tentang produksi tahu serta persediaan gudang, sehingga proses produksi dapat berkelanjutan dan menghasilkan laba yang diharapkan.

Analisis menunjukkan bahwa BEP pada tahun 2022 sebesar 1.952) dengan margin of safety 86,1% dan pada tahun 2023 sebesar 886.000) dengan margin of safety 89,8% serta rasio kontribusi masing-masing 41% dan 49,2%.Proyeksi laba tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp3,187,64 juta, yang memerlukan peningkatan penjualan sebesar 16,34 juta unit (menggunakan data 2022) atau 13,84 juta unit (menggunakan data 2023) serta penyesuaian total biaya.Untuk mencapai target laba, usaha perlu menyusun perencanaan BEP yang matang, meningkatkan safety stock serta menentukan persentase laba yang diinginkan dalam proses produksi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan strategi pemasaran digital memengaruhi volume penjualan dan titik impas pada usaha mikro, kecil, dan menengah seperti Usaha Tahu Sumber Mulya, sehingga dapatماني mengidentifikasi faktor-faktor digital yang paling efektif untuk meningkatkan profitabilitas. Selanjutnya, studi dapat mengintegrasikan analisis variabilitas biaya yang bersifat stokastik, termasuk fluktuasi harga bahan baku kedelai, untuk menguji keandalan model BEP dan MOS di bawah kondisi pasar yang tidak menentu, serta memberikan rekomendasi manajemen risiko yang lebih robust. Terakhir, perbandingan lintas sektor UMKM dapat dilakukan dengan membandingkan penerapan BEP dan MOS pada usaha makanan, kerajinan, dan jasa, guna menilai perbedaan pola biaya, margin keamanan, dan strategi perencanaan laba yang optimal di berbagai industri, yang pada gilirannya dapat membantu pembuat kebijakan merumuskan program dukungan yang lebih tersegmentasi.

  1. Pendampingan Pengelolaan Bisnis Syariah dalam Meningkatkan Kemandirian Lembaga di Yayasan Islam Al-Lathifah... doi.org/10.61231/jp2m.v2i1.208Pendampingan Pengelolaan Bisnis Syariah dalam Meningkatkan Kemandirian Lembaga di Yayasan Islam Al Lathifah doi 10 61231 jp2m v2i1 208
  2. Analisis Break Even Point dan Margin of Safety Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada Usaha Tahu Sumber Mulya... doi.org/10.61231/miftah.v2i1.243Analisis Break Even Point dan Margin of Safety Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada Usaha Tahu Sumber Mulya doi 10 61231 miftah v2i1 243
  1. #rumah sakit#rumah sakit
  2. #suku bunga#suku bunga
Read online
File size328.25 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-22v
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test