TEBUIRENGTEBUIRENG

Nabawi: Journal of Hadith StudiesNabawi: Journal of Hadith Studies

Rumusan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī yang bersifat praktis dan operasional dibutuhkan terutama dalam ranah Studi Hadis yang bersifat ilmiah-akademik. Rumusan metode dan tahapan itu diharapkan bisa memberi kontribusi dan solusi terhadap problem ketidakdetailan, ketidakkomprehensifan, dan ketidaktuntasan studi hadis taḥlīlī yang beredar. Tujuan tulisan ini ada dua. Pertama, merumuskan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī yang bersifat praktis dan operasional, terutama untuk diimplementasikan pada kajian hadis yang bersifat ilmiah-akademik. Kedua, mengimplementasikan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī pada hadis “al-dunyā sijn al-mumin wa-jannat al-kāfir. Dengan menerapkan metode dan pendekatan Ilmu Hadis, tulisan ini menyimpulkan dua hal. Pertama, studi hadis taḥlīlī adalah kegiatan mengupas tuntas satu hadis tertentu yang mencakup analisis eksternal dan analisis internal. Kedua, rumusan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī itu bisa memastikan kehujahan hadis “al-dunyā sijn al-mumin wa-jannat al-kāfir dan kandungan maknanya.

Penelitian ini merumuskan bahwa studi hadis taḥlīlī adalah analisis komprehensif terhadap satu hadis tertentu, meliputi evaluasi eksternal dan internal.Analisis eksternal mengonfirmasi hadis “al-dunyā sijn al-mumin wa-jannat al-kāfir sebagai sahih, diterima sebagai hujah.Sementara itu, analisis internal menunjukkan bahwa pemahaman makna hadis tersebut terkait erat dengan balasan akhirat bagi mukmin dan kafir, yaitu nikmat atau azab.

Penelitian ini telah berhasil merumuskan dan mengimplementasikan metodologi studi hadis taḥlīlī yang praktis dan operasional pada satu hadis tertentu, memberikan kontribusi signifikan terhadap ranah kajian hadis ilmiah-akademik. Untuk memperkaya temuan ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengaplikasikan metodologi yang telah dikembangkan pada berbagai jenis hadis, khususnya yang memiliki kompleksitas sanad atau matan yang lebih tinggi, seperti hadis-hadis yang secara tradisional dinilai daif, guna menguji adaptabilitas metode dalam mengidentifikasi kecacatan tersembunyi (illa) atau penyimpangan (shudhūdh) secara lebih konsisten. Kedua, studi komparatif mendalam antara metodologi taḥlīlī ini dengan kerangka analisis hadis lain yang sudah mapan perlu dilakukan untuk secara sistematis mengevaluasi efisiensi, kedalaman analisis, serta potensi keunggulan atau keterbatasan masing-masing metode, yang nantinya dapat menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan metodologi analisis hadis yang lebih terpadu. Terakhir, melihat potensi standarisasi yang ditawarkan oleh metodologi ini, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengembangan perangkat lunak berbasis digital atau modul pedagogis yang mengintegrasikan tahapan-tahapan analisis hadis taḥlīlī, dengan tujuan mempermudah proses takhrīj komprehensif, jarḥ wa-tadīl otomatis, serta itibār jalur sanad bagi peneliti dan mahasiswa, sehingga kualitas pendidikan dan penelitian studi hadis dapat terus ditingkatkan secara keseluruhan.

  1. #perangkat lunak#perangkat lunak
  2. #metode studi pustaka#metode studi pustaka
Read online
File size420.92 KB
Pages35
Short Linkhttps://juris.id/p-2to
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test