DWCUDWCU

Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies

Buku Sejarah Riyaya Undhuh-Undhuh Mojowarno merupakan kajian yang mengungkap perjalanan dan makna hari raya undhuh-undhuh di kalangan jemaat Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno. Tradisi ini merupakan bentuk teologi lokal yang mengintegrasikan konteks agraris masyarakat Jawa dengan nilai-nilai kekristenan, khususnya melalui praktik syukur atas hasil panen. Proses penyelenggaraan undhuh-undhuh mencakup berbagai tahapan, mulai dari kebetan, keleman, hingga perayaan panen, yang dilakukan secara individu maupun kolektif melalui arak-arakan hasil bumi yang disebut krakalan. Buku ini menyajikan sejarah dan proses secara komprehensif, meskipun belum menguraikan secara mendalam proses refleksi teologis dan alasan teologis di balik kelangsungan tradisi ini.

Undhuh-undhuh merupakan wujud nyata teologi lokal yang dikembangkan oleh jemaat GKJW Mojowarno melalui integrasi budaya agraris Jawa dan ajaran Kristen.Buku ini menyajikan secara komprehensif sejarah dan proses pelaksanaan undhuh-undhuh, namun belum menguraikan secara mendalam proses refleksi teologis dan dasar teologis kelangsungannya.Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengisi celah tersebut dan memberikan dasar yang lebih kuat bagi gereja lain untuk mengadopsi atau mengembangkan tradisi serupa.

Pertama, perlu dilakukan penelitian etnografi mendalam untuk memahami proses refleksi teologis jemaat Mojowarno dalam merancang dan menghayati undhuh-undhuh sebagai bentuk berteologi dari bawah. Penelitian ini bisa mengungkap bagaimana nilai Alkitab diinterpretasikan dalam konteks agraris dan bagaimana komunitas mengonstruksi makna ritual tersebut secara kolektif. Kedua, penting untuk mengeksplorasi alasan teologis dan empiris di balik keberlangsungan undhuh-undhuh, termasuk dampaknya terhadap kehidupan iman jemaat, baik secara spiritual maupun sosial. Studi ini bisa menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh gereja dan peserta ritual. Ketiga, perlu dikembangkan kajian komparatif antara undhuh-undhuh dengan tradisi serupa di gereja-gereja lain di Jawa atau wilayah agraris Indonesia untuk melihat potensi reproduksi model teologi lokal ini. Melalui pendekatan komparatif, bisa ditemukan prinsip-prinsip umum yang memungkinkan adaptasi tradisi lokal ke dalam praktik keagamaan Kristen di berbagai konteks.

  1. #alpha female lidia#alpha female lidia
  2. #pemuda gkmi jepara#pemuda gkmi jepara
Read online
File size406.33 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2E3
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test