UIN SUKAUIN SUKA
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan HadisJurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan HadisTerjemah Al-Quran Bahasa Madura ditulis oleh tiga tim yang kesemuanya beranggotakan laki-laki. Ini memunculkan pertanyaan perihal bagaimana terjemahan terhadap ayat-ayat tentang perempuan, utamanya yang sekilas dan secara tekstual bertentangan dengan semangat kesetaraan gender. Untuk itu, melalui analisis isi, artikel ini menggambarkan bagaimana isu-isu kesetaraan gender dibingkai dalam terjemahan ayat-ayat tentang perempuan dalam wacana hukum keluarga. 8 ayat sampel membahas posisi lelaki dan perempuan mulai dari isu kepemimpinan, nusyuz, hubungan seksual, poligami, perceraian, hingga hak waris. Selain itu, dilakukan juga wawancara dengan perwakilan tim penerjemah dari ketiga versi. Meminjam tipologi penafsiran Al-Quran Amina Wadud, ditemukan tiga tipe penerjemahan, yakni bias gender, netral gender dan ramah gender, utamanya ketika dilakukan perbandingan antar tiga terjemahan. Di antara ketiganya, tipe kedualah yang dominan diikuti tipe pertama lalu tipe ketiga, menyiratkan lemahnya semangat kesetaraan gender. Hal tersebut muncul dari faktor teknis dan ideologis, yakni terbatasnya tempat untuk menyisipkan keterangan tambahan dan semangat kesetaraan gender. Lain dari itu, proporsi tersebut menunjukkan bagaimana pandangan para penerjemah membentuk hasil terjemah yang berpotensi memberi dampak pada tiga wilayah, yakni teoretis, praktis dan ideologis. Artikel ini menguatkan asumsi perihal kecenderungan ilmuwan lelaki untuk mengabaikan perspektif perempuan tak terkecuali dalam kajian Islam atau Al-Quran.
Meskipun tidak ada versi yang hanya mengandung satu tipe dan diketahui fakta bahwa ketiga versi didominasi oleh terjemahan netral gender, kecenderungan setiap versi tidak sulit ditemukan.Versi kedua memiliki terjemahan yang paling bias gender, yang sejalan dengan pertimbangan relevan yang dikemukakan oleh perwakilan tim penerjemah.Sementara itu, versi ketiga adalah yang paling ramah gender dan menariknya, perwakilan tim penerjemah versi pertamalah yang paling banyak menyebutkan pertimbangan di balik terjemahan yang ramah gender dibandingkan dengan versi ketiga.Versi kedua, meskipun mengandung terjemahan dan pertimbangan yang paling bias gender, memang mengandung satu contoh terjemahan yang ramah gender.Distribusi terjemahan ramah gender dalam ketiga versi ini, meskipun dalam porsi terkecil di antara dua tipe lainnya, menunjukkan kesadaran awal akan isu kesetaraan gender dan kemungkinan penyebaran semangat tersebut di masa depan.
Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada eksplorasi nilai-nilai dan kebajikan yang lebih luas di luar terjemahan Al-Quran bahasa Madura, terutama yang berkaitan dengan wacana gender, untuk mencegah penyederhanaan atau kesalahpahaman teks. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji lebih dalam implikasi praktis dan ideologis dari tipologi terjemahan, terutama dalam mengukur seberapa besar pengaruh suatu terjemahan dalam membentuk perspektif dan tindakan pembaca terkait isu-isu gender dalam keluarga dan masyarakat Madura. Studi komparatif lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis bagaimana audiens yang berbeda (berdasarkan usia, tingkat pendidikan, dan latar belakang sosial budaya) memproses dan menginternalisasi pesan-pesan yang disampaikan terjemahan Al-Quran bahasa Madura, serta bagaimana hal ini memengaruhi praktik-praktik keagamaan dan sosial mereka. Selain itu, perlu juga meneliti peran lembaga-lembaga keagamaan dan pendidikan dalam mempromosikan interpretasi Al-Quran yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.
- Full article: Introducing the Historical Gender Equality Index. full article introducing historical gender... tandfonline.com/doi/full/10.1080/13545701.2018.1442582Full article Introducing the Historical Gender Equality Index full article introducing historical gender tandfonline doi full 10 1080 13545701 2018 1442582
- The Movement of Muhammadiyah Women: Religious Values, Culture, and Gender Equality | Jurnal Ilmiah Peuradeun.... doi.org/10.26811/peuradeun.v13i1.1089The Movement of Muhammadiyah Women Religious Values Culture and Gender Equality Jurnal Ilmiah Peuradeun doi 10 26811 peuradeun v13i1 1089
- GENDERISASI DALAM TERJEMAHAN QUR’AN A REFORMIST TRANSLATION: STUDI PERBANDINGAN |... doi.org/10.35888/EL-WASATHIYA.V4I1.2351GENDERISASI DALAM TERJEMAHAN QURyCEAN A REFORMIST TRANSLATION STUDI PERBANDINGAN doi 10 35888 EL WASATHIYA V4I1 2351
- Islamic Law and Gender Equality: Challenges and Reforms in Sri Lanka’s Muslim Marriage and Divorce... doi.org/10.24260/jil.v5i2.2833Islamic Law and Gender Equality Challenges and Reforms in Sri LankaAos Muslim Marriage and Divorce doi 10 24260 jil v5i2 2833
| File size | 3.02 MB |
| Pages | 32 |
| DMCA | Report |
Related /
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Kedua, untuk dapat memperoleh makanan ruh yang ḥalālan ṭayyiban, seseorang harus menempuh proses zuhud, wara, dan riyāḍah serta mujāhadah. Ketiga,Kedua, untuk dapat memperoleh makanan ruh yang ḥalālan ṭayyiban, seseorang harus menempuh proses zuhud, wara, dan riyāḍah serta mujāhadah. Ketiga,
STIQ ALMULTAZAMSTIQ ALMULTAZAM Hasil menunjukkan bahwa Quthb tidak setuju dengan pluralisme agama karena keragaman agama adalah keharusan, sementara Esack berargumen bahwa siapa punHasil menunjukkan bahwa Quthb tidak setuju dengan pluralisme agama karena keragaman agama adalah keharusan, sementara Esack berargumen bahwa siapa pun
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Kelima kategori implementasi nilai-nilai dakwah Islam ini mengingatkan kita dan memberikan pemahaman mendalam bahwa film Buya Hamka Vol. I tidak hanyaKelima kategori implementasi nilai-nilai dakwah Islam ini mengingatkan kita dan memberikan pemahaman mendalam bahwa film Buya Hamka Vol. I tidak hanya
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Hasil analisis menunjukkan bahwa peran sosial politik kaum beriman kristiani sangat penting diwujudkan sebagai panggilan dan perutusan kerasulan sebagaimanaHasil analisis menunjukkan bahwa peran sosial politik kaum beriman kristiani sangat penting diwujudkan sebagai panggilan dan perutusan kerasulan sebagaimana
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Tulisan ini bertujuan untuk menggali makna pepatah Manggarai neka tapa satar, neka poka puar, lalu mengintegrasikannya dengan prinsip keharmonisan dalamTulisan ini bertujuan untuk menggali makna pepatah Manggarai neka tapa satar, neka poka puar, lalu mengintegrasikannya dengan prinsip keharmonisan dalam
SINTHOPSINTHOP Penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi antara komunitas Chinese‑Indonesian dan Muslim di Keude Siblah dibangun melalui hubungan sosial partisipatifPenelitian ini menunjukkan bahwa toleransi antara komunitas Chinese‑Indonesian dan Muslim di Keude Siblah dibangun melalui hubungan sosial partisipatif
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Konsep syukur dalam studi agama sangat ditekankan, bahkan menjadi bidang dakwah dan bagian dari praktik kehidupan. Namun dalam konteks pendidikan, pengembanganKonsep syukur dalam studi agama sangat ditekankan, bahkan menjadi bidang dakwah dan bagian dari praktik kehidupan. Namun dalam konteks pendidikan, pengembangan
ARIPAFIARIPAFI Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui kajian literatur historis dan analisis komparatif terhadap dokumen-dokumen klasik dan modern.Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui kajian literatur historis dan analisis komparatif terhadap dokumen-dokumen klasik dan modern.
Useful /
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan studi dokumentasi dan observasi langsung terhadap praktik sosial-keagamaanDengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan studi dokumentasi dan observasi langsung terhadap praktik sosial-keagamaan
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Adapun tujuan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mencoba mengeksplorasi dan mengungkap gejala sosial-spiritual dalam peranan penting kegiatan UCC terhadapAdapun tujuan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mencoba mengeksplorasi dan mengungkap gejala sosial-spiritual dalam peranan penting kegiatan UCC terhadap
INABJINABJ Morfologi eritrosit juga dapat dipengaruhi oleh stres oksidatif dan elemen jejak. Meskipun hubungan antara indeks eritrosit, aktivitas superoksida dismutaseMorfologi eritrosit juga dapat dipengaruhi oleh stres oksidatif dan elemen jejak. Meskipun hubungan antara indeks eritrosit, aktivitas superoksida dismutase
INABJINABJ Tingkat mutasi E6 dan E7 masing-masing adalah 45,4% dan 59,1%. Subjek dengan mutasi E6 memiliki ekspresi p53 dan pRb yang secara signifikan lebih tinggiTingkat mutasi E6 dan E7 masing-masing adalah 45,4% dan 59,1%. Subjek dengan mutasi E6 memiliki ekspresi p53 dan pRb yang secara signifikan lebih tinggi