SEAN INSTITUTESEAN INSTITUTE

Jurnal Teknik IndonesiaJurnal Teknik Indonesia

Penelitian ini mengeksplorasi potensi penggunaan konsep modularisasi dalam industri LNG yang masih terbatas. Meskipun unit modular biasanya lebih mahal karena kebutuhan struktur baja dan ketahanan untuk transportasi, biaya tambahan ini dapat seimbang dengan melakukan pekerjaan di lokasi fabrikasi daripada konstruksi di lapangan. Pendekatan ini mengurangi biaya proyek secara keseluruhan dengan meminimalkan biaya konstruksi di lapangan dan memperpendek jadwal konstruksi. Tujuan kertas ini adalah mengevaluasi dan membandingkan opsi modularisasi LNG untuk fasilitas baru dibandingkan dengan pabrik konvensional stick-built. Penelitian ini mencakup pengembangan unit modular, perbandingan opsi, evaluasi jadwal konstruksi dan kebutuhan tenaga kerja, pertimbangan logistik, serta pendekatan rekomendasi untuk desain dan konstruksi. Estimasi biaya dan jadwal EPC dibandingkan secara rinci untuk setiap opsi. Selain itu, opsi struktur dasar gravitasi (GBS) di dalam/terdekat dengan pantai juga dimasukkan untuk perbandingan lebih lanjut. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, evaluasi ini membantu pembuat keputusan membuat pilihan informasi tentang metode konstruksi proyek.

Berdasarkan temuan, kesimpulan dari analisis adalah sebagai berikut.biaya langsung implementasi pabrik LNG modular sekitar 10,5% lebih rendah dibandingkan pendekatan stick-built.Total Biaya Terpasang (TIC) kasus modular diperkirakan sekitar 13,9% lebih rendah daripada kasus stick-built.Estimasi kontingensi untuk kasus modular sekitar 15% lebih rendah daripada kasus stick-built.Pengurangan ini mencerminkan penurunan risiko dan ketidakpastian yang terkait dengan pengiriman proyek dalam pendekatan modular.Perlu dicatat bahwa berat total pabrik modular sekitar 20% lebih besar daripada pabrik stick-built karena jumlah baja yang meningkat dalam konstruksi modular.Analisis menunjukkan bahwa pendekatan konstruksi modular menawarkan keunggulan biaya dalam hal biaya langsung, TIC, dan kontingensi.Namun, penting untuk mempertimbangkan peningkatan berat yang terkait dengan pabrik modular, yang dapat memengaruhi logistik dan transportasi.Akhirnya, keputusan untuk mengadopsi pendekatan modular atau stick-built harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh dari kebutuhan proyek spesifik dan pertimbangan biaya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak kondisi cuaca berbeda terhadap kelayakan konstruksi modular, seperti bagaimana cuaca ekstrem memengaruhi efisiensi dan biaya. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi pendekatan hibrida yang menggabungkan konstruksi modular dan stick-built untuk memaksimalkan keuntungan kedua metode tersebut dalam konteks spesifik proyek. Terakhir, penelitian juga dapat mengevaluasi biaya pemeliharaan jangka panjang antara pabrik LNG modular dan konvensional, termasuk analisis perbandingan efisiensi operasional dan dampak lingkungan. Ketiga arah penelitian ini memberikan wawasan lebih lanjut untuk mengoptimalkan metode konstruksi dalam industri LNG, mempertimbangkan faktor seperti kondisi lokal, kebutuhan biaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Read online
File size820.35 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test