USIUSI
Bilingual : Jurnal Pendidikan Bahasa InggrisBilingual : Jurnal Pendidikan Bahasa InggrisPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan dalam menulis teks deskriptif oleh siswa SMKN 3 Pematang Siantar. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas X sebanyak 68 orang, dengan sampel sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis dan dianalisis berdasarkan taksonomi kesalahan permukaan: omission (OM), addition (AD), misformation (MF), dan misordering (MO). Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan omission terjadi sebanyak 57 kali (72,15%), addition sebanyak 29 kali (36,71%), misformation 5 kali (6,33%), dan misordering 7 kali (8,86%). Kesalahan paling dominan adalah omission, yang disebabkan oleh ketidakhati-hatian siswa dalam menulis, seperti menghilangkan fonem atau kesalahan ketik.
Kesalahan paling dominan dalam menulis teks deskriptif oleh siswa SMKN 3 Pematang Siantar adalah omission, yang terjadi sebanyak 57 kali atau 72,15%.Kesalahan ini umumnya disebabkan oleh ketidakhati-hatian siswa dalam menulis, seperti menghilangkan kata kerja bantu be, menghilangkan akhiran plural, atau kesalahan ketik.Untuk mengurangi kesalahan tersebut, siswa perlu diberi latihan intensif dalam struktur kalimat bahasa Inggris dan kesadaran akan pentingnya akurasi bahasa.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana penerapan latihan berbasis kesalahan omission secara sistematis, seperti penggunaan jurnal reflektif harian, dapat meningkatkan akurasi tata bahasa siswa dalam menulis teks deskriptif. Selain itu, perlu diteliti apakah penggunaan media visual seperti gambar atau video pendek yang memicu deskripsi sensorik dapat mengurangi frekuensi kesalahan omission dengan memperkuat pemahaman kontekstual siswa terhadap struktur kalimat. Terakhir, studi dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis umpan balik peer-review yang terstruktur, di mana siswa saling memeriksa teks deskriptif temannya untuk mengidentifikasi kesalahan omission secara kolaboratif, lalu merefleksikan kesalahan tersebut dalam kelompok kecil untuk membangun kesadaran linguistik jangka panjang.
| File size | 671.45 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
MEDIAANTARTIKAMEDIAANTARTIKA Instagram mendorong keterlibatan siswa, mendorong kreativitas, dan menyediakan platform kolaboratif untuk umpan balik dari rekan sejawat, membuat prosesInstagram mendorong keterlibatan siswa, mendorong kreativitas, dan menyediakan platform kolaboratif untuk umpan balik dari rekan sejawat, membuat proses
STITMUBOSTITMUBO Hasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa klasifikasi insya ke dalam muqayyad, muwajjah, dan hurr merupakan kerangka pedagogis yang solid dan diakui olehHasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa klasifikasi insya ke dalam muqayyad, muwajjah, dan hurr merupakan kerangka pedagogis yang solid dan diakui oleh
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Peserta didik di SMP Negeri 1 Lahewa menunjukkan kecenderungan terjadinya interferensi ganda dalam praktik berbahasa. Pada tataran morfologis, ditemukanPeserta didik di SMP Negeri 1 Lahewa menunjukkan kecenderungan terjadinya interferensi ganda dalam praktik berbahasa. Pada tataran morfologis, ditemukan
UNWAHAUNWAHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Seblak Matematika secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat interaksi di kelas, sertaHasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Seblak Matematika secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat interaksi di kelas, serta
ALFA PUSTAKAALFA PUSTAKA Faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut meliputi kurangnya kosakata, kesulitan dalam penggunaan tanda baca dan huruf kapital, serta jam belajar bahasaFaktor-faktor penyebab kesalahan tersebut meliputi kurangnya kosakata, kesulitan dalam penggunaan tanda baca dan huruf kapital, serta jam belajar bahasa
MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA Empat kemampuan bahasa yang harus dikuasai meliputi berbicara, menulis, mendengarkan, dan membaca. Komponen bahasa seperti kosakata, tata bahasa, ejaan,Empat kemampuan bahasa yang harus dikuasai meliputi berbicara, menulis, mendengarkan, dan membaca. Komponen bahasa seperti kosakata, tata bahasa, ejaan,
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA Temuan menunjukkan bahwa kemahiran berbahasa tidak hanya mencerminkan karakter individu, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kesuksesanTemuan menunjukkan bahwa kemahiran berbahasa tidak hanya mencerminkan karakter individu, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kesuksesan
TRILOGITRILOGI Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam memahami penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD dan KBBI.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam memahami penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD dan KBBI.
Useful /
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menjadi kunci untuk mengatasiHasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menjadi kunci untuk mengatasi
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi organisasi, strategi program, dan strategi pendukung sumber daya yang dilakukan oleh Dinas KesehatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi organisasi, strategi program, dan strategi pendukung sumber daya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kota Bandung melalui urban farming lebih didominasiPenelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kota Bandung melalui urban farming lebih didominasi
USIUSI Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre‑test dan post‑test pada sampel sebanyak 36 siswa dari populasi 360 siswa. AnalisisMetode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre‑test dan post‑test pada sampel sebanyak 36 siswa dari populasi 360 siswa. Analisis