UNTADUNTAD

Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal)Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal)

Faloak (Sterculia populifolia DC.) merupakan salah satu jenis tumbuhan suku Sterculiaceae yang banyak ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpotensi sebagai tumbuhan obat khususnya sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi kajian fisikokimia ekstrak klika faloak (Sterculia populifolia DC.) menggunakan variasi pelarut terhadap penghambatan bakteri patogen. Ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda yaitu aseton, aseton 70%, aquades, etanol 96%, etanol 70% dan etanol 50%. Hasil estraksi melalui metode maserasi menunjukkan adanya perbedaan perolehan rendemen dari masing-masing larutan penyari. Rendemen tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 70%, sedangkan rendemen terendah dari ekstrak aseton. Peningkatan kepolaran pelarut pada penelitian ini tidak memberikan pengaruh terhadap besarnya perolehan rendemen. Hal tersebut juga terlihat dari kadar fenolik total tertinggi diperoleh dari ekstrak aseton 70% sedangkan yang terendah pada ekstrak aquades. Aktivitas antibakteri ekstrak klika faloak terhadap Salmonella typhi diuji menggunakan metode difusi agar dengan larutan ekstrak 1%. Ekstrak etanol 96% dan aseton tidak menunjukkan adanya aktivitas penghambatan. Aktivitas penghambatan terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol 50%. Tingkat kepolaran ekstrak, tingkat kadar fenolik total dan besarnya perolehan rendamen juga tidak menunjukkan hubungan peningkatan aktivitas penghambatan pada Salmonella thypi.

Jenis pelarut yang digunakan yaitu aseton, aseton 70%, aquades, etanol 96%, etanol 70% dan etanol 50% mempengaruhi sifat fisikokimia ekstrak klika faloak dengan perolehan rendemen yang berbeda.Ekstrak etanol 96% dan aseton tidak menunjukkan penghambatan terhadap Salmonella thypi.Penghambatan pertumbuhan Salmonella thypi ditunjukkan oleh ekstrak etanol 50% (13,617 mm), etanol 70% (13,367 mm), aquadest (10,77 mm) dan aseton 70% (10,623 mm).Tingkat kepolaran ekstrak dan besarnya perolehan rendamen juga tidak menunjukkan hubungan peningkatan aktivitas penghambatan pada Salmonella thypi.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut kemampuan ekstrak klika faloak dalam menghambat bakteri patogen lainnya selain Salmonella thypi. Selain itu, perlu adanya studi tentang pengaruh kombinasi pelarut terhadap efektivitas ekstrak dalam menghambat bakteri patogen. Penelitian juga dapat difokuskan pada identifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri ekstrak klika faloak serta mekanisme kerjanya.

  1. Korelasi Kajian Fisikokimia Ekstrak Klika Faloak (Sterculia populifolia DC.) Menggunakan Variasi Pelarut... doi.org/10.22487/j24428744.2018.v4.i1.9170Korelasi Kajian Fisikokimia Ekstrak Klika Faloak Sterculia populifolia DC Menggunakan Variasi Pelarut doi 10 22487 j24428744 2018 v4 i1 9170
  1. #streptococcus mutans#streptococcus mutans
  2. #asam lemak#asam lemak
Read online
File size127.9 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1Zd
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test