TRAVERSETRAVERSE

Journal of Language and Applied LinguisticsJournal of Language and Applied Linguistics

Kertas ini mempelajari fenomena tindak tutur dalam wilayah Denpasar selama Piodalan – upacara pura yang dilaksanakan setiap 210 hari. Penduduk Bali, khususnya perempuan, bekerja sama untuk menyiapkan persembahan dan seluruh perlengkapan upacara. Selama persiapan, mereka tetap menggunakan Bahasa Bali sebagai media komunikasi. Dari percakapan yang tercatat, dapat diamati bahwa penggunaan wicara direktif lebih sering muncul dibandingkan fungsi tindak tutur lainnya, yaitu asertif, komitif, ekspresif, dan deklaratif. Wicara direktif bertujuan menghasilkan efek berupa tindakan pendengar. Wicara ini dapat disampaikan dalam bentuk imperatif, interogatif, pernyataan, atau sekadar memberi petunjuk. Membahas penggunaan wicara direktif penting untuk memperoleh makna sebenarnya dalam ujaran yang terjadi selama ritual.

Masyarakat Bali tetap menggunakan Bahasa Bali dalam acara tradisional seperti Piodalan meskipun modernisasi.Wicara direktif terutama muncul dalam bentuk imperatif karena situasi informal dan hubungan dekat antar peserta, dengan penggunaan instruksi langsung.Namun, dalam beberapa ujaran, wicara direktif juga muncul dalam bentuk interogatif.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara mendalam bagaimana perbedaan generasi memengaruhi penggunaan wicara direktif dalam berbagai ritual Bali, dengan membandingkan praktik Bahasa Bali pada keluarga muda yang tinggal di kawasan perkotaan yang sangat terpapar modernisasi dan warga lanjut usia yang berada di daerah pedesaan yang lebih tradisional, serta menganalisis peran hubungan keluarga dalam pemilihan bentuk imperatif atau interogatif. Selanjutnya, penting untuk mengkaji dampak percepatan industri pariwisata terhadap pergeseran bahasa, khususnya apakah peningkatan interaksi dengan wisatawan internasional menyebabkan penurunan frekuensi penggunaan wicara direktif atau mengubah bentuknya, sehingga dapat diidentifikasi strategi pelestarian Bahasa Bali yang efektif bagi perempuan dalam percakapan sehari-hari. Terakhir, sebuah studi komparatif yang memanfaatkan pendekatan kuantitatif berbasis korpus dapat membandingkan pola wicara direktif pada berbagai upacara tradisional Bali, seperti Piodalan, Odalan, dan upacara keagamaan lainnya, untuk mengungkap variasi bentuk imperatif dan interogatif serta faktor kontekstual yang memengaruhi pilihan tersebut, sehingga memberikan wawasan yang lebih luas mengenai dinamika sosial‑linguistik dalam konteks keagamaan.

  1. Journal of Language and Applied Linguistics. vol journal language applied linguistics traverse finally... doi.org/10.22334/traverse.v2i1Journal of Language and Applied Linguistics vol journal language applied linguistics traverse finally doi 10 22334 traverse v2i1
  1. #song lyrics#song lyrics
  2. #pelestarian bahasa#pelestarian bahasa
Read online
File size179.43 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Ms
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test