UWGMUWGM

Sticky FooterSticky Footer

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat penting untuk tumbuh kembang optimal bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, salah satunya karena produksi ASI yang kurang. Tujuan: membandingkan efektivitas pijat oksitosin dan teknik Marmet dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Metode Penelitian: desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 60 ibu postpartum yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pijat oksitosin (n=30) dan kelompok teknik Marmet (n=30). Intervensi dilakukan selama 14 hari, dan produksi ASI diukur menggunakan indikator berat badan bayi dan frekuensi buang air kecil. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kedua teknik efektif meningkatkan produksi ASI, namun pijat oksitosin menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan (p<0,05). Kesimpulan: pijat oksitosin dapat direkomendasikan sebagai intervensi utama untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin lebih efektif dibandingkan teknik Marmet dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum.Selain meningkatkan produksi ASI secara signifikan, pijat oksitosin juga menghasilkan peningkatan yang lebih besar pada berat badan bayi.Pijat oksitosin juga meningkatkan frekuensi buang air kecil bayi secara lebih signifikan dibandingkan teknik Marmet.

Penelitian selanjutnya sebaiknya mengevaluasi efek kombinasi antara pijat oksitosin dan teknik Marmet dibandingkan masing‑masing teknik secara terpisah pada populasi yang lebih besar serta dengan periode intervensi yang lebih panjang, untuk menilai apakah kombinasi keduanya dapat memberikan manfaat tambahan pada produksi ASI dan pertumbuhan bayi. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran intervensi pengurangan stres ibu, seperti terapi relaksasi, ketika digabungkan dengan pijatan, guna menentukan apakah pengurangan stres dapat memperkuat efek positif pijat oksitosin terhadap produksi ASI dan outcome kesehatan bayi. Akhirnya, diperlukan studi yang mengidentifikasi dosis optimal pijat oksitosin—baik dalam hal frekuensi maupun durasi sesi—untuk mempertahankan produksi ASI yang memadai selama enam bulan pertama masa nifas, sehingga rekomendasi klinis dapat didasarkan pada bukti yang kuat mengenai regimen paling efektif.

  1. Health literacy: A missing link to breastfeeding protection, promotion and support? | International Health... journals.library.torontomu.ca/index.php/ihtp/article/view/1935Health literacy A missing link to breastfeeding protection promotion and support International Health journals library torontomu ca index php ihtp article view 1935
  1. #produksi asi#produksi asi
  2. #siswa ma#siswa ma
Read online
File size425.67 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1UL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test