UIIIUIII

Muslim Politics ReviewMuslim Politics Review

Apakah Paradoks Berkelanjutan? adalah sebuah buku yang disunting yang menelaah apa yang disebut paradoks Bangladesh, yang merujuk pada bagaimana negara tersebut menikmati tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi meskipun menghadapi masalah struktural seperti tata kelola yang buruk. Disunting oleh Selim Raihan, François Bourguignon, dan Umar Salam, buku ini melakukan analisis institusional yang sistematis terhadap trajektori pembangunan Bangladesh. Inti dari buku ini memecahkan pertanyaan yang telah membingungkan para ahli ekonomi pembangunan dan ilmuwan politik selama lebih dari dua dekade: bagaimana Bangladesh berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan yang mengesankan dalam indikator sosial sambil mempertahankan tata kelola yang lemah dan lembaga politik yang rapuh? Paradoks Bangladesh ini bukan sekadar teka-teki rasa ingin tahu empiris, tetapi juga tantangan serius bagi teori ekonomi politik yang dominan, karena hal ini menunjukkan bahwa di bawah konfigurasi historis dan politik tertentu, pertumbuhan dapat muncul meskipun tidak adanya apa yang secara konvensional didefinisikan sebagai lembaga-lembaga yang baik.

Buku ini menggunakan pendekatan ekonomi politik multi-sektoral yang menggabungkan analisis kualitatif dengan studi kasus empiris, sehingga memberikan kedalaman analitis yang signifikan.Namun, buku ini memiliki keterbatasan, seperti kurangnya studi kasus perbandingan dan tidak mengusulkan strategi reformasi institusional yang konkret, sehingga hanya memberikan diagnosis tanpa resep yang jelas.Secara keseluruhan, buku ini merupakan kontribusi yang penting bagi para akademisi dan pembuat kebijakan dengan menawarkan refleksi yang tajam namun penuh harapan mengenai trajektori pembangunan Bangladesh, sekaligus memperingatkan potensi ketidakberlanjutan paradoks tersebut di masa depan.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan temuan buku ini dengan cara membandingkan kasus Bangladesh secara mendalam dengan negara lain yang mengalami fenomena serupa, seperti Ethiopia atau Vietnam. Sebuah pertanyaan penelitian yang menarik adalah, sejauh mana paradoks pembangunan dengan institusi lemah di Bangladesh juga terjadi di tempat lain, dan apa faktor spesifik yang menyebabkan kemiripan atau perbedaan dalam kasus tersebut? Selain itu, penelitian lanjutan sangat penting untuk merancang dan menganalisis strategi reformasi kelembagaan yang konkret, misalnya di sektor perpajakan atau peradilan, tanpa mengganggu kesepakatan informal yang telah menopang pertumbuhan. Fokusnya adalah mengidentifikasi aktor kunci dan urutan kebijakan yang diperlukan agar reformasi dapat berjalan efektif di lapangan. Terakhir, sebuah studi lanjutan bisa mengeksplorasi lebih jauh konsep tata kelola yang cukup baik (good enough governance) yang disinggung di buku ini. Penelitian ini bertujuan menemukan kriteria eksak serta batas ketahanan model tersebut di Bangladesh, terutama dalam menghadapi tantangan besar di masa depan seperti perubahan iklim dan meningkatnya ketimpangan sosial yang dapat mengancam stabilitas.

  1. On the Sustainability of Bangladesh Paradox | Muslim Politics Review. bangladesh paradox muslim politics... doi.org/10.56529/mpr.v4i2.471On the Sustainability of Bangladesh Paradox Muslim Politics Review bangladesh paradox muslim politics doi 10 56529 mpr v4i2 471
  1. #pertumbuhan ekonomi#pertumbuhan ekonomi
  2. #ekonomi politik islam#ekonomi politik islam
Read online
File size101.07 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2bt
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test