UNDIPUNDIP

Indonesian PerspectiveIndonesian Perspective

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah secara aktif mengejar diplomasi ekonomi untuk meningkatkan posisinya di dunia internasional melalui perdagangan, pariwisata, investasi, dan jasa (TTIS). Penelitian ini berfokus pada analisis strategi diplomasi ekonomi Indonesia dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dari tahun 2017 hingga 2021. Dengan menggunakan metodologi kualitatif yang melibatkan analisis data dan wawancara, penelitian ini mengikuti empat tahap diplomasi ekonomi yang diuraikan oleh Kishan S. Rana, meliputi pemasaran ekonomi, jaringan ekonomi, pembangunan citra, dan pengelolaan regulasi dengan mobilisasi sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap komitmen Indonesia dalam mengembangkan pariwisata sebagai sektor strategis, dengan memanfaatkan KEK Mandalika untuk menarik investasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil melewati empat tahap tersebut, dengan penekanan khusus pada pariwisata olahraga di Mandalika dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Studi ini menekankan pentingnya akademis dengan memberikan wawasan tentang kompleksitas diplomasi ekonomi, pengembangan pariwisata, dan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti ITDC yang berperan sebagai BUPP Mandalika. Penelitian ini mengisi kesenjangan dalam literatur, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sifat berlapis diplomasi ekonomi Indonesia dan memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan investor.

Diplomasi ekonomi Indonesia semakin meningkat, dengan pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Mandalika sebagai destinasi pariwisata olahraga strategis untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing internasional.Penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil menerapkan keempat fase diplomasi ekonomi menurut Kishan S.Rana dalam pengembangan KEK Mandalika, yang mencakup pemasaran, jaringan, pembangunan citra pariwisata dan investasi, serta pengelolaan regulasi.Dalam implementasi strategi ini, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) sebagai Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK Mandalika berperan sangat dominan, sementara keterlibatan Kementerian Luar Negeri relatif minimal dibandingkan kementerian terkait lainnya.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam dampak jangka panjang dari strategi diplomasi ekonomi yang diterapkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, khususnya terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan. Mengingat adanya isu-isu sosial dan hak asasi manusia yang sempat mencuat, penting untuk meneliti bagaimana pengelolaan KEK pariwisata dapat mengintegrasikan aspek pembangunan ekonomi dengan perlindungan sosial-lingkungan secara lebih holistik, serta menganalisis efektivitas langkah-langkah mitigasi dan respons terhadap tantangan eksternal seperti pandemi atau bencana alam. Lebih lanjut, sebuah studi komparatif bisa dilakukan untuk membandingkan model tata kelola dan konfigurasi peran berbagai aktor—misalnya antara peran dominan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti ITDC dengan kementerian-kementerian lain atau bahkan sektor swasta murni—dalam pengembangan KEK pariwisata di Indonesia. Penelitian ini akan membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi optimalisasi peran masing-masing pihak untuk mencapai tujuan diplomasi ekonomi dan pembangunan daerah secara lebih efisien dan berkelanjutan. Misalnya, sejauh mana Kementerian Luar Negeri dapat meningkatkan kontribusinya dalam diplomasi ekonomi untuk KEK, atau bagaimana BUMN dapat lebih memberdayakan partisipasi masyarakat dalam setiap fase pembangunan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengembangan KEK Mandalika tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat yang merata dan berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan. Selain itu, penelitian masa depan dapat mengeksplorasi persepsi dan partisipasi langsung masyarakat lokal terhadap inisiatif diplomasi ekonomi dan pengembangan pariwisata di KEK Mandalika. Bagaimana program pemberdayaan komunitas dapat diperkuat agar dampak positif terasa lebih luas dan merata, sekaligus memitigasi potensi konflik sosial akibat pembangunan skala besar?.

Read online
File size488.94 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test