INSTITUTSUNANDOEINSTITUTSUNANDOE
Journal of Multidisciplinary ScienceJournal of Multidisciplinary ScienceTinjauan ini mencakup 31 studi, di mana 14 adalah analisis sebelum-sesudah, 13 menggunakan analisis lintang, tujuh studi kasus-kontrol, satu analisis kohort, dan satu tinjauan. Beberapa studi menggunakan lebih dari satu jenis desain studi untuk analisis. Dua puluh tujuh studi dilakukan di AS, satu di Korea Selatan, Prancis, dan Australia, dan tidak ada studi dari negara berpenghasilan rendah atau menengah. Bukti dari studi-studi ini menunjukkan hasil yang beragam untuk pengaruh bahu sebagai intervensi terhadap hasil kecelakaan. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa peningkatan lebar bahu hingga 8 kaki menyebabkan pengurangan hasil kecelakaan, sedangkan lebar bahu melebihi 8 kaki menyebabkan peningkatan kecelakaan atau tidak ada pengurangan kecelakaan. Bahu yang sempit menunjukkan tingkat kecelakaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahu yang lebih lebar. Studi juga melaporkan bahwa peningkatan bahu yang tidak beraspal menjadi bahu yang distabilkan atau komposit juga mengurangi hasil kecelakaan. Hasil tinjauan ini menunjukkan bahwa implementasi bahu, peningkatan lebar bahu hingga 8 kaki, dan peningkatan jenis bahu dapat terbukti menjadi tindakan kontra yang menjanjikan untuk mengurangi semua jenis kecelakaan lalu lintas. Namun, bukti efektivitas tindakan kontra ini mungkin tidak dapat direplikasi di bagian dunia lain, oleh karena itu, evaluasi lebih lanjut diperlukan.
Tinjauan ini menyoroti kebutuhan untuk memperkaya bukti efektivitas intervensi bahu.Meskipun tinjauan ini menyimpulkan bahwa implementasi bahu, peningkatan lebar bahu, dan peningkatan jenis bahu merupakan tindakan kontra yang menjanjikan untuk mengurangi kecelakaan, ada kebutuhan untuk melakukan evaluasi dampak lebih lanjut untuk melaporkan efektivitas secara meyakinkan.Bukti dari negara berpenghasilan tinggi tidak selalu dapat direplikasi ke negara berpenghasilan rendah dan menengah, oleh karena itu, kesenjangan bukti efektivitas intervensi ini dari negara berpenghasilan rendah dan menengah perlu diatasi.
Berdasarkan tinjauan literatur yang ada, ada beberapa peluang penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk lebih meningkatkan keselamatan jalan melalui optimalisasi bahu. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi bahu di negara berpenghasilan rendah dan menengah, mengingat keterbatasan bukti saat ini dari wilayah tersebut. Hal ini dapat melibatkan studi komparatif yang menilai dampak desain dan perawatan bahu yang berbeda pada hasil keselamatan di berbagai konteks sosio-ekonomi dan geografis. Kedua, penelitian perlu menyelidiki interaksi antara karakteristik bahu dan faktor-faktor lain yang memengaruhi keselamatan jalan, seperti kondisi cuaca, volume lalu lintas, dan jenis kendaraan. Misalnya, penelitian dapat memeriksa bagaimana lebar bahu yang optimal bervariasi tergantung pada tingkat kepadatan lalu lintas atau pada musim yang berbeda. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada pengembangan pendekatan inovatif untuk desain dan pengelolaan bahu yang menggabungkan teknologi baru, seperti sensor pintar dan sistem otomasi. Contohnya, penelitian dapat menguji efektivitas sistem bahu dinamis yang menyesuaikan lebar dan permukaan bahu berdasarkan kondisi lalu lintas dan cuaca real-time, yang berpotensi untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi lalu lintas.
| File size | 220.4 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Tanpa disertai pemerataan kualitas sekolah dan jalur afirmasi yang memadai untuk wilayah tertinggal, sistem ini justru dapat memperlebar kesenjangan aksesTanpa disertai pemerataan kualitas sekolah dan jalur afirmasi yang memadai untuk wilayah tertinggal, sistem ini justru dapat memperlebar kesenjangan akses
IRPIIRPI Penelitian ini menggunakan algoritma k-means clustering untuk mengelompokkan distribusi sosial ekonomi masyarakat perumahan berdasarkan demografi kependudukanPenelitian ini menggunakan algoritma k-means clustering untuk mengelompokkan distribusi sosial ekonomi masyarakat perumahan berdasarkan demografi kependudukan
IRPIIRPI 658 row data lalu Confidence, Brightness, dan FRP sebagai atributnya, hasilnya jumlah cluster 2 adalah jumlah cluster terbaik dengan nilai Silhouette Coefficient658 row data lalu Confidence, Brightness, dan FRP sebagai atributnya, hasilnya jumlah cluster 2 adalah jumlah cluster terbaik dengan nilai Silhouette Coefficient
IRPIIRPI Pada tahun 2016, total prediksi kasus DBD adalah 343 kasus, dengan distribusi yaitu Pulau Bengkalis 132 kasus, Pulau Rupat 2 kasus, dan Pulau Sumatra 209Pada tahun 2016, total prediksi kasus DBD adalah 343 kasus, dengan distribusi yaitu Pulau Bengkalis 132 kasus, Pulau Rupat 2 kasus, dan Pulau Sumatra 209
IRPIIRPI Pelaksanaan perkuliahan daring pada berbagai kampus di Indonesia telah dipertegas sejak makin mewabahnya virus corona. Kuliah daring dijadikan solusi untukPelaksanaan perkuliahan daring pada berbagai kampus di Indonesia telah dipertegas sejak makin mewabahnya virus corona. Kuliah daring dijadikan solusi untuk
IRPIIRPI Dapat disimpulkan bahwasannya pengelompokkan dengan menggunakan metode K-Means lebih optimal dibandingkan dengan mengguakan metode K-Medoids pada dataDapat disimpulkan bahwasannya pengelompokkan dengan menggunakan metode K-Means lebih optimal dibandingkan dengan mengguakan metode K-Medoids pada data
IRPIIRPI Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam menentukan pola pembelian konsumen pada Pt Citra Mustika Pandawa, dapat ditarik kesimpulan dengan melakukanBerdasarkan penelitian yang dilakukan dalam menentukan pola pembelian konsumen pada Pt Citra Mustika Pandawa, dapat ditarik kesimpulan dengan melakukan
IRPIIRPI Data pada penelitian ini diambil dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang terdiri dari tiga atribut sebagai acuan pengelompokan,Data pada penelitian ini diambil dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang terdiri dari tiga atribut sebagai acuan pengelompokan,
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum di SMAN 2 Sutera telah mengakomodasi sebagian aspek kompetensi abad ke-21, masih terdapat kesenjanganHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum di SMAN 2 Sutera telah mengakomodasi sebagian aspek kompetensi abad ke-21, masih terdapat kesenjangan
STIE AASSTIE AAS Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka kerja penjadwalan yang didorong oleh kecerdasan buatan menyediakan jalur yang dapat diukur menuju pencapaianPenelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka kerja penjadwalan yang didorong oleh kecerdasan buatan menyediakan jalur yang dapat diukur menuju pencapaian
CAHAYA ICCAHAYA IC Guru mengalami kesulitan menjelaskan konsep abstrak seperti getaran, gelombang, dan bunyi dengan metode konvensional, ditambah keterbatasan media pembelajaranGuru mengalami kesulitan menjelaskan konsep abstrak seperti getaran, gelombang, dan bunyi dengan metode konvensional, ditambah keterbatasan media pembelajaran
CAHAYA ICCAHAYA IC Media pembelajaran berbasis Powtoon di SMP 1 BPR Ranau Tengah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penyajianMedia pembelajaran berbasis Powtoon di SMP 1 BPR Ranau Tengah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penyajian