NEOLECTURANEOLECTURA
POSTULATPOSTULATPerkembangan era digital yang cepat telah mengubah perilaku masyarakat secara signifikan, khususnya dalam cara melakukan transaksi di Indonesia. Seiring dengan penetrasi kemajuan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, terdapat ketergantungan yang meningkat terhadap kontrak elektronik, terutama dalam e-commerce. Studi ini mengeksplorasi standar hukum dan aplikasi praktis dari kontrak elektronik di Indonesia, menelusuri bagaimana mereka memenuhi syarat kontrak tradisional seperti kesepakatan bersama, kapasitas, objek yang spesifik, dan tujuan yang sah sebagaimana diuraikan dalam Pasal 1320 KUH Perdata. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif, berfokus pada tinjauan literatur yang komprehensif untuk memahami kerangka hukum yang ada dan bagaimana mereka diterapkan pada transaksi elektronik. Analisis bertujuan untuk menjembatani prinsip teoretis dengan aplikasi dunia nyata, mengambil dari sumber primer dan sekunder untuk memperkaya temuan penelitian. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kontrak elektronik memfasilitasi efisiensi dan aksesibilitas yang lebih luas dalam transaksi, masih terdapat kompleksitas dalam memastikan keabsahan dan keberlakuan mereka, terutama terkait prinsip itikad baik dan kapasitas kontraktual. Penafsiran hukum yang signifikan masih cenderung ke arah kebutuhan perjanjian tertulis meskipun penerimaan hukum terhadap format elektronik sebagai perjanjian yang mengikat di bawah hukum Indonesia. Studi lebih lanjut mengamati disparitas dalam pengakuan hukum dan aplikasi praktis kontrak elektronik, menyarankan kebutuhan akan regulasi yang lebih jelas dan perlindungan konsumen yang lebih kuat di pasar digital.
Kontrak elektronik dalam transaksi e-commerce di Indonesia, yang diatur dalam UU ITE, harus memenuhi prinsip Pasal 1320 KUH Perdata, termasuk kesepakatan, kecakapan, objek, dan sebab yang sah.Studi ini menyoroti tantangan keabsahan kontrak elektronik, terutama terkait itikad baik, kapasitas hukum, keabsahan objek, serta isu kurangnya negosiasi dalam kontrak baku.Oleh karena itu, hukum harus terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan yang adil bagi semua pihak dalam transaksi elektronik.
Penelitian lanjutan dapat mendalami bagaimana dinamika kontrak elektronik di Indonesia dapat dianalisis secara lebih komprehensif. Pertama, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyeluruh, mungkin melalui survei dan wawancara mendalam, untuk menggali persepsi dan pengalaman nyata para pelaku usaha e-commerce serta konsumen terkait penerapan prinsip itikad baik dan pemenuhan syarat kecakapan hukum dalam kontrak elektronik, khususnya pada penggunaan kontrak baku. Ini akan memberikan data lapangan yang berharga untuk memahami gap antara regulasi dan praktik, serta potensi kerugian yang mungkin timbul akibat kurangnya negosiasi yang adil. Kedua, studi komparatif dengan yurisdiksi lain yang telah memiliki kerangka hukum kontrak elektronik yang lebih mapan atau inovatif akan sangat bermanfaat. Misalnya, menganalisis bagaimana negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau Eropa mengatasi tantangan terkait verifikasi identitas, persetujuan yang sah, dan mekanisme penyelesaian sengketa dalam transaksi digital dapat menawarkan model atau praktik terbaik yang relevan untuk dipertimbangkan dalam penyempurnaan UU ITE dan interpretasi Pasal 1320 KUH Perdata di Indonesia. Ketiga, mengingat pesatnya perkembangan teknologi, penting untuk mengeksplorasi potensi implementasi solusi berbasis teknologi canggih seperti blockchain atau kecerdasan buatan dalam proses pembentukan dan penegakan kontrak elektronik. Penelitian dapat mengkaji bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan transparansi, keamanan, dan otentikasi data, serta memfasilitasi audit kontrak secara otomatis, guna memperkuat kepastian hukum dan perlindungan konsumen dalam transaksi e-commerce, khususnya terkait syarat keabsahan objek dan pencegahan praktik yang tidak beritikad baik. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga mengintegrasikan dimensi sosial dan teknologi untuk menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih adil dan efisien.
- Group Counseling as an Effort to Improve Effectiveness Implementation of Correction Client Personality... journal.neolectura.com/index.php/postulat/article/view/1137Group Counseling as an Effort to Improve Effectiveness Implementation of Correction Client Personality journal neolectura index php postulat article view 1137
- The Application of Rehabilitation Sentences for Narcotics Addicts (Case Study of North Jakarta District... journal.neolectura.com/index.php/postulat/article/view/1665The Application of Rehabilitation Sentences for Narcotics Addicts Case Study of North Jakarta District journal neolectura index php postulat article view 1665
- Development of the ASEAN Qualification Recognition Framework (AQRF) on Halal Management Standardization... doi.org/10.37010/lit.v3i2.404Development of the ASEAN Qualification Recognition Framework AQRF on Halal Management Standardization doi 10 37010 lit v3i2 404
- Analysis of the Validity of Electronic Contracts in E-commerce Transactions | POSTULAT. analysis validity... doi.org/10.37010/postulat.v2i2.1710Analysis of the Validity of Electronic Contracts in E commerce Transactions POSTULAT analysis validity doi 10 37010 postulat v2i2 1710
| File size | 215.41 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-28c |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
USMUSM Abstrak: Penelitian ini menganalisis dampak hukum informasi dan transaksi elektronik (ITE) terhadap kebebasan berbicara di ruang digital di Indonesia selamaAbstrak: Penelitian ini menganalisis dampak hukum informasi dan transaksi elektronik (ITE) terhadap kebebasan berbicara di ruang digital di Indonesia selama
UIDUID Pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha tersebut dengan memalsukan produk co-branding milik pihak lain adalah berbentuk passing off. Passing off sendiriPelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha tersebut dengan memalsukan produk co-branding milik pihak lain adalah berbentuk passing off. Passing off sendiri
KOMPETIFKOMPETIF Hambatan utama dalam pelayanan meliputi kurangnya sarana pendukung seperti ruang tunggu dan komputer, pegawai yang sering meninggalkan tugas di jam kerja,Hambatan utama dalam pelayanan meliputi kurangnya sarana pendukung seperti ruang tunggu dan komputer, pegawai yang sering meninggalkan tugas di jam kerja,
APTISIAPTISI Saat ini, banyak industri menggunakan Smart Contracts, seperti industri bisnis yang mencatat layanan keuangan, industri kesehatan yang mencatat riwayatSaat ini, banyak industri menggunakan Smart Contracts, seperti industri bisnis yang mencatat layanan keuangan, industri kesehatan yang mencatat riwayat
JAYABAYAJAYABAYA Dengan demikian, KPID DKI Jakarta dapat menggunakan hasil survei ini dalam proses perizinan untuk memastikan penyediaan program yang relevan dan berkualitasDengan demikian, KPID DKI Jakarta dapat menggunakan hasil survei ini dalam proses perizinan untuk memastikan penyediaan program yang relevan dan berkualitas
UMAUMA Implementasi Kebijakan Pusat Informasi Publik pada Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara secara umum telah berjalan dengan baik, meskipun terdapat perbedaanImplementasi Kebijakan Pusat Informasi Publik pada Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara secara umum telah berjalan dengan baik, meskipun terdapat perbedaan
IUSIUS Apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pendaftaran tanah yang di peroleh melalui jual beli di Kecamatan Jonggat. Jenis penelitian yang digunakan adalahApa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pendaftaran tanah yang di peroleh melalui jual beli di Kecamatan Jonggat. Jenis penelitian yang digunakan adalah
IAESCOREIAESCORE Penelitian ini mengusulkan dua metode rekomendasi baru dengan mengintegrasikan kemiripan semantik pada pendekatan collaborative filtering (CF) dan content‑basedPenelitian ini mengusulkan dua metode rekomendasi baru dengan mengintegrasikan kemiripan semantik pada pendekatan collaborative filtering (CF) dan content‑based
Useful /
STIECENDEKIAKUSTIECENDEKIAKU Jenis data yang digunakan adalah data sekunder kualitatif. Data perbandingan yang digunakan adalah rumah toko serupa yang memiliki karakteristik sama denganJenis data yang digunakan adalah data sekunder kualitatif. Data perbandingan yang digunakan adalah rumah toko serupa yang memiliki karakteristik sama dengan
JITERAJITERA Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan bahasa Inggris di Indonesia telah meningkatkan keterlibatan siswa, pembelajaran mandiri, serta memberikanIntegrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan bahasa Inggris di Indonesia telah meningkatkan keterlibatan siswa, pembelajaran mandiri, serta memberikan
UNANDUNAND Penelitian dilakukan di satu pasar tradisional di Sumatera Barat, yaitu Batu Sangkar. Data berupa semua ucapan yang dihasilkan oleh pedagang perempuanPenelitian dilakukan di satu pasar tradisional di Sumatera Barat, yaitu Batu Sangkar. Data berupa semua ucapan yang dihasilkan oleh pedagang perempuan
UIDUID Akan tetapi, cara konsiliasi sangat minim dipilih oleh konsumen dan dianggap kurang efektif. Permasalahan yang dibahas yaitu tentang hambatan yang dihadapiAkan tetapi, cara konsiliasi sangat minim dipilih oleh konsumen dan dianggap kurang efektif. Permasalahan yang dibahas yaitu tentang hambatan yang dihadapi