UMWUMW

Jurnal Nasional TeknomedikJurnal Nasional Teknomedik

Salah satu penyebab nyeri lutut antara lain pada orang dewasa bisa dikarenakan adanya trauma seperti terjatuh, keseleo, penyakit, cedera pada waktu olahraga baik yang disadari ataupun tidak serta kecelakaan. Hampir semua kecelakaan atau cidera serius perlu diikuti dengan tindakan terapi. Akibat dari kecelakaan, yaitu pengendara bisa mengalami cidera patah tulang (fraktur). Untuk mengatasi masalah dari kasus cedera lutut yaitu dilakukan dengan fisioterapi, guna untuk mengembalikan fungsi lutut seperti semula dengan cara menggunakan alat terapi bantu gerak yaitu Continuous Passive Motion (CPM). Rancangan alat terapi CPM ini dilengkapi dengan fitur emergency sebagai tombol yang digunakan untuk menghentikan proses terapi saat terjadi nyeri pada pasien. Alat ini menggunakan motor stepper nema 23 sebagai penggerak bantalan alat dengan driver motor TB6600 sebagai pengatur pulsa pergerakan pada motor stepper. Pergerakan dari bantalan alat mampu membentuk sudut kemiringan 45, 70, dan 95 derajat. Rancangan ini dilakukan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Februari 2023 di Workshop Program Studi Teknologi Elektro-Medis Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Mandala Waluya. Mikrokontroler IC ATmega328 membutuhkan catu daya sebesar 5V DC untuk bekerja dan mengontrol semua sistem yang saling terhubung antara satu sama lain, berupa LCD 16x2 sebagai output berupa data timer dan sudut yang ditampilkan, driver motor TB6600 dan motor stepper nema 23. Untuk driver motor TB6600 dan motor stepper membutuhkan catu daya sebesar 9-40 V untuk dapat menggerakkan bantalan alat. Dalam penelitian ini ditambahkan push button untuk memilih settingan dan tombol emergency sebagai tombol yang berfungsi untuk menghentikan proses terapi secara tiba-tiba. Alat ini masih menggunakan bahan di bagian bodi yang terbuat dari plat yang cukup berat, maka saran pengembangan selanjutnya untuk memilih bahan yang lebih ringan, motor yang digunakan pada alat ini suara yang dihasilkan sangat bising dan beban yang mampu digerakkan maksimal 18kg, sehingga untuk pengembangan selanjutnya dapat mengganti motor dengan suara yang lebih smooth dan beban angkat yang lebih berat.

Alat ini didesain dengan bentuk bantalan yang pergerakannya sesuai dengan pergerakan sendi lutut dengan sudut maksimal yang dapat di peroleh yaitu 950.Untuk menentukan sudut bantalan dapat dilakukan dengan menghitung banyaknya putaran motor stepper 1×3600 secara berulang hingga terbentuk sudut yang akan diatur.Dalam merancang system mekanik CPM menggunakan supply tegangan 24V DC, yang menggunakan motor stepper yang memiliki pergerakan 2 fasa (bolak - balik) sebagai penggerak bantalan dengan menghitung putaran motor 1 x 3600.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan bahan ringan untuk mengurangi bobot alat agar lebih nyaman digunakan. Selain itu, penggunaan motor dengan suara lebih halus bisa menjadi arah studi untuk meningkatkan kenyamanan pasien selama terapi. Terakhir, penelitian juga perlu mengkaji kemungkinan meningkatkan kapasitas beban alat hingga mampu menangani pasien dengan kebutuhan terapi yang lebih berat. Dengan menggabungkan ketiga aspek ini, alat CPM dapat menjadi lebih efektif, aman, dan nyaman untuk berbagai kondisi medis yang memerlukan terapi pasif berkelanjutan.

  1. Perancangan Portable Continuous Passive Motion (CPM) sebagai Alat Bantu Rehabilitasi Fraktur Lutut Pasca... doi.org/10.26623/elektrika.v14i1.4078Perancangan Portable Continuous Passive Motion CPM sebagai Alat Bantu Rehabilitasi Fraktur Lutut Pasca doi 10 26623 elektrika v14i1 4078
  1. #output suara#output suara
  2. #bangun alat#bangun alat
Read online
File size852.61 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-253
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test