PESMA ANNURPESMA ANNUR

An-Nur International Journal of Islamic ThoughtAn-Nur International Journal of Islamic Thought

Analisis kontemporer terhadap Wilāyat al-Faqīh umumnya menggunakan kerangka keamanan atau realisme politik, yang secara efektif mengurangi doktrin menjadi alat hegemoni negara. Pendekatan eksternal ini menciptakan blind spot epistemik mengenai keterbatasan normatif internal yang mengikat jurist-ruler. Artikel ini mengisi celah ini dengan merekonstruksi genealogi doktrin melalui analisis kualitatif hukum dasar Syiah, melacak perjalanan dari karya Safavid Al-Karakī, melalui sintesis Qajar Narāqī dan kritik restriktif Anṣārī, hingga teks revolusioner Khomeini. Studi menunjukkan bahwa transisi dari agen terbatas (wikālah) ke wali umum (wilāya ʿāmma) bukanlah perpecahan, melainkan ekspansi dialektis kewajiban kolektif (farḍ kifāyah) untuk mencegah penangguhan hukum ilahi. Hasil menunjukkan bahwa otoritas jurist secara hukum dikonseptualisasikan sebagai amanah, konstruksi fungsional (iʿtibārī) yang dirancang untuk menyangkal tirani sembarangan (ṭāghūt) melalui mekanisme pemeriksaan institusional. Akibatnya, institusi beroperasi sebagai bentuk Konstitusionalisme Teologis, di mana legitimasi penguasa terus-menerus bergantung pada kesetiaan terhadap prosedur konstitusional teokratik. Temuan ini menantang tesis Absolutisme Teokratik, menunjukkan bahwa logika internal sistem lebih dekat pada mekanisme rule-of-law daripada diktator kharismatik.

Studi ini telah melakukan rekonstruksi genealogis dan struktural Wilāyat al-Faqīh, menggeser fokus analitis dari realisme geopolitik ke logika hukum internal.Kontribusi teoretis utama terletak pada demonstrasi kontinuitas antara konsep klasik agen (wikālah) dan kekuasaan modern.Doktrin ini bukan inovasi baru, melainkan operasionalisasi farḍ kifāyah (kewajiban kolektif) untuk menjaga integritas Syarīʿa.Analisis menunjukkan bahwa evolusi ini tidak linear tetapi dialektis.memerlukan pemulihan Wilayat Umum Narāqī untuk mengatasi konsensus restriktif Sheikh Anṣārī.Dengan menggambarkan otoritas jurist sebagai iʿtibārī (rasional/terbangun) dan berakar pada amānah (amanah), penelitian ini membatalkan penerapan dominasi kharismatik Weber pada institusi ini.Sebaliknya, terungkap sistem Konstitusionalisme Teologis yang secara eksplisit dirancang sebagai cek terhadap ṭāghūt.Ini dicapai tidak hanya melalui kebutuhan moral keadilan (ʿadāla), tetapi juga melalui mekanisme institusional konkret—seperti Majelis Khobregan dan otoritas polisentris Marjaʿiyyah—yang membatasi penguasa secara prosedural.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep maṣlaḥa (kepentingan umum) diaplikasikan dalam pemerintahan modern untuk menyeimbangkan kebutuhan agama dan sosial, serta mempelajari efektivitas Majelis Khobregan dalam mempertahankan mekanisme pemeriksaan kekuasaan. Selain itu, analisis terhadap peran Marjaʿiyyah independen dalam membatasi otoritas Pemimpin Negara bisa menjadi arah studi baru. Penelitian ini juga bisa menggali dinamika antara norma hukum dan realitas politik pasca-revolusi, terutama dalam konteks ketegangan antara kekuasaan teokratik dan kebebasan akademik.

  1. Maṣlaḥa as Sovereignty:... brill.com/view/journals/melg/9/1/article-p89_89.xmlMayEAyCAyCAlayEAyCAyCAua as Sovereignty brill view journals melg 9 1 article p89 89 xml
  2. 0. pdf obj endobj pagemode usenone xobject mk1 1n l6 y6 0o ko mj qfdo qm l4 bg jv wl cn gd jt y5 uk ae... doi.org/10.35484/pssr.2020(4-i)490 pdf obj endobj pagemode usenone xobject mk1 1n l6 y6 0o ko mj qfdo qm l4 bg jv wl cn gd jt y5 uk ae doi 10 35484 pssr 2020 4 i 49
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-28057-4_4Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer chapter 10 1007 978 3 030 28057 4 4
  4. A Genealogical Reconstruction of Wilāyat al-Faqīh as Theological Constitutionalism | An-Nur International... journal.pesma-annur.net/index.php/aijit/article/view/129A Genealogical Reconstruction of WilAyat al Faqh as Theological Constitutionalism An Nur International journal pesma annur index php aijit article view 129
Read online
File size658.09 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test