SARI MUTIARASARI MUTIARA
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)Indonesia, sebagai negara berdasarkan aturan hukum (rechtsstaat), menempatkan Pancasila sebagai dasar reflektif dan fondasi filosofis untuk pembentukan legislasi. Pancasila berfungsi sebagai dasar normatif formal dan manifestasi nilai-nilai transendental, moral, dan etika dalam masyarakat, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 yang memosisikannya sebagai sumber dari semua sumber hukum negara. Dalam kerangka ini, penggunaan kekuasaan negara diperlukan untuk mewujudkan keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan manfaat sosial sebagai prinsip dasar penciptaan hukum. Sejalan dengan prinsip ubi societas, ibi ius, pembentukan regulasi dipahami sebagai proses dinamis yang menanggapi perkembangan sosial. Mengabaikan dimensi filosofis dalam pembentukan legislasi berpotensi menghasilkan produk hukum yang positivistik-formalistik, sehingga menjauhkan hukum dari tujuannya yang utama, yaitu mewujudkan keadilan substantif dalam kehidupan bangsa dan negara.
Pancasila telah ditegaskan secara normatif sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum dalam sistem hukum Indonesia.Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila ke dalam hukum nasional masih bersifat parsial dan belum konsisten, baik dalam aspek substansi maupun prosedur pembentukan hukum.Pancasila sering diposisikan secara simbolis dan deklaratif dalam konsideran peraturan perundang-undangan, tanpa diterjemahkan secara memadai ke dalam norma hukum yang operasional dan mengikat.Kesenjangan antara idealitas Pancasila sebagai ideologi hukum dan praktik legislasi mencerminkan dominasi pendekatan legal-formalistik yang menempatkan hukum sebagai konstruksi teknis, terlepas dari dimensi etis dan filosofisnya.Akibatnya, nilai keadilan sosial dan kemanusiaan relatif lebih terakomodasi secara normatif, tetapi implementasinya masih bersifat sektoral dan belum menyentuh persoalan ketidakadilan struktural.Sementara itu, nilai kerakyatan, musyawarah mufakat, dan persatuan nasional belum terartikulasikan secara optimal dalam proses legislasi yang cenderung elitis dan minim partisipasi publik yang substantif.Demikian pula, sila Ketuhanan Yang Maha Esa belum dihayati secara utuh sebagai landasan etis yang menumbuhkan toleransi dan pluralisme dalam kehidupan hukum.Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai Pancasila dalam hukum nasional tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik, ekonomi, dan globalisasi yang kerap mendorong pembentukan hukum berorientasi pasar dan efisiensi, sehingga berpotensi menggeser prinsip keadilan sosial dan keberpihakan terhadap kelompok rentan.Kritik dan resistensi masyarakat sipil terhadap kebijakan yang tidak Pancasilais menunjukkan bahwa Pancasila tetap hidup sebagai sumber legitimasi etik dan ideologis dalam pembangunan hukum nasional.Maka dapat disimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam hukum nasional tidak cukup dilakukan secara simbolik atau deklaratif, melainkan harus diwujudkan melalui pendekatan sistematis dan transformatif.
Untuk memperkuat dimensi filosofis dalam pendidikan hukum, perlu dikembangkan kurikulum yang menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar filosofis negara dan sumber dari segala sumber hukum. Selain itu, peningkatan kapasitas ideologis pembentuk kebijakan dapat dilakukan melalui pelatihan dan diskusi yang berfokus pada pemahaman nilai-nilai Pancasila dan penerapannya dalam pembentukan hukum. Pelembagaan mekanisme legislasi yang partisipatif dan deliberatif dapat diwujudkan melalui pembentukan komisi atau dewan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, dalam proses pembuatan peraturan perundang-undangan. Pengembangan instrumen evaluatif berupa indikator nilai Pancasila sebagai parameter normatif pembentukan hukum dapat dilakukan dengan menciptakan kriteria dan indikator yang jelas untuk menilai apakah suatu peraturan perundang-undangan selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, hukum nasional yang berlandaskan Pancasila dapat terwujud apabila Pancasila dioperasionalkan secara konsisten sebagai kerangka etik-filosofis dalam seluruh proses pembentukan dan pelaksanaan hukum.
| File size | 493.99 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UGJUGJ Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter Buaya Putih merepresentasikan kekuasaan hegemonik yang serakah dan eksploitatif, sementara Keuyeup Bodas melambangkanHasil analisis menunjukkan bahwa karakter Buaya Putih merepresentasikan kekuasaan hegemonik yang serakah dan eksploitatif, sementara Keuyeup Bodas melambangkan
UNRAMUNRAM Secara epistemologis, model dibangun melalui integrasi pengetahuan lokal masyarakat pesisir dengan pendekatan ilmiah partisipatoris dan kontekstual. SecaraSecara epistemologis, model dibangun melalui integrasi pengetahuan lokal masyarakat pesisir dengan pendekatan ilmiah partisipatoris dan kontekstual. Secara
OJS STEIALAMAROJS STEIALAMAR Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan regulasi untuk memastikan implementasi prinsip ekonomi syariahPenelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan regulasi untuk memastikan implementasi prinsip ekonomi syariah
STBISTBI Kekerasan majikan terhadap ART berakar pada struktur kuasa domestik yang terinternalisasi dalam habitus sosial, sehingga korban sering menjadi penerimaKekerasan majikan terhadap ART berakar pada struktur kuasa domestik yang terinternalisasi dalam habitus sosial, sehingga korban sering menjadi penerima
LAKASPIALAKASPIA Dalam konteks modern, zakat profesi berkembang sebagai respons terhadap munculnya berbagai jenis penghasilan yang tidak secara eksplisit disebutkan dalamDalam konteks modern, zakat profesi berkembang sebagai respons terhadap munculnya berbagai jenis penghasilan yang tidak secara eksplisit disebutkan dalam
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pendekatan ini mengungkap makna dasar, relasional, dan pandangan dunia dalam teks Al-Quran, sehingga memberikan wawasan baru bagi pemaknaan yang dinamis,Pendekatan ini mengungkap makna dasar, relasional, dan pandangan dunia dalam teks Al-Quran, sehingga memberikan wawasan baru bagi pemaknaan yang dinamis,
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Selain itu, tokoh masyarakat juga perlu memiliki komitmen untuk menanamkan nilai moral kepada anak-anak. Tokoh masyarakat perlu menyadari pentingnya nilaiSelain itu, tokoh masyarakat juga perlu memiliki komitmen untuk menanamkan nilai moral kepada anak-anak. Tokoh masyarakat perlu menyadari pentingnya nilai
IAISAMBASIAISAMBAS Dalam konteks ini, nilai-nilai universal etika politik Islam memiliki pengaruh yang signifikan. Etika politik Islam yang berakar pada Al-Quran dan HaditsDalam konteks ini, nilai-nilai universal etika politik Islam memiliki pengaruh yang signifikan. Etika politik Islam yang berakar pada Al-Quran dan Hadits
Useful /
UNANDUNAND Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara mendalam dan studi pustaka.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara mendalam dan studi pustaka.
POLINDRAPOLINDRA Kandungan metana dari biogas yang dihasilkan oleh IWACI juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan kandungan metana yang ditetapkan SNI 8094:2014 tentangKandungan metana dari biogas yang dihasilkan oleh IWACI juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan kandungan metana yang ditetapkan SNI 8094:2014 tentang
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Proses pengadaan telah bertransformasi menjadi alat konsolidasi kekuasaan, mengabaikan prinsip efisiensi dan akuntabilitas. Praktik korupsi ini menurunkanProses pengadaan telah bertransformasi menjadi alat konsolidasi kekuasaan, mengabaikan prinsip efisiensi dan akuntabilitas. Praktik korupsi ini menurunkan
LAKASPIALAKASPIA Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik.Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik.