UNTAGUNTAG

DIA: Jurnal Administrasi PublikDIA: Jurnal Administrasi Publik

Salah satu tugas pemerintah adalah menyediakan gaji yang adil dan layak serta memastikan kesejahteraan aparatur sipil negara. Selain gaji, aparatur sipil negara diberikan tunjangan dan fasilitas lain sesuai peraturan perundang‑undangan. Penyediaan tambahan penghasilan pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta produktivitas pegawai, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tambahan penghasilan pegawai dapat meningkatkan kinerja pegawai serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang mendukung dan menghambat kebijakan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Untuk menggali informasi mengenai penyediaan tambahan penghasilan pegawai, penulis menentukan informan meliputi Walikota Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Tim Pokja Penyediaan Tambahan Penghasilan Pegawai, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan tambahan penghasilan pegawai di Pemerintah Kota Banjarmasin telah meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawai serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang mendukung dan menghambat kebijakan tersebut berdasarkan indikator kinerja Dwiyanto (2006), yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, tanggung jawab, dan akuntabilitas. Kelima indikator kinerja tersebut mengalami perbaikan dan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai melalui pemberian tambahan penghasilan.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, penyediaan tambahan penghasilan berbasis kinerja (TPP) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin terbukti meningkatkan penyerapannya anggaran pada setiap SKPD, selaras dengan indikator kinerja yang diusulkan oleh Dwiyanto (2006) meliputi produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, tanggung jawab, dan akuntabilitas.Peningkatan kinerja dan produktivitas terlihat dari disiplin pegawai dalam kehadiran kerja serta pelaksanaan tugas harian, sebagaimana tercatat dalam laporan aktivitas harian yang terintegrasi dengan sistem TPP.Selain itu, terdapat hubungan sinergis antara atasan dan bawahan, di mana subordinn mengirimkan laporan pekerjaan dan atasan melakukan penilaian untuk memperkuat kerja sama tim dalam organisasi.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas kebijakan TPP di beberapa kota besar Indonesia untuk mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan program, sehingga dapat memberikan rekomendasi adaptasi kebijakan yang lebih tepat guna. Selanjutnya, studi longitudinal mengenai dampak TPP terhadap motivasi, kepuasan kerja, dan tingkat turnover aparatur sipil dapat memperjelas hubungan jangka panjang antara insentif kinerja dan retensi SDM di sektor publik. Terakhir, penelitian mengenai penerapan sistem digitalisasi dalam administrasi TPP, termasuk transparansi pembayaran dan integrasi data kinerja, dapat menilai sejauh mana teknologi informasi meningkatkan akuntabilitas serta efisiensi pelaksanaan kebijakan tambahan penghasilan pegawai.

  1. #efektivitas kebijakan#efektivitas kebijakan
  2. #kinerja pegawai#kinerja pegawai
Read online
File size220.19 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2ua
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test