INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR
Indonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationIndonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationLatar Belakang: Keterlambatan bicara dan bahasa didefinisikan sebagai gangguan bicara seorang anak yang sulit dipahami dan kegagalan anak dalam menunjukkan perkembangan bahasa sesuai usia kronologis dan ditandai dengan pola suara bicara yang tidak sesuai untuk anak seusianya. Anak-anak dengan keterlambatan bicara memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah sosial, emosional, perilaku, dan kognitif di masa dewasa. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa antara 2,3% dan 19% anak-anak berusia 2-7 tahun diperkirakan mengalami keterlambatan bicara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh antara tingkat pendidikan orang tua terhadap keterlambatan bicara dan bahasa pada anak dan untuk menganalisis faktor risiko yang dapat mempengaruhi keterlambatan bicara dan bahasa pada anak. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan total 95 anak usia 2-7 tahun yang datang ke Instalasi Rehabilitasi Medik, 51 anak mengalami keterlambatan bicara dan bahasa dengan 44 anak yang tidak mengalami keterlambatan bicara sebagai kontrol. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan bahwa tidak ada hubungan statistik antara tingkat pendidikan orang tua dengan keterlambatan bicara dan bahasa pada anak, baik tingkat pendidikan ayah p=0,151 maupun tingkat pendidikan ibu p=0,660. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara riwayat asfiksia (p=0,023), adanya komorbid (p=< 0,001), paparan kebisingan (p=0,047) dan kurangnya stimulasi (p=<0,001) terhadap keterlambatan bicara dan bahasa pada anak. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan keterlambatan bicara dan bahasa pada anak, faktor medis yang berpengaruh adalah riwayat asfiksia dan adanya komorbiditas, sedangkan faktor lingkungan non-medis yang berpengaruh adalah paparan kebisingan di lingkungan tempat tinggal dan kurangnya stimulasi pada anak.
Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan keterlambatan bicara dan bahasa pada anak.Faktor medis yang berpengaruh adalah riwayat asfiksia dan adanya komorbiditas, sedangkan faktor lingkungan non-medis yang berpengaruh adalah paparan kebisingan di lingkungan tempat tinggal dan kurangnya stimulasi pada anak.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh kombinasi faktor risiko medis dan non-medis terhadap keterlambatan bicara, seperti interaksi antara riwayat asfiksia dan paparan kebisingan. Penelitian lain bisa mengkaji efektivitas program intervensi dini yang disesuaikan dengan jenis faktor risiko, misalnya stimulasi bahasa untuk anak dengan kurangnya interaksi orang tua. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran genetik dalam meningkatkan kerentanan terhadap keterlambatan bicara, khususnya dalam konteks interaksi dengan faktor lingkungan seperti kebisingan atau kurangnya stimulasi.
| File size | 376.95 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESRSANWARMEDIKASTIKESRSANWARMEDIKA Penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa perempuan memiliki level aktivitas fisik yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki selama masa pandemiPenelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa perempuan memiliki level aktivitas fisik yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki selama masa pandemi
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Artikel ini diharapkan dapat memberikan gambaran kebijakan serta tantangan yang dihadapi dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Donggala. PenanggulanganArtikel ini diharapkan dapat memberikan gambaran kebijakan serta tantangan yang dihadapi dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Donggala. Penanggulangan
AKRABJUARAAKRABJUARA Strategi pencegahan yang efektif ditekankan pada intervensi berbasis sekolah dan keluarga, penguatan ketahanan diri, dan kampanye edukasi yang relevan.Strategi pencegahan yang efektif ditekankan pada intervensi berbasis sekolah dan keluarga, penguatan ketahanan diri, dan kampanye edukasi yang relevan.
UNANDUNAND Selain itu, distrik sekolah mengungkapkan bahwa beberapa area mengalami tantangan yang lebih menonjol dalam mencapai tingkat keahlian yang seimbang. SelainSelain itu, distrik sekolah mengungkapkan bahwa beberapa area mengalami tantangan yang lebih menonjol dalam mencapai tingkat keahlian yang seimbang. Selain
UMBJMUMBJM Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang memerlukan terapi farmakologis jangka panjang, seringkali rumit karena regimen obat yangPenyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang memerlukan terapi farmakologis jangka panjang, seringkali rumit karena regimen obat yang
STIKBARSTIKBAR Despite the widespread repercussions, there exists a paucity of research focused on elucidating the post-COVID health status of this specific demographicDespite the widespread repercussions, there exists a paucity of research focused on elucidating the post-COVID health status of this specific demographic
UIN SUKAUIN SUKA Sebagai kesimpulan, artikel ini mengusulkan kepada semua Muslim untuk belajar dan mempraktikkan gaya kenabian dalam mengatasi masalah kesehatan mental.Sebagai kesimpulan, artikel ini mengusulkan kepada semua Muslim untuk belajar dan mempraktikkan gaya kenabian dalam mengatasi masalah kesehatan mental.
BKUBKU Teknik pengambilan sampelnya adalah cluster random sampling. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan gaya hidupTeknik pengambilan sampelnya adalah cluster random sampling. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan gaya hidup
Useful /
STTPBSTTPB 10:7), dan instruksi Paulus tentang kompensasi pekerja gereja (1Tim. 5:17-18). Fondasi dogmatis mencakup antropologi imago Dei, kristologi kenosis simetris,10:7), dan instruksi Paulus tentang kompensasi pekerja gereja (1Tim. 5:17-18). Fondasi dogmatis mencakup antropologi imago Dei, kristologi kenosis simetris,
STTPBSTTPB Penelitian ini menganalisis transformasi kepemimpinan Kristiani melalui dialog antarbudaya sebagai strategi membangun ketahanan komunitas. MenggunakanPenelitian ini menganalisis transformasi kepemimpinan Kristiani melalui dialog antarbudaya sebagai strategi membangun ketahanan komunitas. Menggunakan
STTPBSTTPB Pernikahan sebagai communitas/koinonia bukan urusan privat dua individu tetapi partisipasi dalam dan refleksi dari persekutuan trinitaris. Dialektika antaraPernikahan sebagai communitas/koinonia bukan urusan privat dua individu tetapi partisipasi dalam dan refleksi dari persekutuan trinitaris. Dialektika antara
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan RTW pada pasien CAD antara lain faktor sosiodemografis, psikososial, risiko kardiovaskular, riwayat medis, komplikasiFaktor-faktor yang memengaruhi kemampuan RTW pada pasien CAD antara lain faktor sosiodemografis, psikososial, risiko kardiovaskular, riwayat medis, komplikasi