POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS

Journal of Nursing and HealthJournal of Nursing and Health

Pandemi COVID-19 membuat ibu yang akan post partum mengalami kecemasan dari ringan hingga sedang seperti ketakutan pada kerumunan dan mengurung diri dirumah. Sehingga mempengaruhi pengeluaran ASI ibu post partum, dikarenakan terjadinya peningkatan kortisol membuat terhambatnya transportasi hormon oksitosin dalam sekresinya sehingga pengeluaran ASI terhambat (Guyton, 2019). Tujuan penelitian untuk Mengetahui pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap pengeluaran ASI ibu post partum di RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Jenis penelitian ini survey analitik menggunakan desain cross sectional. Sampel adalah ibu post partum yang melahirkan tanggal 1– 30 Oktober 2022 berjumlah 37 orang. Analisa data menggunakan Chi Square. Sebagian besar responden berumur 20-35 tahun berjumlah 27 orang (73%), pendidikan tamat SMA berjumlah 21 orang (56,8%), pekerjaan sebagai IRT berjumlah 23 orang (62,2%), melakukan IMD berjumlah 37 orang (100%) dan paritas anak pertama berjumlah 14 orang (37,8%). Sebagian besar mengalami cemas Covid-19 berjumlah 22 orang (59,5%) dan tidak cemas Covid- 19 berjumlah 15 orang (40,5%). Pengeluaran ASI pada ibu post partum sampai hari kedua sebagian besar belum keluar berjumlah 24 orang (64,9%), sedangkan sudah keluar berjumlah 13 orang (35,1%). Ada pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap pengeluaran ASI ibu post partum (p value : 0,000 < α : 0,05). Ada pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap pengeluaran ASI ibu post partum. Disarankan ibu hamil untuk selalu berpikiran positif dan mencari informasi tentang kesehatan khususnya Covid-19 atau melakukan relaksasi sehingga tidak cemas.

Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun, pendidikan tamat SMA, pekerjaan sebagai IRT, dan melakukan IMD.Sebagian besar mengalami kecemasan terhadap kondisi Covid-19.Sebagian besar ASI belum keluar sampai hari kedua setelah melahirkan.Ada pengaruh kecemasan pandemi Covid-19 terhadap pengeluaran ASI ibu post partum.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas teknik mindfulness dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Selain itu, penting untuk mengkaji peran dukungan sosial dari keluarga atau komunitas dalam mengurangi stres dan memperbaiki kelancaran ASI. Penelitian juga bisa fokus pada program manajemen stres berbasis edukasi khusus untuk ibu hamil dan post partum yang berisiko tinggi mengalami kecemasan akibat pandemi. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat dihasilkan strategi intervensi yang lebih tepat guna untuk meningkatkan kesehatan mental ibu dan kelancaran ASI. Selain itu, penelitian lanjutan bisa mengevaluasi dampak kombinasi terapi psikologis dan pendidikan kesehatan terhadap produksi ASI. Peneliti juga disarankan memperluas sampel penelitian ke daerah lain untuk membandingkan respons kecemasan dan pengeluaran ASI di berbagai konteks budaya. Penelitian dapat menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memahami pengalaman ibu secara mendalam. Dengan pendekatan ini, diharapkan muncul rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif untuk mendukung ibu post partum. Selain itu, penelitian lanjutan bisa mengeksplorasi peran teknologi seperti aplikasi relaksasi atau konseling virtual dalam mengatasi kecemasan. Penelitian juga bisa membandingkan efektivitas berbagai metode relaksasi seperti yoga, meditasi, atau terapi aromaterapi dalam meningkatkan kelancaran ASI. Dengan demikian, diharapkan muncul solusi inovatif yang dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi.

  1. #kesehatan mental#kesehatan mental
  2. #tekanan darah#tekanan darah
Read online
File size285.65 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1YR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test