UNSOEDUNSOED

JOS | Universitas Jenderal SoedirmanJOS | Universitas Jenderal Soedirman

SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) merupakan virus penyebab pandemi COVID-19 secara global. Virus ini diketahui mengkodekan empat protein struktural dan enam belas protein non‑struktural, termasuk Papain‑Like protease (PLpro). Enzim ini berperan penting dalam maturasi poli‑protein viral, pembentukan replika‑transkriptase, serta penyaluran respons imun innate inang terhadap infeksi virus. Untuk menghambat aktivitas PLpro, sejumlah senyawa inhibitor telah dikembangkan dari sumber alam. Senyawa flavonoid yang berasal dari daun bay (Syzygium polyanthum) dan kulit mahoni (Swietenia macrophylla), serta fenolik dari kulit kayu putih (Gmelina arborea Roxb.), telah dilaporkan memiliki aktivitas antivirus, namun belum ada studi mengenai potensi mereka sebagai inhibitor PLpro SARS‑CoV‑2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menyelidiki efek penghambatan PLpro SARS‑CoV‑2 oleh 11 ligan daun bay, 3 ligan kulit mahoni, dan 6 ligan kulit kayu putih menggunakan metode in silico dengan YASARA dan PLANTS. Ligand terbaik yang diperoleh adalah epigallocatechin‑3‑gallate (−98,93 kcal/mol), katekin (−80,10 kcal/mol), epikatekin (−80,12 kcal/mol), dan balanophonin (−83,36 kcal/mol) berdasarkan nilai energi ikatan yang lebih rendah dibandingkan ligan referensi ribavirin (−74,06 kcal/mol) dan benserazide (−90,93 kcal/mol). Selain itu, keempat ligan tersebut memenuhi prediksi sifat fisikokimia, farmakokinetik, dan toksisitas, berbeda dengan ligan alami VIR251 yang berisiko menginhibisi hERG sehingga berpotensi menyebabkan konsekuensi fatal. Berdasarkan hasil tersebut, senyawa-senyawa tersebut dapat dikembangkan sebagai obat alternatif yang efektif dalam menghambat PLpro SARS‑CoV‑2.

Empat ligan uji, yaitu epigallocatechin‑3‑gallate (−98,93 kcal/mol) dari daun S. polyanthum, katekin (−80,10 kcal/mol) dan epikatekin (−80,12 kcal/mol) dari kulit S. macrophylla, serta balanophonin (−83,36 kcal/mol) dari kulit G. arborea, menunjukkan energi ikatan paling rendah dibandingkan ligan referensi ribavirin (−74,06 kcal/mol) dan benserazide (−90,93 kcal/mol).Keempat ligan tersebut memenuhi kriteria farmakokinetik, sifat fisikokimia, dan toksisitas, sedangkan ligan alami VIR251 memiliki probabilitas 75 % menghambat hERG.Dengan profil obat yang menjanjikan, senyawa‑senyawa ini berpotensi sebagai agen antivirus alternatif terhadap SARS‑CoV‑2.

Penelitian selanjutnya sebaiknya memvalidasi aktivitas antiviral in vitro dari empat ligan terpilih (epigallocatechin‑3‑gallate, katekin, epikatekin, dan balanophonin) terhadap papain‑like protease SARS‑CoV‑2, sehingga dapat memastikan keakuratan prediksi docking yang dilakukan secara in silico. Selain itu, dilakukan modifikasi struktural pada keempat senyawa tersebut dengan tujuan meningkatkan penyerapan gastrointestinal (GI) tanpa mengurangi nilai energi ikatan, misalnya dengan penggantian gugus hidroksil atau esterifikasi selektif yang dapat memperbaiki sifat lipofilikanya. Selanjutnya, dilakukan uji toksisitas akut dan kronis serta profil farmakokinetik pada model hewan untuk menilai keamanan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi senyawa, serta mengidentifikasi potensi interaksi dengan saluran hERG yang sebelumnya terdeteksi pada ligan VIR251. Akhirnya, penelitian dapat mengevaluasi efek sinergi antara ligan‑ligan ini dan obat antivirus yang sudah ada, seperti remdesivir atau ritonavir, untuk menentukan apakah kombinasi terapi dapat meningkatkan efikasi antiviral serta mengurangi dosis yang diperlukan. Dengan pendekatan multidisipliner ini, diharapkan dapat dihasilkan kandidat obat yang lebih aman, bioavailable, dan efektif dalam melawan infeksi COVID‑19.

  1. #pandemi covid#pandemi covid
Read online
File size539.59 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-1Z8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test