UNBARIUNBARI
Legalitas: Jurnal HukumLegalitas: Jurnal HukumPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yang didukung oleh pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini dilakukan di Nagari Gurun Panjang Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan diuraikan dalam bentuk deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peraturan Nagari dibentuk oleh pemerintahan nagari, yang terdiri atas Badan Permusyawaratan (BAMUS) Nagari bersama Wali Nagari. Kedudukan Peraturan Nagari dalam tata urutan perundang-undangan diakui sebagai salah satu bentuk ketetapan hukum yang mengikat; (2) pemerintahan nagari Gurun Panjang berwenang mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, termasuk dalam pembentukan Peraturan Nagari. Usulan pembuatan Peraturan Nagari dapat berasal dari wali nagari yang kemudian dibahas antara wali nagari dan BAMUS Nagari. Setelah disetujui bersama, maka Peraturan Nagari tersebut kemudian dibawa oleh kepala BAMUS Nagari kepada Wali Nagari untuk ditetapkan (dan kemudian disampaikan kepada Bupati melalui Camat sebagai bahan pembinaan dan pengawasan; (3) Sebuah Peraturan nagari terdiri dari beberapa bagian yang tersusun dalam suatu kerangka dan bersifat baku untuk setiap jenis peraturan perundang-undangan. Kerangka Peraturan Nagari terdiri atas 6 (enam) bagian, yaitu: Judul, Pembukaan, Batang Tubuh, Penutup, Penjelasan (jika diperlukan), dan Lampiran (jika diperlukan).
Peraturan nagari dibentuk oleh pemerintahan nagari yang terdiri dari Badan Permusyawaratan (BAMUS) Nagari dan Wali Nagari, serta diakui sebagai bentuk ketetapan hukum yang mengikat.Pemerintah nagari Gurun Panjang memiliki kewenangan mengatur dan mengurus rumah tangganya, termasuk pembentukan peraturan nagari melalui pembahasan antara wali nagari dan BAMUS Nagari.Peraturan nagari memiliki kerangka yang baku, terdiri dari judul, pembukaan, batang tubuh, penutup, penjelasan (jika diperlukan), dan lampiran (jika diperlukan).
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas implementasi Peraturan Nagari di Nagari Gurun Panjang, dengan fokus pada partisipasi masyarakat dan akuntabilitas pemerintah nagari. Selain itu, perlu diteliti mengenai optimalisasi peran BAMUS Nagari dalam proses pembentukan Peraturan Nagari, termasuk peningkatan kapasitas dan independensi lembaga tersebut. Studi komparatif mengenai mekanisme pembentukan Peraturan Nagari di berbagai nagari di Sumatera Barat juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat dirumuskan model pembentukan Peraturan Nagari yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sistem pemerintahan nagari yang lebih demokratis, transparan, dan akuntabel, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat nagari.
| File size | 669.13 KB |
| Pages | 11 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Jy |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Penelitian tentang puisi lama masyarakat Korea menemukan makna linguistik sebagai nasihat untuk kehidupan yang lebih baik serta memuliakan Tuhan Yang MahaPenelitian tentang puisi lama masyarakat Korea menemukan makna linguistik sebagai nasihat untuk kehidupan yang lebih baik serta memuliakan Tuhan Yang Maha
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Teknik pengumpulan data menggunakan tes esai menulis cerita pendek dan kuesioner untuk mengetahui respons siswa terhadap media audio visual. Dari dataTeknik pengumpulan data menggunakan tes esai menulis cerita pendek dan kuesioner untuk mengetahui respons siswa terhadap media audio visual. Dari data
UNZAHUNZAH Kesulitan ini semakin diperparah ketika guru hanya mengandalkan metode ceramah dan hafalan, yang seringkali menyebabkan kebosanan siswa dan menghambatKesulitan ini semakin diperparah ketika guru hanya mengandalkan metode ceramah dan hafalan, yang seringkali menyebabkan kebosanan siswa dan menghambat
PPSDPPPSDP Untuk mengatasi hal tersebut, tersedia banyak model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta menuntut keterlibatan aktif siswa dalamUntuk mengatasi hal tersebut, tersedia banyak model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta menuntut keterlibatan aktif siswa dalam
CRIACRIA Jenis dan sumber data penelitian adalah Data Primer dan Data Sekunder. Teknik pengumpulan data adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi dan penelitianJenis dan sumber data penelitian adalah Data Primer dan Data Sekunder. Teknik pengumpulan data adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi dan penelitian
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Subjek penelitian ini adalah 20 anak, yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitianSubjek penelitian ini adalah 20 anak, yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Objek penelitian ini berupa kegiatan mengurutkan lambang bilangan dengan menggunakan puzzle. Desain Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)Objek penelitian ini berupa kegiatan mengurutkan lambang bilangan dengan menggunakan puzzle. Desain Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
AKRABJUARAAKRABJUARA Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 5 yang berjumlahJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 5 yang berjumlah
Useful /
WALISONGOSAMPANGWALISONGOSAMPANG Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali makna pengalaman para kiai, ustaz, santri, dan masyarakat sekitar melalui wawancaraMenggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali makna pengalaman para kiai, ustaz, santri, dan masyarakat sekitar melalui wawancara
PPSDPPPSDP Indikator keberhasilan ditetapkan ketika minimal 85% siswa mencapai ketuntasan belajar setelah penerapan Metode Pembelajaran Discovery Learning. HasilIndikator keberhasilan ditetapkan ketika minimal 85% siswa mencapai ketuntasan belajar setelah penerapan Metode Pembelajaran Discovery Learning. Hasil
TRAVERSETRAVERSE Wicara ini dapat disampaikan dalam bentuk imperatif, interogatif, pernyataan, atau sekadar memberi petunjuk. Membahas penggunaan wicara direktif pentingWicara ini dapat disampaikan dalam bentuk imperatif, interogatif, pernyataan, atau sekadar memberi petunjuk. Membahas penggunaan wicara direktif penting
TRAVERSETRAVERSE Hasil menunjukkan 24 data directive termasuk perintah, permintaan, saran, dan ancaman. Analisis teks menunjukkan makna implikatif dalam konteks film yangHasil menunjukkan 24 data directive termasuk perintah, permintaan, saran, dan ancaman. Analisis teks menunjukkan makna implikatif dalam konteks film yang