UNDIPUNDIP
Indonesian PerspectiveIndonesian PerspectiveRealisme dan liberalisme adalah paradigma paling dominan dalam studi Hubungan Internasional. Keduanya kerap diposisikan secara diametral karena memiliki asumsi dasar yang saling bertolak belakang. Meskipun membandingkan kedua paradigma melanggar prinsip incommensurability, namun bukan berarti tidak bermanfaat. Tulisan ini berupaya memetakan kedua paradigma berdasarkan asumsi yang mendasarinya. Meskipun dalam banyak segi realisme dan liberalisme saling berseberangan dalam melihat fenomena hubungan internasional, keduanya pada dasarnya memiliki kesamaan dalam memandang hakikat sistem internasional dan sifat aktor. Tulisan ini berupaya untuk melihat apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing paradigma untuk melihat sejauh mana keduanya mampu menjelaskan fenomena hubungan internasional. Meskipun demikian, tulisan ini tidak berpretensi untuk menilai paradigma yang satu lebih baik daripada paradigma yang lain.
Kita telah melihat bahwa realisme dan liberalisme merupakan dua paradigma dominan dan memiliki asumsi dasar yang sama sekali berbeda dalam memandang politik dunia.Tetapi kita juga sudah melihat bahwa kedua paradigma tidak berbeda dalam melihat sifat aktor yang rasional.Selain itu kedua paradigma juga sepakat tentang sifat anarki internasional.Kedua paradigma bercerai ketika mereka tidak sepakat tentang respon negara terhadap anarki tersebut.Realisme bersikeras bahwa anarki membuat negara selalu berada pada situasi yang tidak pasti dan memicu hubungan yang konfliktual.Sedangkan liberalisme percaya bahwa negara bisa bekerja sama meskipun dalam suasana anarki yakni dengan membangun jembatan informasi berupa institusi internasional.
Penelitian lanjutan dapat menggali integrasi antara realisme dan liberalisme dalam memahami dinamika hubungan internasional modern. Misalnya, dengan menganalisis bagaimana kerjasama internasional (seperti institusi global) dapat mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh anarki, tetapi tetap mempertimbangkan kepentingan nasional. Selain itu, perlu diteliti peran aktor non-negara (seperti organisasi internasional atau kelompok transnasional) dalam memengaruhi kebijakan luar negeri, terutama dalam era globalisasi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi informasi dan komunikasi mempercepat atau memperlambat proses integrasi global, serta dampaknya terhadap paradigma realisme dan liberalisme.
| File size | 515.46 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIRESDINASTIRES Oleh karena itu, perubahan peraturan dan peningkatan kerja sama lintas sektor antara lembaga pemerintah, NGO, dan organisasi internasional diperlukan untukOleh karena itu, perubahan peraturan dan peningkatan kerja sama lintas sektor antara lembaga pemerintah, NGO, dan organisasi internasional diperlukan untuk
NEWINERANEWINERA PSHTs cultural diplomacy strategy of combining pencak silat with the Reog Ponorogo performance has proven effective in attracting the interest of the JapanesePSHTs cultural diplomacy strategy of combining pencak silat with the Reog Ponorogo performance has proven effective in attracting the interest of the Japanese
UNDIPUNDIP Oleh karena itu, ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan konsep PMD-nya, banyak yang menilai bahwa PMD adalah program yang melengkapi BRI. Namun, meskipunOleh karena itu, ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan konsep PMD-nya, banyak yang menilai bahwa PMD adalah program yang melengkapi BRI. Namun, meskipun
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Perubahan iklim merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari lagi dan telah menyebabkan berbagai dampak seperti pemanasan global, kekeringan, dan kenaikanPerubahan iklim merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari lagi dan telah menyebabkan berbagai dampak seperti pemanasan global, kekeringan, dan kenaikan
BINUSBINUS Suksesi di keempat negara masih memprioritaskan anggota keluarga sebagai penerus. Namun, literatur di Indonesia memberikan pemahaman yang lebih mendalamSuksesi di keempat negara masih memprioritaskan anggota keluarga sebagai penerus. Namun, literatur di Indonesia memberikan pemahaman yang lebih mendalam
JOURNALMABISJOURNALMABIS Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner (Google Form) dilakukan pada 190 responden di Jabodetabek yang memiliki langgananMetode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner (Google Form) dilakukan pada 190 responden di Jabodetabek yang memiliki langganan
UNPARUNPAR Dapat disimpulkan bahwa Tiongkok merupakan negara yang mempunyai pengaruh terhadap perekonomian global berkaitan dengan penggunaan cryptocurrency sebagaiDapat disimpulkan bahwa Tiongkok merupakan negara yang mempunyai pengaruh terhadap perekonomian global berkaitan dengan penggunaan cryptocurrency sebagai
UNPARUNPAR Perencanaan memerlukan keterlibatan antar pemangku kepentingan untuk memaksimalkan diplomasi publik, diplomasi perusahaan, dan lobi. Diplomasi publik diPerencanaan memerlukan keterlibatan antar pemangku kepentingan untuk memaksimalkan diplomasi publik, diplomasi perusahaan, dan lobi. Diplomasi publik di
Useful /
UNDIPUNDIP Lebih lanjut lagi, Doktrin Natalegawa adalah doktrin ketua ASEAN yang didorong untuk menjadi doktrin kawasan serta belum melalui tahap negosiasi denganLebih lanjut lagi, Doktrin Natalegawa adalah doktrin ketua ASEAN yang didorong untuk menjadi doktrin kawasan serta belum melalui tahap negosiasi dengan
UNDIPUNDIP Dengan menggunakan ilustrasi yang berfokus pada Indonesia, artikel ini menunjukkan bahwa kemampuan pelaksanaan bergantung pada karakteristik kapasitas,Dengan menggunakan ilustrasi yang berfokus pada Indonesia, artikel ini menunjukkan bahwa kemampuan pelaksanaan bergantung pada karakteristik kapasitas,
ETDCIETDCI Penelitian ini menyarankan perlunya pengintegrasian konteks lokal dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan literasi matematika siswa. Siswa mengalamiPenelitian ini menyarankan perlunya pengintegrasian konteks lokal dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan literasi matematika siswa. Siswa mengalami
UNDIPUNDIP Tulisan ini mengkaji bagaimana kebijakan luar negeri Indonesia yang berorientasi geopolitik di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi ditelusuri lebih lanjutTulisan ini mengkaji bagaimana kebijakan luar negeri Indonesia yang berorientasi geopolitik di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi ditelusuri lebih lanjut