JELEJELE

Journal of English Language and EducationJournal of English Language and Education

This study aims to explain the origin of Minangkabau ancestors in Pasambhan Maanta Marapulai Speech produced by ELTA Record Bukittinggi. This study discusses the origin of Minangkabau ancestors found in the video based on myth. The research employed a descriptive qualitative method, utilizing literature books and journals as supporting data. The analysis focused on explaining the implicit meanings within the Maanta Marapulai Extended Speech delivered by both the bridegroom and the bride. The results indicate that the ancestors of the Minangkabau people originated from the third son of Sultan Iskandar Zulkarnain, named Maharaja Diraja, who sailed through the Indian Ocean and discovered Perca Island (also known as Minangkabau). Maharaja Diraja then ascended Mount Merapi and established the first village, Siligundi Nan Baselo, in Pariangan Padang Panjang. Based on the analysis, the story is concluded to be a mythical narrative.

The research concludes that the origin of the Minangkabau people, as depicted in the wedding ceremony video, traces back to Maharaja Diraja, the third son of Sultan Iskandar Zulkarnain.He journeyed across the Indian Ocean to Perca Island, identified as Minangkabau, and initiated settlement at the foot of Mount Merapi, founding the first village of Siligundi Nan Baselo in Pariangan Padang Panjang.The narrative presented is fundamentally a myth, characterized by a lack of specific historical timing and reliance on symbolic and figurative language.Therefore, the story serves as a cultural origin myth rather than a factual historical account.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi variasi cerita asal-usul Minangkabau yang terdapat dalam berbagai upacara adat dan tradisi lisan di berbagai daerah di Sumatera Barat. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana mitos ini berkembang dan beradaptasi seiring waktu. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan mitos asal-usul Minangkabau dengan mitos asal-usul suku-suku lain di Indonesia atau bahkan di wilayah Asia Tenggara, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang mungkin ada. Penelitian ini dapat memperkaya pemahaman tentang proses pembentukan identitas etnis dan budaya. Terakhir, penelitian yang berfokus pada analisis semiotika terhadap simbol-simbol dan bahasa kiasan yang digunakan dalam Pasambahan Maanta Marapulai dapat mengungkap makna-makna tersembunyi dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat memberikan kontribusi pada pelestarian dan pengembangan warisan budaya Minangkabau.

  1. #nilai budaya#nilai budaya
  2. #warisan budaya#warisan budaya
Read online
File size570.96 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2P1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test