IDEREACHIDEREACH
Journal of Social ContemplativaJournal of Social ContemplativaPenelitian ini mengeksplorasi demokrasi digital melalui studi kasus Gerakan #GejayanMemanggil di tahun 2019. Gerakan Gejayan awalnya dicetuskan pada tahun 1998 sebagai bentuk gerakan pada era reformasi. Tetapi kini, gerakan tersebut muncul kembali pada tahun 2019 yang diawali oleh mahasiswa wilayah Yogyakarta untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kebijakan pemerintah. Lalu aksi yang dilakukan oleh mahasiswa wilayah Yogyakarta menjadi sorotan di media sosial, maka hadirlah #gejayanmemanggil sebagai bentuk dukungan masyarakat berpartisipasi menyuarakan melalui media sosial, sehingga #geyanmemanggil menjadi trending topik di media sosial Twitter pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, dari sumber-sumber internet seperti artikel ilmiah, jurnal, dan buku-buku yang relevan dan terakreditasi. Penelitian ini menyoroti peran media sosial dalam membentuk opini publik dan memobilisasi partisipasi. Fokus pada generasi milenial dan Z yang aktif menggunakan platform digital untuk menyuarakan aspirasi dan membangun kesadaran bersama. Respons informasi pemerintah yang transparan dan keterbukaan diidentifikasi sebagai kunci untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam era demokrasi digital.
Dalam era digital, demokrasi telah mengalami transformasi besar-besaran, di mana teknologi informasi dan media sosial memainkan peran kunci dalam membentuk dinamika partisipasi publik.GejayanMemanggil pada tahun 2019 mencerminkan dinamika partisipasi publik dalam demokrasi digital.Gerakan ini tidak hanya sebagai bentuk protes, tetapi juga menciptakan platform untuk berbagai macam suara.Gerakan Gejayan Memanggil pada tahun 2019 menunjukkan tingkat solidaritas yang tinggi antara berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil di Yogyakarta.Namun, belum ada tindakan konkret dari pemerintah sebagai respons terhadap tuntutan gerakan ini.Pentingnya peran pemerintah dalam mendengarkan suara rakyat, berdialog secara terbuka, menanggapi dan memberikan solusi.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari aktivisme media sosial terhadap perubahan kebijakan pemerintah, khususnya dalam konteks gerakan #GejayanMemanggil. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi perbedaan dinamika partisipasi publik di daerah lain di Indonesia sebagai respons terhadap isu serupa. Terakhir, penelitian dapat fokus pada peran literasi digital dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam proses demokratisasi digital. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang efektivitas gerakan sosial digital, keberagaman respons regional, dan pengembangan kapasitas masyarakat dalam era informasi.
| File size | 496.97 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Pancasila sering diposisikan secara simbolis dan deklaratif dalam konsideran peraturan perundang-undangan, tanpa diterjemahkan secara memadai ke dalamPancasila sering diposisikan secara simbolis dan deklaratif dalam konsideran peraturan perundang-undangan, tanpa diterjemahkan secara memadai ke dalam
DINIYAHDINIYAH Metode yang digunakan bersifat kualitatif dan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan adanya upaya pengumpulan dana melalui donatur tetap danMetode yang digunakan bersifat kualitatif dan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan adanya upaya pengumpulan dana melalui donatur tetap dan
SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER Penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara Satpol PP dan masyarakat merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penegakan peraturan daerahPenelitian menunjukkan bahwa sinergi antara Satpol PP dan masyarakat merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penegakan peraturan daerah
STIAB JINARAKKHITASTIAB JINARAKKHITA Dalam kerangka Customer-Based Brand Equity (CBBE) Keller, storytelling bekerja secara bertahap dan saling terhubung, mulai dari membangun kesadaran (salience)Dalam kerangka Customer-Based Brand Equity (CBBE) Keller, storytelling bekerja secara bertahap dan saling terhubung, mulai dari membangun kesadaran (salience)
UNKAUNKA Kebijakan pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum di Desa Bukit Segaloh dilakukan melalui pembelian atau dengan istilah lainKebijakan pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum di Desa Bukit Segaloh dilakukan melalui pembelian atau dengan istilah lain
AMSIRAMSIR Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana reformasi konstitusional telah merombak distribusi kekuasaan legislatif dan apakah merekaTujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana reformasi konstitusional telah merombak distribusi kekuasaan legislatif dan apakah mereka
UNAJAUNAJA Proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, dana pertanggungjawaban desa telah melibatkan unsur-unsur masyarakat dan lembaga desa seperti BPD. Namun,Proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, dana pertanggungjawaban desa telah melibatkan unsur-unsur masyarakat dan lembaga desa seperti BPD. Namun,
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data primer bersumber dari wawancara dan observasi, sedang data skunder bersumber dariPenelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data primer bersumber dari wawancara dan observasi, sedang data skunder bersumber dari
Useful /
DINIYAHDINIYAH Dari hasil analisis masing‑masing indikator pengukur keberhasilan tata kelola, berupa indikator Partisipasi, Transparansi, Akuntabilitas, Efektivitas,Dari hasil analisis masing‑masing indikator pengukur keberhasilan tata kelola, berupa indikator Partisipasi, Transparansi, Akuntabilitas, Efektivitas,
DINIYAHDINIYAH Secara spesifik, faktor penghambat mencakup alat perbaikan jalan yang kurang memadai, kurangnya koordinasi antara Dinas PUPR dengan pihak kelurahan/kecamatan,Secara spesifik, faktor penghambat mencakup alat perbaikan jalan yang kurang memadai, kurangnya koordinasi antara Dinas PUPR dengan pihak kelurahan/kecamatan,
UMKUNINGANUMKUNINGAN Metode penelitian yang dipakai adalah metode eksperimen dan jenis penelitiannya adalah kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII AMetode penelitian yang dipakai adalah metode eksperimen dan jenis penelitiannya adalah kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII A
UMKUNINGANUMKUNINGAN Selain itu, dengan penggunaan bahasa daerah (bahasa Sunda) di pondok pesantren, diharapkan para santri akan menjadi lebih cinta terhadap budayanya, danSelain itu, dengan penggunaan bahasa daerah (bahasa Sunda) di pondok pesantren, diharapkan para santri akan menjadi lebih cinta terhadap budayanya, dan