MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

BULLET : Jurnal Multidisiplin IlmuBULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu

Electronic nose (E-Nose) adalah salah satu inovasi terkini yang memainkan peran penting dalam identifikasi gas aromatik selain menggunakan gas chromatography-mass spectrometry (GCMS). Pengujian kualitatif bahan aromatik menggunakan E-Nose dikombinasikan dengan metode analisis multivariant principal component analysis (PCA) dan neural network (NN) decision tree sangat diperlukan saat ini. E-Nose dalam penelitian ini digunakan sebagai alat uji kosentrasi (kemurnian) gas aromatik dari minyak kayu putih (Melaleuca leucadendron L.) dengan pengoplos alkohol. PCA akan menempatkan persebaran data sampel kemudian dipetakan dan dikelompokan. Campuran antara minyak kayu putih dengan alkohol diperoleh PCA1 sebesar 98.58%, sedangkan PCA2 bernilai sebesar 1,06% dengan akumulasi sebesar 99,64%. Data sampel kemudian diintegrasikan dengan model NN decision tree dan diperoleh excellent classification mendekati 100% sekaligus memiliki good-fitting dengan tidak mengalami gap antara data training dan data testing. E-Nose diperlukan sistem kendali yang stabil dengan sensor-sensor gas yang akurat dengan pengukuran dalam orde milli Volt (mV).

Sensor Gas TGS2600, TGS2602 dan TGS2620 memiliki sensitivitas yang lebih baik untuk jenis gas mudah menguap, terutama golongan minyak atsiri seperti minyak kayu putih.Analisis PCA mampu membedakan aroma dari sampel gas campuran minyak kayu putih dengan alkohol berdasarkan respons tegangan sensor E-Nose, dengan dua komponen PC1 dan PC2 merepresentasikan data sebesar 98,58% dan 1,06%.Model NN decision tree menghasilkan klasifikasi sangat baik dengan skor akurasi dan presisi mendekati 99,99%, menunjukkan kemampuannya dalam mengklasifikasi dan memprediksi data secara akurat.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan E-Nose yang lebih sensitif dan spesifik untuk mendeteksi berbagai tingkat pengoplosan pada minyak kayu putih, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang dapat memengaruhi kinerja sensor. Studi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengoptimalkan algoritma PCA dan Neural Network dalam mengidentifikasi komponen-komponen kimia spesifik dalam minyak kayu putih, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih detail tentang kualitas dan kemurniannya. Selain itu, penelitian mendatang dapat mengeksplorasi potensi penggunaan E-Nose dalam aplikasi lain di bidang pertanian dan industri, seperti pemantauan kualitas produk makanan dan minuman, atau deteksi dini penyakit pada tanaman, dengan mengadaptasi dan mengkalibrasi sistem untuk mendeteksi senyawa volatil yang relevan dalam konteks tersebut. Bagaimana performa E-nose, bila digunakan pada minyak kayu putih dari berbagai daerah? Serta bagaimana efektifitas metode ini bila dibandingkan dengan metode GCMS?.

  1. #produk umkm#produk umkm
  2. #pendidikan jasmani#pendidikan jasmani
Read online
File size416.13 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2pI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test