POLINDRAPOLINDRA

Jurnal Teknologi Terapan (JTT)Jurnal Teknologi Terapan (JTT)

Kandungan metana dari biogas yang dihasilkan oleh IWACI juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan kandungan metana yang ditetapkan SNI 8094:2014 tentang standar mutu biogas bertekanan tinggi di mana nilai kandungan metana ≥ 80% dan kandundan karbondioksida ≤ 18%.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa biogas IWACI masih memiliki kualitas rendah dengan kandungan gas metana sebesar 39,74% dan gas karbon dioksida sebesar 41,59%.Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya kandungan gas metana tersebut adalah rasio pencampuran bahan baku (kotoran sapi dan air) yang tidak terukur serta pengisian digester yang dilakukan setiap hari sehingga proses fermentasi anaerob tidak optimal.Hasil simulasi CFD karburator model 2 (variasi 15°) menunjukkan pencampuran metana dengan udara yang lebih tinggi dan homogen dibandingkan model 1 (variasi sudut 0°).

Pertama, lakukan penelitian tentang pengaruh variasi kadar air pada campuran kotoran sapi terhadap laju fermentasi anaerob dan yield metana, sehingga dapat menentukan rasio optimal yang meminimalkan kandungan CO₂. Kedua, uji kegagalan dalam sistem karburator model 2 pada beban tinggi di atas 400 W dengan menambahkan sensor monitoring suhu dan tekanan internal, agar dapat memprediksi degradasi performa genset secara real‑time. Ketiga, eksplorasi metode pengolahan biogas kombinasi dengan katalis organik untuk meningkatkan konversi metana sehingga mencapai standar SNI 8094:2014 secara konsisten, serta menilai dampaknya terhadap biaya operasional dan emisi karbon. Semua saran di atas dapat membuka jalur penelitian lanjutan yang lebih terintegrasi antara proses pembuangan kotoran, produksi biogas, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Read online
File size3.49 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test