PESMA ANNURPESMA ANNUR
An-Nur International Journal of Islamic ThoughtAn-Nur International Journal of Islamic ThoughtHukum Islam tentang pemberontakan (bughāt) secara tradisional diinterpretasikan sebagai kerangka perlindungan atau derivasi teologis netral yang dirancang untuk mengatur konflik politik internal. Menantang interpretasi statis ini, studi ini menggunakan dekonstruksi genealogis yang disintesiskan dengan kerangka konstruksi sosial dan kekuasaan/pengetahuan untuk meneliti al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah karya al-Māwardī sebagai artefak kelangsungan hidup kekaisaran. Temuan menunjukkan bahwa formulasi bughāt al-Māwardī berfungsi sebagai teknologi kekuasaan yang dirancang untuk mengurangi ketidakmampuan material Khilafah Abbasiyah di bawah hegemoni Buwayhid. Dengan membangun fiksi hukum dari kedaulatan simbolik, teks memanfaatkan ambiguitas antara pemberontakan dan perampokan (hirābah). Arsitektur eksklusi ini menggunakan kriteria kekuatan militer (shawka) dan interpretasi yang masuk akal (tawīl) bukan untuk melindungi pemberontak, tetapi untuk mengendalikan tubuh sosial yang tidak memiliki struktur organisasi negara dan mengkriminalisasi penentang. Akibatnya, hukum mengubah oposisi politik menjadi status non-subjek yang dikriminalisasi, memastikan monopoli negara atas kekerasan yang sah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fiqh klasik adalah alat legitimasi hegemoni yang secara historis intrinsik, mengungkap mekanisme eksklusi yang mendasari pemeliharaan otoritas terpusat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa fiqh klasik adalah alat legitimasi hegemoni yang secara historis intrinsik, mengungkap mekanisme eksklusi yang mendasari pemeliharaan otoritas terpusat.Klasik fiqh tidak hanya mengatur kekerasan, tetapi juga menghasilkannya melalui konstruksi hukum yang berfungsi sebagai teknologi kekuasaan.Temuan ini mengubah pandangan tradisional tentang bughāt sebagai kerangka perlindungan menjadi pengakuan bahwa hukum tersebut dirancang untuk memperkuat otoritas negara melalui mekanisme eksklusi yang terstruktur.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konstruksi hukum bughāt diterapkan dalam konteks politik modern, terutama dalam kasus di mana otoritas negara menghadapi resistensi non-kekerasan. Selain itu, analisis perbandingan antara pendekatan al-Māwardī dengan madzhab hukum lain seperti Hanafi atau Maliki dapat mengungkap variasi dalam mekanisme legitimasi kekuasaan. Terakhir, studi tentang dampak fatwa modern terhadap marginalisasi kelompok tertentu dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan struktur eksklusi yang dibangun oleh hukum klasik.
- The Language of Exclusion: Ideology and Power in the Fatwa of the Majelis Ulama Indonesia on Ahmadiyah... e-journal.iainptk.ac.id/index.php/jil/article/view/3338The Language of Exclusion Ideology and Power in the Fatwa of the Majelis Ulama Indonesia on Ahmadiyah e journal iainptk ac index php jil article view 3338
- Discourse on the Legality of Rebellion in the Manuals of Creed with Focus on the Ḥanafī and Shāfi‘ī... journals.iiu.edu.pk/index.php/islamicstudies/article/view/1456Discourse on the Legality of Rebellion in the Manuals of Creed with Focus on the anaf and ShAfiAo journals iiu edu pk index php islamicstudies article view 1456
- The Social Construction of Bughāt as a Technology of Abbasid Hegemony in al-Māwardī’s al-Aḥkām... journal.pesma-annur.net/index.php/aijit/article/view/136The Social Construction of BughAt as a Technology of Abbasid Hegemony in al MAwardAos al AukAm journal pesma annur index php aijit article view 136
| File size | 663.56 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UINMADURAUINMADURA Hasil wawancara, observasi dan studi dokumen yang telah ditelaah, diverifikasi dan dianalisis kemudian tersimpulkan untuk menjawab tujuan penelitian. HasilHasil wawancara, observasi dan studi dokumen yang telah ditelaah, diverifikasi dan dianalisis kemudian tersimpulkan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil
ARIPAFIARIPAFI Media sosial tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan hiburan, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, termasuk dalam konteks keagamaan.Media sosial tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan hiburan, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, termasuk dalam konteks keagamaan.
STAINUPASTAINUPA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi tradisi ziarah di Pondok Tremas sebagai penguatan moderasi beragama bagi santri-santri baruTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi tradisi ziarah di Pondok Tremas sebagai penguatan moderasi beragama bagi santri-santri baru
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Proses akulturasi melahirkan tradisi seperti penggunaan seloko dalam dakwah dan perayaan Maulid Nabi yang memadukan nilai Islam dengan budaya setempat.Proses akulturasi melahirkan tradisi seperti penggunaan seloko dalam dakwah dan perayaan Maulid Nabi yang memadukan nilai Islam dengan budaya setempat.
AFEKSIAFEKSI Dengan segala potensi kekuatan dan tantangan yang ada, TPQ Nurul Hikmah membuktikan bahwa pendidikan agama non formal dapat menjadi alternatif dan solusiDengan segala potensi kekuatan dan tantangan yang ada, TPQ Nurul Hikmah membuktikan bahwa pendidikan agama non formal dapat menjadi alternatif dan solusi
STIUDQSTIUDQ Dalam lingkungan akademisi hal ini disebut dengan istilah living Quran, yaitu bagaimana seseorang menyikapi, merespons, memandang Al-Quran sebagai teksDalam lingkungan akademisi hal ini disebut dengan istilah living Quran, yaitu bagaimana seseorang menyikapi, merespons, memandang Al-Quran sebagai teks
STIEKENSTIEKEN Ritual ziarah kubur di Makam Sheikh Abdul Muhyi menunjukkan bahwa keyakinan sektarian tidak hanya bermakna tetapi juga berkontribusi pada penghidupan masyarakatRitual ziarah kubur di Makam Sheikh Abdul Muhyi menunjukkan bahwa keyakinan sektarian tidak hanya bermakna tetapi juga berkontribusi pada penghidupan masyarakat
169169 Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sisingaan adalah bagian integral dari acara khitanan, di mana anak yang akan dikhitan diarak dengan tandu berbentukHasil penelitian menunjukkan bahwa Sisingaan adalah bagian integral dari acara khitanan, di mana anak yang akan dikhitan diarak dengan tandu berbentuk
Useful /
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Selain itu, pendekatan damai dalam dakwah serta integrasi nilai-nilai keilmuan dan spiritual menjadi faktor penting dalam keberhasilan Islamisasi. DenganSelain itu, pendekatan damai dalam dakwah serta integrasi nilai-nilai keilmuan dan spiritual menjadi faktor penting dalam keberhasilan Islamisasi. Dengan
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Secara tekstologis, teks ini menggambarkan perpaduan antara ajaran tasawuf Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dan budaya religius masyarakat Jawa. ImplikasiSecara tekstologis, teks ini menggambarkan perpaduan antara ajaran tasawuf Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dan budaya religius masyarakat Jawa. Implikasi
PPKIAPPKIA Apotek Permata Sejahtera mengalami peningkatan volume transaksi penjualan setiap harinya, yang menyebabkan penumpukan data tanpa analisis lebih lanjut.Apotek Permata Sejahtera mengalami peningkatan volume transaksi penjualan setiap harinya, yang menyebabkan penumpukan data tanpa analisis lebih lanjut.
PPKIAPPKIA Penelitian ini mengimplementasikan algoritma FP-Growth untuk menganalisis pola pembelian konsumen di Toko Zaynthary, sebuah toko fashion di Kota Tarakan.Penelitian ini mengimplementasikan algoritma FP-Growth untuk menganalisis pola pembelian konsumen di Toko Zaynthary, sebuah toko fashion di Kota Tarakan.