STIEKENSTIEKEN

Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN)Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN)

Di Indonesia, aktivitas berkunjung ke makam leluhur Nabi cukup umum dan mencakup tiga aspek utama yaitu ekonomi, budaya, dan agama. Makam Sheikh Abdul Muhyi di Pamijahan, Tasikmalaya merupakan contoh bagaimana kegiatan religius ini dapat diubah menjadi keuntungan bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara spiritualitas, budaya, dan pengembangan ekonomi melalui praktik tersebut. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan sampel dari tiga kelompok: jamaah, pengusaha lokal, dan pengelola makam. Hasil menunjukkan adanya aktivitas ekonomi signifikan yang berasal dari tradisi ini, termasuk lebih dari 230 pedagang yang bergantung pada tradisi tersebut. Prinsip perdagangan Islam seperti kepercayaan dan keadilan meningkatkan nilai interaksi, serta berkontribusi pada pendapatan, pertumbuhan sektor informal, dan pelestarian budaya. Selain itu, migrasi untuk alasan ekonomi juga menciptakan pengembangan lokal melalui remitansi dan aktivitas ekonomi lainnya. Tradisi ini menunjukkan integrasi antara spiritualitas dan ekonomi, sehingga menjadi contoh baik untuk pengembangan komunitas berbasis budaya.

Ritual ziarah kubur di Makam Sheikh Abdul Muhyi menunjukkan bahwa keyakinan sektarian tidak hanya bermakna tetapi juga berkontribusi pada penghidupan masyarakat setempat.Aktivitas ekonomi seperti perdagangan, pemberian layanan, dan pertukaran sosial di sekitar makam telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Keberadaan praktik perdagangan Islam di wilayah ini menunjukkan potensi seni dan agama untuk saling melengkapi dalam mempromosikan pengembangan ekonomi.Masyarakat Pamijahan telah berhasil memanfaatkan ziarah kubur untuk meningkatkan kesejahteraan, yang menunjukkan potensi tradisi ini sebagai sumber daya ekonomi untuk menciptakan ekonomi berbasis budaya di daerah lain.Langkah-langkah yang tepat memungkinkan penggabungan tradisi ini sebagai bagian dari strategi pengembangan komunitas yang melindungi tradisi sekaligus mengembangkan masyarakat secara ramah lingkungan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari remitansi yang dihasilkan oleh migrasi ekonomi terhadap struktur ekonomi lokal. Selain itu, studi tentang peran teknologi digital dalam meningkatkan pengalaman wisata religius, seperti penggunaan aplikasi panduan ziarah atau platform e-commerce untuk produk lokal, bisa menjadi arah baru. Terakhir, penelitian tentang keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi di situs sejenis dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan praktik ziarah dalam konteks globalisasi.

  1. "Pilgrimage-Tourism: Common Themes in Different Religions" by Noga Collins-Kreiner. pilgrimage... doi.org/10.21427/D73428Pilgrimage Tourism Common Themes in Different Religions by Noga Collins Kreiner pilgrimage doi 10 21427 D73428
  2. Segmentation by motivations in religious tourism: A study of the Christ of Miracles Pilgrimage, Peru... doi.org/10.1371/journal.pone.0303762Segmentation by motivations in religious tourism A study of the Christ of Miracles Pilgrimage Peru doi 10 1371 journal pone 0303762
Read online
File size202.21 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test