UNDIPUNDIP

Indonesian PerspectiveIndonesian Perspective

Artikel ini meneliti kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo melalui kerangka neorealisme. Di tengah intensifikasi persaingan geopolitik antara kekuatan besar, Indonesia secara aktif menerapkan strategi multi-aliansi untuk memaksimalkan otonomi strategis nasional melalui kerja sama bilateral dan multilateral yang beragam. Studi ini menekankan dua langkah kebijakan penting dalam kerja sama ekonomi dan pembangunan: aksesi OECD dan keanggotaan BRICS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multi-aliansi Indonesia cukup efektif dalam menjaga kepentingan nasional.

Proses aksesi OECD dan keanggotaan BRICS memberikan manfaat politik dan ekonomi bagi Indonesia.Aksesi OECD membuka platform baru untuk kolaborasi ekonomi dengan negara-negara industri yang memiliki teknologi maju dan ekonomi stabil.Di sisi lain, BRICS memberikan akses ke pasar penting seperti Tiongkok, India, dan Rusia.Namun, kebijakan multi-aliansi ini juga menimbulkan risiko ketegangan antara dua blok kekuatan utama, BRICS dan OECD, yang memiliki agenda politik yang bertolak belakang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang keanggotaan BRICS terhadap kebijakan ekonomi Indonesia, khususnya dalam hal investasi infrastruktur dan perubahan iklim. Selain itu, studi tentang efektivitas strategi multi-aliansi dalam konteks negara-negara Asia Tenggara lainnya bisa memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis lebih lanjut tentang dinamika kekuasaan dalam sistem internasional multipolar yang melibatkan OECD dan BRICS dapat membantu memahami tantangan geopolitik di masa depan.

  1. Indonesia’s Strategic Diplomacy and BRICS Membership: Opportunities and Risks in a Multipolar Global... doi.org/10.22146/globalsouth.106796IndonesiaAos Strategic Diplomacy and BRICS Membership Opportunities and Risks in a Multipolar Global doi 10 22146 globalsouth 106796
Read online
File size475.63 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test