ADAIKEPRIADAIKEPRI

JUPADAI : Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJUPADAI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Pasca pandemi COVID-19 telah membuka peluang dan tantangan bagi setiap orang untuk dapat mengoptimalkan aktivitas digital. Konsep digitalisasi yang diterapkan oleh para wirausahawan yang mampu bertahan meski terjadi wabah pandemi global dapat menjadi pilihan meski sangat potensial bagi wirausahawan untuk memaksimalkan keuntungan. Praktik penggunaan Qris di Indonesia masih hanya dirasakan pada pasar-pasar besar di perkotaan, sehingga belum maksimal ditembus oleh pasar-pasar di pedesaan dan perbatasan. Seperti halnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan model rumahan yang ada di pedesaan dan hanya bermodal kecil. Sedangkan bagi pelaku UMKM di Dusun lima Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, sistem pembayaran QRIS berpotensi untuk diterapkan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Universitas Katolik Widya Mandira dengan metode pelatihan dan pendampingan mengenai manfaat sistem pembayaran digital QRIS bagi UMKM. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM dan mampu bertransformasi di era digital. Hasil dari pengabdian ini adalah terwujudnya pembuatan QRIS untuk UMKM dan hasil survei menunjukkan mitra sangat puas dengan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan sistem pembayaran QRIS untuk UMKM.

Pelatihan dan pendampingan pembuatan sistem pembayaran non tunai QRIS penting bagi UMKM di Desa Baumata Timur untuk meningkatkan potensi dan inovasi mereka.Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, namun masih terdapat kendala terkait pemisahan rekening pribadi dan usaha pada pelaku UMKM.Oleh karena itu, disarankan agar tim pengabdian memberikan pelatihan pengelolaan keuangan guna memisahkan dana usaha dan pribadi serta memperkuat penerapan QRIS.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor‑faktor yang mempengaruhi keberlanjutan penggunaan QRIS pada UMKM di wilayah pedesaan, dengan meneliti peran persepsi keamanan, kemudahan penggunaan, dan dukungan infrastruktur digital sebagai variabel utama. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengevaluasi dampak program literasi keuangan terintegrasi terhadap kemampuan pelaku UMKM memisahkan rekening pribadi dan usaha, serta mengukur perubahan pada kinerja penjualan dan profitabilitas selama periode enam bulan hingga satu tahun. Selain itu, penelitian komparatif dapat menguji skalabilitas model pelatihan dan pendampingan QRIS yang diterapkan di Desa Baumata Timur dengan menerapkannya di beberapa desa lain di Nusa Tenggara Timur, untuk menilai efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan inklusi digital dan kepuasan pengguna. Hasil dari ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan pedoman kebijakan yang lebih tepat dalam memperluas adopsi pembayaran digital serta meningkatkan kapasitas manajerial keuangan UMKM di daerah terpencil.

  1. Analisis Peraturan Penggunaan QRIS Sebagai Kanal Pembayaran Pada Praktik UMKM Dalam Rangka Mendorong... doi.org/10.24843/AC.2021.v06.i03.p3Analisis Peraturan Penggunaan QRIS Sebagai Kanal Pembayaran Pada Praktik UMKM Dalam Rangka Mendorong doi 10 24843 AC 2021 v06 i03 p3
  2. LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM DALAM UPAYA MENCIPTAKAN BISNIS BERKELANJUTAN | Jurnal Komunikasi Pemberdayaan.... jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/197LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM DALAM UPAYA MENCIPTAKAN BISNIS BERKELANJUTAN Jurnal Komunikasi Pemberdayaan jurnal apmd ac index php JKP article view 197
  1. #pengelolaan keuangan#pengelolaan keuangan
  2. #pengolahan limbah#pengolahan limbah
Read online
File size496.21 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2sg
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test