WINDARIWINDARI

Kumaracitta : Jurnal Pendidikan Anak Usia DiniKumaracitta : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kesantunan bahasa anak di TK Pembina Guguak Nagari Simpang Sugiran. Sebagian besar anak belum terbiasa menggunakan ungkapan santun seperti mengucapkan kata tolong, terima kasih, maaf, salam saat berpamitan, serta berbicara dengan lembut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesantunan bahasa anak melalui metode story reading. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak Kelompok B di TK Pembina Guguak Nagari Simpang Sugiran. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan lembar observasi perkembangan kesantunan bahasa anak. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase capaian perkembangan anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode story reading efektif dalam meningkatkan kesantunan bahasa anak. Pada kondisi awal (pretest), rata-rata kemampuan kesantunan bahasa anak pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 5%. Pada Siklus I belum terjadi peningkatan yang signifikan dengan persentase tetap sebesar 5%. Selanjutnya, pada Siklus II meningkat menjadi 41%, dan pada Siklus III meningkat menjadi 82%. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator kesantunan bahasa, yaitu kemampuan mengucapkan kata terima kasih, tolong, maaf, salam saat berpamitan, dan berbicara dengan lembut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode story reading efektif dalam meningkatkan kesantunan bahasa anak di TK Pembina Guguak Nagari Simpang Sugiran.

Penerapan metode Story Reading secara bertahap melalui tiga siklus berhasil meningkatkan kemampuan kesantunan berbahasa anak di TK Pembina Guguak.Pada siklus III, 82% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Story Reading efektif dalam mengajarkan penggunaan bahasa santun seperti tolong, maaf, dan terima kasih.Metode ini juga membantu anak memahami nilai moral melalui cerita, sehingga mendorong pembentukan karakter yang baik.Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis cerita dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kompetensi bahasa dan kesantunan anak usia dini.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas metode Story Reading dalam konteks budaya yang berbeda di daerah lain. 2. Perlu dilakukan perbandingan antara metode Story Reading dengan pendekatan pembelajaran lain untuk mengetahui manfaat spesifik masing-masing metode. 3. Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan Story Reading terhadap perilaku sosial dan keterampilan komunikasi anak dalam lingkungan masyarakat.

  1. Analisis Kelemahan Penerapan Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini | JEA (Jurnal Edukasi AUD). analisis... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/jurnalaud/article/view/12832Analisis Kelemahan Penerapan Kesantunan Berbahasa Anak Usia Dini JEA Jurnal Edukasi AUD analisis jurnal uin antasari ac index php jurnalaud article view 12832
Read online
File size519.91 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test