UNDIPUNDIP
Indonesian PerspectiveIndonesian PerspectiveArtikel ini bertujuan membandingkan dua gagasan kebijakan luar negeri Indonesia, yaitu dynamic equilibrium dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Artikel ini memperlakukan kedua gagasan sebagai perangkat analitis alih-alih proposisi yang diuji dengan bukti empiris. Menggunakan pendekatan liberal-institusionalisme, artikel ini berargumen bahwa walaupun kedua gagasan berlaku di kawasan Indo-Pacific, keduanya memiliki perbedaan karakteristik. Sementara dynamic equilibrium dapat dipandang sebagai doktrin kebijakan luar negeri yang hanya mengemukakan prinsip dasar hubungan antarnegara, AOIP merupakan kerangka kerjasama yang menjadi pedoman kebijakan bagi negara-negara di kawasan. Meskipun demikian, kedua gagasan sejalan dengan premis liberal-institusionalisme bahwa rezim internasional penting karena menyediakan seperangkat aturan untuk bekerjasama ketimbang rivalitas, memulihkan peran ASEAN sebagai aktor kunci di kawasan, mendorong dialog dalam penyelesaian konflik, serta mendorong perkembangan ekonomi.
Artikel ini telah menunjukkan bahwa perbedaan kedua gagasan terletak pada komponen prinsip-prinsip gagasan, luaran gagasan, dan pandangan gagasan terhadap kawasan Indo-Pasifik.Secara kuantitas prinsip, dynamic equilibrium memiliki jumlah yang lebih sedikit dan sederhana dibandingkan dengan AOIP.Lebih lanjut lagi, Doktrin Natalegawa adalah doktrin ketua ASEAN yang didorong untuk menjadi doktrin kawasan serta belum melalui tahap negosiasi dengan negara anggota.Sedangkan, AOIP merupakan kerangka kerja sama konkrit yang dihasilkan dari negosiasi panjang dengan negara anggota.Terakhir, Doktrin Natalegawa menganggap wilayah ini adalah satu kesatuan dengan istilah triangular spanning two oceans.Sedangkan, AOIP menganggap Indo-Pasifik terdiri atas dua buah ruang teritori yang berbeda, yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.Lebih lanjut lagi, persamaan kedua gagasan juga dapat ditemui dalam dua komponen.Persamaan pertama ditemukan dalam komponen peran sentral ASEAN di dalam gagasan.Kebijakan-kebijakan ini menaruh ASEAN sebagai sentral dari seluruh aktivitas kerja sama di Indo-Pasifik.Artinya, Indonesia melalui Doktrin Natalegawa dan AOIP masih mempertahankan prioritas kebijakan luar negerinya untuk ASEAN.Persamaan kedua adalah orientasi gagasan dimana keduanya sama-sama memepatkan ASEAN sebagai aktor kekuatan menengah.Aktor kekuatan menengah memiliki orientasi pada perdamaian, dalam konteks ini mengacu pada perdamaian di Indo-Pasifik.Tandanya, ASEAN harus memimpin dan menyediakan wadah kerja sama.Terakhir, tulisan ini pun membuktikan bahwa kedua gagasan lekat dengan spirit liberal-institusionalisme.Keduanya dapat dikategorikan sebagai rezim internasional karena telah memfasilitasi kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.Mereka dapat menawarkan kerja sama berbasis aturan (rule-based) serta mendorong negara-negara agar patuh terhadap aturan tersebut.Kemudian, Indonesia telah berhasil menyokong ASEAN sebagai aktor non-negara dalam tatanan internasional.Hal ini juga didukung oleh komitmen dalam mengedepankan dialog dan negosiasi sebagai mekanisme penyelesaian konflik.Terakhir, kemajuan pasar bebas dan masifnya kerja sama di bidang ekonomi kawasan telah membuahkan perkembangan ekonomi bagi Asia Tenggara dan negara-negara sekitar.Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa dynamic equilibrium dan AOIP telah memperkaya dan memperkuat teori liberal-institusionalisme.
Berdasarkan analisis komparatif, penelitian ini menyarankan agar studi lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap hubungan kausalitas antara karakteristik kedua gagasan dengan struktur dunia dan faktor idiosinkratik elit di balik dynamic equilibrium dan AOIP. Selain itu, penelitian tentang pengaruh individu dalam kebijakan luar negeri juga penting untuk memahami dinamika dan perkembangan gagasan-gagasan tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami preferensi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik dan peran ASEAN dalam konteks regional.
| File size | 408.37 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDIPUNDIP Tetapi kita juga sudah melihat bahwa kedua paradigma tidak berbeda dalam melihat sifat aktor yang rasional. Selain itu kedua paradigma juga sepakat tentangTetapi kita juga sudah melihat bahwa kedua paradigma tidak berbeda dalam melihat sifat aktor yang rasional. Selain itu kedua paradigma juga sepakat tentang
JOURNALMABISJOURNALMABIS Faktor seperti interaksi, EWOM, dan tren terbukti mendukung peningkatan keterlibatan konsumen, yang selanjutnya meningkatkan kesadaran dan citra merek.Faktor seperti interaksi, EWOM, dan tren terbukti mendukung peningkatan keterlibatan konsumen, yang selanjutnya meningkatkan kesadaran dan citra merek.
JOURNALMABISJOURNALMABIS Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh brand image, gaya hidup belanja, flash sale, dan electronic word of mouth (e-WOM) terhadap impuls belanja di kalanganPenelitian ini mengeksplorasi pengaruh brand image, gaya hidup belanja, flash sale, dan electronic word of mouth (e-WOM) terhadap impuls belanja di kalangan
UNDIPUNDIP Penelitian ini akan membahas fenomena tersebut dengan menelaah konsep kebijakan luar negeri sekunder yang digunakan oleh aktor lokal maupun regional diPenelitian ini akan membahas fenomena tersebut dengan menelaah konsep kebijakan luar negeri sekunder yang digunakan oleh aktor lokal maupun regional di
UNDIPUNDIP Meskipun demikian, ada pula berbagai tantangan yang harus Indonesia hadapi dalam hal ini. Keberadaan kerja sama pertahanan trilateral AUKUS tidak secaraMeskipun demikian, ada pula berbagai tantangan yang harus Indonesia hadapi dalam hal ini. Keberadaan kerja sama pertahanan trilateral AUKUS tidak secara
JOURNALMABISJOURNALMABIS Penelitian ini menggunakan indikator EVA (Economic Value Added) sebagai alat analisis keuangan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan sektor teknologiPenelitian ini menggunakan indikator EVA (Economic Value Added) sebagai alat analisis keuangan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan sektor teknologi
JOURNALMABISJOURNALMABIS If a bank is inefficient, it will not have a significant impact on corporate value. Profitability as a mitigation variable cannot amplify the impact ofIf a bank is inefficient, it will not have a significant impact on corporate value. Profitability as a mitigation variable cannot amplify the impact of
JOURNALMABISJOURNALMABIS Perkembangan globalisasi saat ini semakin meningkat dan berdampak pada tingginya tingkat persaingan bisnis. Karyawan merupakan salah satu faktor terbesarPerkembangan globalisasi saat ini semakin meningkat dan berdampak pada tingginya tingkat persaingan bisnis. Karyawan merupakan salah satu faktor terbesar
Useful /
JOURNALMABISJOURNALMABIS 0 dengan uji bootstrapping. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua variabel motivasi belanja hedonis dan gaya hidup belanja secara signifikan memengaruhi0 dengan uji bootstrapping. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua variabel motivasi belanja hedonis dan gaya hidup belanja secara signifikan memengaruhi
JOURNALMABISJOURNALMABIS Taxpayer satisfaction was generally met, as taxpayer expectations were lower than their perception of service performance. Faktor utama yang memengaruhiTaxpayer satisfaction was generally met, as taxpayer expectations were lower than their perception of service performance. Faktor utama yang memengaruhi
JOURNALMABISJOURNALMABIS Kepemimpinan yang diterapkan perlu diperbaiki dengan menekankan kepemimpinan transformasional, yaitu bagaimana para pemimpin lokal mampu memotivasi masyarakatKepemimpinan yang diterapkan perlu diperbaiki dengan menekankan kepemimpinan transformasional, yaitu bagaimana para pemimpin lokal mampu memotivasi masyarakat
UNDIPUNDIP Kebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Pasifik Barat Daya sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional. Reorientasi kebijakan luarKebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Pasifik Barat Daya sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional. Reorientasi kebijakan luar