DEPHUBDEPHUB

Jurnal Transportasi MultimodaJurnal Transportasi Multimoda

Permasalahan transportasi yang umum terjadi dalam perkotaan ialah tingginya penggunaan kendaraan bermotor (motorized). Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap transportasi, seperti kemacetan, kecelakaan, dan polusi udara. Selain itu, juga terjadi penurunan minat untuk menggunakan kendaraan tidak bermotor maupun angkutan umum, seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi untuk menunjang aktivitas. Kita bisa berkaca pada Ibu Kota Negara (IKN) yang mendorong mobilitas dan konektivitas yang terfokus pada kualitas hidup dengan menjadikan kota yang aktif dan ramah pejalan kaki, yang didesain lebih mengutamakan pejalan kaki atau pergerakan mobilitas aktif. Hal ini dapat menjadi contoh untuk kota-kota di Indonesia untuk mengedepankan transportasi berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor berpengaruh sebagai upaya menarik kembali minat masyarakat untuk berjalan kaki. Pengumpulan data penelitian menggunakan survei wawancara dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan pada Google Form. Pengolahan data menggunakan pendekatan SEM dengan bantuan software Smart-PLS. Berdasarkan data dari 250 responden, diperoleh faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan berjalan kaki, yakni amenities, ketertiban sosial, sikap, keselamatan, dan integrasi moda.

Analisis mengidentifikasi lima faktor utama yang memengaruhi minat berjalan kaki di Kota Salatiga, yaitu amenities, integrasi moda, keselamatan, ketertiban sosial, dan sikap pengguna kendaraan bermotor.Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pihak berwenang dalam merencanakan kebijakan yang mendorong kota lebih aktif dan ramah pejalan kaki.Direkomendasikan pengembangan fasilitas seperti tempat istirahat nyaman, sumber air minum gratis, pengaturan parkir, kepatuhan rambu, serta integrasi moda untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk memantau perubahan minat berjalan kaki setelah penerapan intervensi infrastruktur, sehingga dapat menilai efektivitas kebijakan dalam jangka waktu panjang. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang melibatkan beberapa kota di Indonesia guna menguji apakah faktor-faktor yang ditemukan di Salatiga bersifat universal atau dipengaruhi oleh konteks lokal masing-masing kota. Selanjutnya, pendekatan metode campuran dengan menambahkan wawancara mendalam dapat menggali motivasi, persepsi, dan hambatan budaya yang tidak terjangkau oleh survei kuantitatif, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku berjalan kaki masyarakat.

  1. Perencanaan Angkutan Umum Perkotaan Berkelanjutan | Munawar | UNISIA. perencanaan angkutan perkotaan... jurnal.uii.ac.id/index.php/Unisia/article/view/5472Perencanaan Angkutan Umum Perkotaan Berkelanjutan Munawar UNISIA perencanaan angkutan perkotaan jurnal uii ac index php Unisia article view 5472
  1. #faktor pengaruh#faktor pengaruh
  2. #minat jalan kaki#minat jalan kaki
Read online
File size660.64 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2DW
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test