STIKESYARSIMATARAMSTIKESYARSIMATARAM

Jurnal LENTERAJurnal LENTERA

Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan Discharge Planning masih menjadi masalah diberbagai Negara, beberapa upaya dilakukan oleh badan professional dan Pemerintah di Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Kanada untuk merencanakan Discharge Planning yang Optimal. Dampak langsung yang terjadi atas kurangnya Discharge Planning menyebabkan penderitaan bagi pasien dan keluarga mereka dan meningkatkan biaya pada sistem kesehatan, bahkan penurunan kecil dalam lama rawat inap dan tingkat penerimaan kembali di rumah sakit dapat memberikan dampak finansial yang tinggi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah wawancara, observasi, implementasi dan evaluasi. Didapatkan masalah manajemen keperawatan yang ditemukan adalah belum optimalnya pelaksanaan discharge planning di ruang siger. Rencana yang akan dilakukan yaitu edukasi mengenai discharge planning dengan sasaran kegiatan yaitu perawat di ruang siger RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam melaksanakan discharge planning di ruangan siger. Implementasi dilakukan pada tanggal 3 April 2024 dengan hasil pemahaman discharge planning keperawatan di ruangan Siger telah meningkat dibuktikan dengan hasil pre-test 60-75 dan post-test 85-95. Oleh karena itu, diharapkan kepala bidang keperawatan, kepala ruangan, dan seluruh perawat di ruangan Siger berkomitmen untuk melakukan discharge planning secara konsisten sesuai SOP, karena keberhasilan discharge planning dari peran seorang perawat dalam melaksanakan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini dilaksanakan di bulan Maret 2023.Kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh perawat ruangan secara daring.Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi tentang pelaksanaan dan pentingnya discharge planning bagi perawat.Diharapkan dengan hasil penulisan KIA ini, manajemen Rumah Sakit Dr.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung mendukung dan peningkatan pengetahuan para perawatnya dengan dibuatnya berbagai kebijakan seperti sosialisasi dan pelatihan internal tentang discharge planning.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor-faktor lain yang mempengaruhi pelaksanaan discharge planning, seperti motivasi, beban kerja, dan komunikasi yang efektif. Pengembangan studi lebih lanjut dapat fokus pada evaluasi efektivitas program edukasi discharge planning terhadap penurunan tingkat readmisi pasien, serta analisis biaya yang terkait dengan implementasi program discharge planning yang komprehensif. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan melibatkan perawat dari berbagai rumah sakit dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam discharge planning dan faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan implementasinya, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih umum dan relevan bagi pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

  1. Tingkat Pengetahuan Perawat Dengan Pelaksanaan Discharge Planning Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit | Cendekia... jurnal.stikesalmaarif.ac.id/index.php/cendekia_medika/article/view/212Tingkat Pengetahuan Perawat Dengan Pelaksanaan Discharge Planning Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Cendekia jurnal stikesalmaarif ac index php cendekia medika article view 212
  1. #discharge planning#discharge planning
Read online
File size339.05 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-21i
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test