UNKRISUNKRIS

Journal of Urban and Regional Development StudiesJournal of Urban and Regional Development Studies

Pertambahan penduduk Kota Administrasi Jakarta Timur sangat pesat sejak tahun 2000 sebesar 1.959.022 jiwa dan tahun 2017 mencapai 2.892.783 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 2.4 % per tahun. Dengan perkembangan penduduk ini akan menuntut suatu aktifitas pelayanan pemenuhan kebutuhan dan alokasi ruang seperti : perdagangan dan jasa, permukiman dan perumahan, zona industri, perkantoran, pendidikan, kesehatan, transportasi, ruang terbuka hijau dan lain – lain. Selain itu munculnya pusat – pusat kegiatan di wilayah Jakarta Timur diantaranya Pusat Grosir Cililtan (PGC), perdagangan dan jasa Jatinegara/Rawamangun/Perumnas Klender/Pasar Rebo, pusat pemerintahan di kecamatan Cakung, Perkampungan Industri Kecil Cakung, pergudangan dan industri Pulao Gadung, pusat furniture Klender, pertahanan dan keamanan di Cikeas, pusat pariwisata budaya (TMII). Pengaturan peruntukan ruang dan peraturan zonasi secara umum dan khsususnya di koridor Jalan Pahlawan Revolusi Kelurahan Pondok Bambu telah diatur dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 1 tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang kota dan Peraturan Zonasi 2014 – 2034. Berdasarkan fakta lapangan saat ini yang terkait implementasi pemanfaatan ruang di koridor jalan Pahlawan Revolusi Kelurahan Pondok Bambu disandingkan dengan ketentuan dalam Perda RDTR dan PZ DKI Jakarta tersebut menunjukan bahwa : terjadi perubahan penggunaan lahan dan kegiatan, ketidaksesuaian pola ruang, ketidaksesuaian intensitas pemanfaatan ruang (KDB, KDH, GSB), minimnya terhadap izin pemanfaatan ruang (IMB). Dari kejadian pemanfaatan ruang ini berdampak terhadap sistem transportasi seperti (bangkitan lalu lintas, kemacetan lalu lintas, moda transportasi). Selain itu juga belum optimalnya implementasi pemanfaatan ruang juga disebabkan kurangnya pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh pemerintah daerah beserta partisipasi masyarakat dan dunia usaha, atau bisa juga kualitas dari RDTR dan PZ belum operasional dalam mengahadapi dinamika pembangunan yang sangat cepat di lapangan.

Mendorong keberlangsungan keseimbangan antara pemanfaatan ruang dengan sistem transportasi di Jl Pahlawan Revolusi guna menciptakan suasana koridor Jl Pahlawan Revolusi yang harmonis antara pemanfaatan ruang dengan sistem transportasi dengan penataan kembali terhadap bangunan-bangunan yang belum standar KDB 40-60 %, KB 2-4 Lantai, dan GSB 10 Meter.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model transportasi terintegrasi yang mempertimbangkan karakteristik unik koridor jalan perkotaan seperti Jalan Pahlawan Revolusi. Studi ini bisa menguji efektivitas berbagai kebijakan, seperti pembatasan kendaraan pribadi dan peningkatan kualitas transportasi umum, dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas. Selain itu, perlu diteliti bagaimana penerapan teknologi cerdas, seperti sistem manajemen lalu lintas adaptif dan aplikasi informasi perjalanan, dapat mengoptimalkan penggunaan jalan dan mengurangi dampak negatif dari perubahan pemanfaatan lahan. Penelitian juga dapat dilakukan dengan memodelkan dampak berbagai skenario tersebut terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi wilayah tersebut. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut dapat memberikan wawasan berharga bagi perencanaan kota yang berkelanjutan dan berpusat pada transportasi publik yang terjangkau.

  1. #dki jakarta#dki jakarta
  2. #sistem transportasi#sistem transportasi
Read online
File size906.62 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-27W
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test