LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA
Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan HumanioraTulisan ini mengambil objek kajian manuskrip berjudul Wawacan Panji Wulung, karya H. Muhamad Musa, salinan tahun 1862. Manuskrip tersebut diyakini satu-satunya karya sastra Sunda berujud manuskrip, yang disalin ke dalam teks manuskrip Jawa. Manuskrip Wawacan Panji Wulung (WPW) berdasarkan hasil penelitian Sumarlina (1990), teridentifikasi sebanyak delapan buah, terdiri atas dua buah teks naskah dalam bentuk tulisan tangan (manuskrip) dan enam buah teks naskah cetakan. Namun dalam tulisan ini secara khusus hanya melibatkan tiga buah manuskrip. Teks-teks naskah WPW dimaksud menggunakan huruf Cacarakan dan huruf Latin, berbahasa Sunda dan Belanda. Kedelapan manuskrip itu teksnya tidak ada yang utuh. Melalui garapan filologis, baik kodikologis maupun tekstologis, akhirnya dapat ditentukan tiga buah teks naskah WPW yang lebih banyak digunakan dalam rangka menyusun sebuah Edisi Teks Wawacan Panji Wulung yang lengkap dan bebas dari kesalahan, agar dapat lebih mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat pada saat ini, sehingga akhirnya bisa dipertanggungjawabkan dan dipandang mendekati teks aslinya. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis komparatif. Penggarapan teks didasarkan kepada metode landasan dan metode gabungan. Untuk teks WPW melibatkan pendekatan filologi dan hermeneutik. Kecacatan WPW ini disebabkan oleh gejala salah tulis di dalam tradisi penurunan sepanjang sejarah perkembangannya, meliputi penggantian (substitutions), penghilangan (omissions), penambahan (additions), dan perubahan (transpositions). Edisi Teks WPW yang digubah dalam bentuk wawacan, meliputi sebanyak 28 pupuh yang terdiri atas 1018 pada. Manuskrip WPW termasuk ke dalam salah satu khazanah susastra Sunda yang memiliki nilai tinggi, bila dibandingkan dengan karya-karya sastra lainnya yang sejaman. Hal ini tampak dari hasil tinjauan dari sudut pandang karya sastra, meskipun tinjauan yang dilakukan belum menyeluruh dan mendalam. Tinjauan dari aspek sastra pada dasarnya hanyalah sebagai pembuka jalan bagi penelitian selanjutnya dan dapat dijadikan sebagai referensi literasi bagi ilmu lain.
Teks manuskrip Wawacan Panji Wulung (WPW) yang berbahasa Sunda ini merupakan salah satu karya sastra yang digubah oleh R.WPW ini termasuk karya sastra yang memiliki nilai tinggi dibandingkan dengan karya-karya sastra sezamannya, bahkan dari segi isinya, WPW ini telah mampu menjembatani khazanah susastra Sunda klasik ke alam suasana Sunda yang modern.dari suasana dunia supernaturalis ke dunia realistis, walaupun masih bertahan pada lingkungan keraton.Moehamad Moesa mampu menuangkan ide dan gagasannya yang luas dan realistis, ia sangat realistik melihat dunia dengan rasionya, bukan melalui angan-angan yang berada di luar dunia nyata.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam Wawacan Panji Wulung, dengan membandingkannya dengan karya sastra Sunda lain yang sezaman, untuk melihat bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dan relevan dalam konteks masyarakat Sunda modern. Studi komparatif ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana pandangan dunia dan nilai-nilai masyarakat Sunda pada masa lalu diungkapkan melalui karya sastra, serta relevansinya bagi generasi saat ini. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan menganalisis bagaimana Wawacan Panji Wulung diadaptasi atau diinterpretasikan dalam berbagai bentuk seni pertunjukan atau media modern, seperti film, teater, atau seni visual, sehingga menggali bagaimana pesan dan nilai-nilai dalam karya sastra tersebut disampaikan kepada audiens yang lebih luas dan beragam. Kemudian, penelitian berikutnya dapat berfokus pada peran dan dampak Wawacan Panji Wulung dalam pendidikan karakter dan pembentukan identitas budaya di kalangan generasi muda Sunda, dengan mengeksplorasi bagaimana karya sastra ini dapat digunakan sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan memperkuat rasa kebanggaan terhadap warisan budaya Sunda.
| File size | 220.54 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
DINUSDINUS Guna dapat merancang identitas visual dan media promosi nya, maka tentu observasi, wawancara, kuesioner, ilmu tentang ruang lingkup, nilai dan keunggulanGuna dapat merancang identitas visual dan media promosi nya, maka tentu observasi, wawancara, kuesioner, ilmu tentang ruang lingkup, nilai dan keunggulan
HK PUBLISHINGHK PUBLISHING Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan adat istiadat di Desa Cikate bukan merupakan bentuk resistensi pasif terhadap modernisasi, melainkan hasilPenelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan adat istiadat di Desa Cikate bukan merupakan bentuk resistensi pasif terhadap modernisasi, melainkan hasil
STIE AASSTIE AAS Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanMetode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
ULUMUNAULUMUNA Tantangan dalam memasukkan cerita rakyat ke dalam pendidikan karakter, seperti kurangnya apresiasi terhadap budaya lokal dan minimnya materi pembelajaranTantangan dalam memasukkan cerita rakyat ke dalam pendidikan karakter, seperti kurangnya apresiasi terhadap budaya lokal dan minimnya materi pembelajaran
UINSIUINSI Penggabungan sukuk hijau ke dalam blue sukuk belum terwujud sehingga sektor maritim halal tetap kurang terfunding. Keterbatasan berasal dari pengumpulanPenggabungan sukuk hijau ke dalam blue sukuk belum terwujud sehingga sektor maritim halal tetap kurang terfunding. Keterbatasan berasal dari pengumpulan
UINSIUINSI Makalah ini juga menyoroti kekhawatiran atas klaim identitas gender yang tidak terverifikasi, dengan mengutip insiden di mana individu secara palsu mengklaimMakalah ini juga menyoroti kekhawatiran atas klaim identitas gender yang tidak terverifikasi, dengan mengutip insiden di mana individu secara palsu mengklaim
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode feminis. Teknik penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan pengumpulan dataMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode feminis. Teknik penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan pengumpulan data
STKIP JBSTKIP JB Pantun berfungsi sebagai alat pemelihara bahasa dan media mengasah kreativitas berpikir asosiatif melalui permainan kata-kata. Budaya berpantun bagi masyarakatPantun berfungsi sebagai alat pemelihara bahasa dan media mengasah kreativitas berpikir asosiatif melalui permainan kata-kata. Budaya berpantun bagi masyarakat
Useful /
DINUSDINUS Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penerapan ibu terhadap makanan bebas gluten dan kasein. Penelitian ini menggunakan metodePenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penerapan ibu terhadap makanan bebas gluten dan kasein. Penelitian ini menggunakan metode
STIE AASSTIE AAS Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation ModelingData dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling
STIE AASSTIE AAS Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kesejahteraan karyawan tetap dan kesinambungan bisnis dalam industri budidaya udang, menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kesejahteraan karyawan tetap dan kesinambungan bisnis dalam industri budidaya udang, menggunakan
UNUDUNUD Ubud menawarkan model pariwisata yang berbeda dan mungkin unik dibandingkan kota-kota wisata lainnya, yang dapat dipahami melalui proses keterbukaan danUbud menawarkan model pariwisata yang berbeda dan mungkin unik dibandingkan kota-kota wisata lainnya, yang dapat dipahami melalui proses keterbukaan dan