ITKESWHSITKESWHS

Abdimas MedikaAbdimas Medika

Penyebaran virus COVID-19 kian masif belakangan ini. Tingginya angka penularan membuat setiap negara melakukan imbauan kepada rakyatnya agar mengurangi aktivitas keluar rumah. Indonesia sendiri masyarakat juga diimbau untuk bekerja, belajar dan beribadah dirumah masing-masing selama pandemi virus Corona. Kebijakan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa kalangan dan mungkin terasa menyiksa. Kendati tengah menjalani isolasi, jika ada urusan yang penting seperti belanja kebutuhan pokok masyarakat tetap diperbolehkan untuk keluar rumah. Namun, mereka perlu mengikuti protokol ketat terkait keluar dan masuk rumah selama masa pandemi. Harapan besar dengan melakukan protokol masuk dan keluar rumah saat pandemi COVID- 19 sesuai anjuran pemerintah tersebut, kita dapat membantu menghentikan penyebaran berbagai macam bakteri atau virus, termasuk Virus Corona, di dalam rumah. Namun, pada akhirnya, berdiam di rumah menjadi cara paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari Virus Corona.

Diharapkan dengan hasil kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik saat pandemi covid 19 dengan menerapkan protocol keluar masuk rumah serta masyarakat dapat mengetahui, mengenali dan mengatasi gangguan kesehatan fisik, termasuk tanda dan gejala covid-19.Setiap orang perlu menjaga kesehatan fisik untuk menghindari keluhan fisik yang muncul akibat virus, dengan meningkatkan imunitas tubuh dan menerapkan etika keluar.

Penelitian ini menggunakan pengeras suara di masjid untuk memberikan edukasi, namun efektivitas metode ini perlu diteliti lebih dalam. Sebuah studi baru dapat membandingkan tingkat kepatuhan dan pemahaman masyarakat setelah menerima informasi melalui pengeras suara, dengan metode lain seperti sosialisasi door-to-door atau kampanye media sosial yang lebih interaktif. Penelitian semacam ini akan menentukan pendekatan mana yang paling tepat untuk diadopsi oleh pemerintah di tingkat komunitas kecil. Selain itu, studi ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, namun belum tentu mencerminkan perubahan perilaku nyata. Oleh karena itu, penelitian berikutnya bisa fokus pada menganalisis kesenjangan antara pengetahuan yang dimiliki dengan praktik penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah masyarakat yang paham benar-benar disiplin membersihkan diri dan barang bawaan saat pulang ke rumah? Terakhir, aspek psikologis yang mendasari perilaku masyarakat juga layak untuk diteliti lebih lanjut. Faktor seperti kebosanan berkepanjangan di rumah, tingkat kecemasan terhadap virus, atau bahkan kelelahan mengikuti aturan (pandemic fatigue) bisa menjadi penyebab rendahnya kepatuhan. Penelitian baru dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi keputusan seseorang dan intervensi psikologis apa yang paling efektif untuk menjaga disiplin masyarakat dalam jangka panjang.

  1. #anak usia sekolah#anak usia sekolah
  2. #perilaku masyarakat#perilaku masyarakat
Read online
File size500.94 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2ca
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test